“Ini adalah kisah
nyata dari para pejuang dan ulama, raja, tentara orang-orang bijak yang
menyebarkan ilmu pengetahuan mereka menembus batas. Entah dengan kapal, jalan
kaki, atau kuda. Saya kisahkan padamu
sebuah gambaran dari sejarah yang telah lama dilupakan. Ada sesuatu yang tak
pernah diajarkan pada saya ketika di sekolah, saya ditinggalkan dengan
pemikiran bodoh, berpikir “Umat Muslim hanya orang-orang bodoh”. Saya tidak
pernah diajarkan bahwa seluruh dunia hampir diperintah oleh “Orang-orang yang
dianggap bodoh ini!”. Tahan pemikiran itu! Saya akan memberikan antum sejarah
Islam. Memberikan fakta-fakta, mari kita buka peta dunia. Dimana kalian pernah
berpikir bahwa dunia datar!
Kembali...1.400
tahun yang lalu, di padang pasir Arab Saudi. Turun dari langit sebuah kitab
suci kepada seorang pria, yang menyampaikan pesannya. Namanya adalah Muhammad
Saw., seorang pria dengan kemurahan hati, cinta, kebijaksanaan dan kebenaran!
Menginspirasi pria dan wanita agar menyampaikan pesannya padamu. Dari Mesir ke Maroko,
hingga ke Andalus yang sekarang kita sebut dengan Spanyol. Ketahuilah! Di tahun
700, Eropa berada di masa kegelapan. Orang-orang di penjara bawah tanah.
Dengarkanlah apa yang dikatakan oleh James Burke, seorang sejarawan BBC tentang
baunya kota London. Dia berkata, “Orang-orang membuang kotoran ditengah kota!”.
Ini berarti feses, air seni, dan berbagai macam kotoran. Eropa sangat sengsara
dan terlihat kotor! Mereka percaya terhadap takhayul. Mereka barbarik, keras
kepala, tapi mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang Kristen.
Tapi pada saat yang
sama, ditempat yang berbeda...seiring kita berjalan umat Muslim mulai memasuki
wilayah Spanyol Selatan. Menjadi bagian Eropa, negeri ini sama saja, memalukan.
Meski begitu, setelah 200 tahun datanglah suatu masa yang dikenal sebagai “Masa
keemasan!”. Dimasa ini jika dibandingkan dengan London, jalanan Spanyol
tidaklah sama. London dipenuhi rumah lumpur, bahkan tidak ada lampu jalanan!
Sedangkan Spanyol dipenuhi lampu-lampu jalanan dan rumah, ratusan mesjid dan tempat
untuk mandi. Ngomong-ngomong, ini bukan hanya kata-kata saya! Tapi ini
adalah kata-kata James Burke, host BBC
di Inggris. Sungguh tempat di Spanyol sangat indah! Dan menjadi tempat dimana
ada makanan untuk semua orang. Entah apakah kamu seorang Yahudi atau Nasrani
“Tidak apa-apa!”.
Tanah yang kering
ini mulai bersemi. Dengan demikian, tumbuhlah buah-buahan yang indah. Almond,
anggur, pisang dan jeruk. Dalam bahasa Arab,jeruk adalah “Burtuqaal”, dan apa
yang ada di sebelah Spanyol? Sebuah negeri produsen jeruk, Portugal.
Ukhtii, guru
sejarah saya dulu kurang memberikan ilmu Islam! Saya diajarkan berbagai macam
mitos. Saya pikir umat Muslim adalah ”Orang-orang gurun”, saya pikir mereka
orang yang terbelakang. Sekarang saya lihat mereka yang dianggap orang-orang
gurun, membawa kecerdasan mereka. Mereka mengajarkan bagaimana berbicara dengan
menawan, umat Muslim mengajarkan
obat-obatan dan elemen mereka. Dan apa ukhtii mau bukti? Lihatlah di
sekolah kita dalam bidang matematika dan kimia; aljabar, alkalis, alkemi.
Pertanyaannya, bahasa apa yang punya “Al” didalamnya, kalau bukan bahasa Arab?
Dulu umat Muslim
menciptakan lebih dari 70 perpustakaan, sedangkan didunia Barat tidak ada
kertas. Oh ini ironi yang sangat mendalam! Faktanya dalam masyarakat yang kaya
dan menawan ini, orang Yahudi dan Nasrani berkata, “Umat Muslim adalah berkah
untuk menyelamatkan kami dari tirani!”. Para pelajar dari Eropa berkelana untuk duduk dibawah kaki para ulama Muslim.
Karena merekalah yang mempunyai ilmu pengetahuan tentang Obat-obatan,
Astrologi, Astronomi, Fisika dan Geometri, Mekanik, Geografi, Optik,
Trigonometri, Matematika, Kimia, Aljabar, Psikologi, Puisi, Hidrostatik,
navigasi dan Sejarah.”
Subhanallah,
tabarakallah! Iya memang dulu aku pernah bertanya Ya Allah...kenapa umat Islam
terbelakang dan dianggap bodoh, kuno dan tertutup? Ternyata nenek moyang kami
adalah orang-orang hebat, namun kami yang tidak mengetahui jasa-jasa mereka.
Ilmu itu bagaikan kelopak mata! Sekejap dapat membuat kita melihat dunai dengan
berjuta pertanyaan dan mencari jawabannya. Dan tertutup jika ketidaktahuannya
(gelap), maka disitulsh titik tawadhu’nya. Astagfirullah’adzim! Dia memang seorang
motivator yang handal dan inovatif, memberikan kami pengetahuan dan dorongan
untuk berprestasi dan ikut menorehkan tinta emas seperti para pendahulu kami.
Aku senang karena sekarang semakin sering ada motivator dari luar madrasah,
karena materi dan cara penyampaiannya sangat unik dan menarik. Setelah selesai
berpamitan, motivator itu mengucap salam dengan senyum yang menyejukkan hati,
eits tenang! Dia seorang akhwat dari Lembaga Dakwah Islam di kota.
Agama dan ilmu
pengetahuan merupakan dua hal yang sering disalah pahami. Disatu sisi agama
dipandang sebagai hal yang statis, subyektif dan irrasional, iya nggak? Ya
memang pemahaman itu untuk beberapa orang terlihat menyebar dan berdampak
apalagi pada zaman sekular ini. Dan ilmu pengetahuan dipandang sebagai dinamis,
obyektif dan rasional. Keduanya sering kali ditempatkan pada titik yang
bersebrangan. Agama dan ilmu pengetahuan sampai saat ini masih dipandang
sebagai dua hal yang tidak bisa dikompromikan. Pandangan ini terus
berkembang dan bahkan memasuki pola
berpikir sebagian umat Islam yang memisahkan secara diametral antara persoalan
agama dan ilmu pengetahuan.
Dalam sebuah
majalah Islam, disana menguak beberapa tokoh dunia yang atheis. Mereka ternyata
adalah tokoh terkemuka dalam bidang study yang kami pelajari di sekolah. Mereka
tokoh yang disegani dengan teori dan opini mereka yang dijadikan filosofi. Yang
membuatku semakin terkejut adalah, mereka beropini tentang agama seperti ini;
1. Karl Marx, “Agama merupakan candu masyarakat. Agama tidak
lebih dari bayang-bayang dunia materi. Agama itu bayang-bayang. Dan karenanya,
sebenarnya agama bikinan manusia sendiri, bukan berasal dari Tuhan”.
2. Sigmund Freud, “Agama lebih dari nafsu birahi yang tertahan,
yang tidak tersalurkan secara bebas”.
3. August Comte, “Agama adalah tahap, primitive manusia sudah
terlewati, agama tak dibutuhkan lagi”.
Subhanallah! Sungguh opini mereka itu tidak menghargai hakikat
manusia sebenarnya! Mungkin mereka terlalu sombong dengan ilmu mereka ya,
sehingga merasa menjadi manusia yang sempurna. Astagfirullahal’adzim, ya Allah
kenapa hamba jadi mengghibah mereka? Ya Allah, ampunilah hamba...Menurut mereka
agama itu ilusi. Agama itu bohong. Agama merusak dan meghinakan manusia. Tapi
apakah mereka berpendapat seperti itu setelah mempelajari semua agama, termasuk
Islam? Pendapat mereka sungguh berbahaya, jika dibaca oleh orang yang kafir, orang
yang tidak beriman dan yang telah mendewakan mereka karena ilmu mereka.
Dan untuk
menenangkan pikiranku, aku ingin bertanya kepada Haura terlebih dulu, apa
perbedaan antara agama dan ilmu pengetahuan? Aku menanyakan langsung kepada
Haura, dan Haura tampak terkejut mendengarnya. Mata dan bibirnya menggambarkan
kebingungan, lalu akhirnya dia berbicara. “Aku juga kurang tahu Ana! Tapi
mungkin kalau menurut aku nih ya, kalau agama itu sebuah aturan yang datang
dari Allah Swt dan ilmu pengetahuan diciptakan dari manusia sendiri yang
hakikatnya sama saja dari Allah Swt.” tegasnya padaku. Dan dia menyarankanku
untuk bertanya lagi kepada ustadzah atau bu Hana yang lebih tahu.
Akhirnya bagian aku
pulang ke rumah! Salam yang terurai indah nan lembut terucap dariku untuknya.
Bu Hana sudah menungguku didepan pintu. Beliau tersenyum dan memelukku. Entah
mengapa secara spontan aku berkata yang membuat bu hana terkaget, “Ana pulang
umi”...dan terjadilah keadaan yang canggung ini. Anehnya, tanpa bertanya
kembali bu hana tersenyum dan menjawabnya, “Iya, selamat kembali ke rumah
sayang!”... Aku pun seolah melupakan keadaan ini. Aku sedikit menduga bahwa bu
Hana masih berusaha menyembunyikan kebenarannya dariku. Apa beliau berpikir
jika aku tahu maka aku akan marah terhadapnya? Atau aku membencinya dan ingin
lari darinya? Aku akui memang awalnya iya, jika aku tidak beriman dan
bertawakkal kepada Allah Swt.. Setiap melihat bu Hana, aku selalu memanggilnya
dihatiku “Umi, umi...”. Hingga aku memberanikan diri untuk mengungkap semuanya.
Aku rasa tak ada lagi yang harus disembunyikan! Aku ingin segera memanggilmu
umi! Hingga aku membuat kado dan ku torehkan puisi cinta untuk bu Hana...
“Ibu...
Kala aku merenung
dalam kesepian waktu, kala aku merenung akan kesedihan hati, aliran nada nan
syahdu membawa kerinduanku yang dalam kepada sosokmu yang selalu ada
menemaniku. Aku ingin menghantarkan lewat untaian kata-kata ini, ketika kembali
merenung menundukkan kepala menitikkan air mata, apa yang telah aku lakukan
agar engkau bangga. Dan ku dapat senyummanismu ibu...
Ibu,
Kau yang
mengandungku dengan rasa lelah, kau yang lahirkanku dengan rasa sakit...sakit
yang pertaruhkan hidup dan matimu. Tapi kau tetap bertahan, hanya karenaingin
mendengar tangisku! Tanganmu yang halus, lemah nan lembut...telah merawat dan
mengangkat tubuh ini. Kala ku rapuh dan jatuh dalam kesedihan, kau datang
merangkul dan mendekapku hangat. Terkadang nada hati berbisik kesal karena
teguranmu. Namun ku tahu semua itu, karena kau takut untuk tidak bisa banyak
mengajariku karena waktumu yang singkat di bumi...
Ibu...
Kaulah segalanya
bagiku...kasihmu yang tersirat di aliran darahku, sayangmu yang tergurat di
denyut nadiku, cintamu yang terukir didalam hatiku. Ku sangat menyayangi dan
mencintaimu...segala puncak surga ada padamu! Di setiap hembus nafasku adalah
bakti padamu atas kodrat Ilahi...”
Ku selipkan kata
indah ini terkhusus untuk bunda tercinta, dengan sebuah jilbab warna putih ku
bungkus dengan rapih dibalut dengan pita warna merah. Bu Hana membuka kado itu
yang telah sengaja aku simpan diatas tempat tidurnya. Aku mengintipnya dari
balik pintu, dan menatapnya dengan terharu. Aku sudah tidak sabar menunggu bu
Hana memanggilku dan memelukku! Hah... masyaallah indah sekali walaupun hanya
membayangkannya. Secara perlahan bu Hana membaca bahwa itu kado dariku khusus
untuk beliau. Bu Hana tersenyum dan secara hati-hati membuka plastik dan kertas
kadonya! Setelah lama, akhirnya bu Hana menangis terharu ketika membaca surat
dariku, dan memegang jilbab itu lalu dipeluknya jilbab itu. Seperti dugaanku,
bu Hana memanggilku. Aku pun segera menemuinya dan tersenyum padanya. Dia
mempersilakanaku duduk disampingnya dan
memelukku. Alhamdulillah! Rasanya sangat bahagia! Karena selama ini aku
berpikir bahwa aku tidak mempunyai seorang ibu! Aku berpikir bahwa ibu
kandungku adalah mama. Ternyata ibu kandungku adalah bu Hana. Rasanya lengkap
sudah semuanya! Walaupun hidup kami begitu sederhana,namun rasa syukur inilah
yang membuatku bahagia.
Bu Hana berbisik,
“Terimakasih ya sayang atas kadonya! Dan terimakasih juga karena kamu telah
menganggap ibu sebagai ibu kandungnya Ana...”. Jujur aku sedih mendengar
jawaban dari bu Hana! Kenapa ibu tidak memanggilku sebagai anak ibu? Kenapa ibu
tidak berterus terang, padahal aku sudah memberikan peluang agar ibu mau
bercerita jujur. Akhirnya karena aku tidak mau menerima ini... aku menangis dan
mengutarakan semuanya! “Bu... asal ibu tahu! Bahwa Ana tidak menganggap Ana
sebagai ibu kandung Ana”. Sekejap wajah dan tubuh bu Hana bergetar. “Tapi Ana
memang anak kandung ibu kan? Itu berarti memang bu Hana adalah ibu kandung
Ana...” lanjutku dengan menangis tersedu. Bu Hana terkejut dan segera mengusap
air mataku dan memelukku. Bu Hana menangis dan meminta maaf atas kebungkamannya
selama ini. “Ana... apa Ana tahu dari kak Nisa?” tanya bu Hana. “Bukan bu...
Ana tahu sendiri dari ibu saat menjelaskan semuanya kepada kak Nisa?” jawabku
dengan begitu erat memeluk ibu. Bu Hana terus berucap kata sayang padaku!
Beliau terus menangis dan bersyukur dan bangga terhadap perubahanku selama ini.
Malam ini... adalah salah satu malam terindah dan bersejarah didalam hidupku.
Alhamdulillah...!
Hari demi hari
berlalu. Kami menjalani hari kani dengan bahagia. Semuanya seolah mimpi. Umi
sangat senang saat aku memanggilnya dengan nama “umi”. Untuk itu, dimulai saat
ini aku memanggil bu Hana dengan umi. Rasanya berbeda! Rasanya serasa lebih
dekat dan indah didengarnya. Aku terkadang masih tak percaya! Aku tinggal
bersama ibu kandungku dan beliau ada disini. Selalu tersenyum dan memberikan
kasih dan sayang setiap hari. Oh iya! Aku teringat tugasku yang belum
terpecahkan. Akhirnya aku bertanya kepada Umi tentang perbedaan agama islam dan
ilmu pengetahuan.
“Agama Islam datang
dan diturunkan melalui wahyu Allah, sedangkan ilmu pengetahuan merupakan hasil
olah pikir dan akal budi manusia ciptaan Allah. Karena itu, kebenaran ilmu
pengetahuan dan agama berbeda. Yang satu bersifat apa adanya (given) dari Allah
yang mutlak kebenarannya, sedangkan yang lain diciptakan dan disusun oleh
manusia yang kebenarannya bersifat relatif. Kendatipun demikian, agama Islam
dan ilmu pengetahuan pada hakikatnya bersumber dari Allah dan Allah mendorong
manusia untuk menguasai ilmu pengetahuan.” tutur umi dengan tegas.
“Dengan demikian,
berarti agama Islam tidak menentang atau menghambat lajunya ilmu pengetahuan
kan umi? Karena Ana pernah baca di internet seperti itu!”. “Iya, bahkan
sebaliknya! Islam justru mendorong lajunya ilmu pengetahuan dan tekhnologi.
Karena penguasaan tersebut merupakan perwujudan dari tugas manusia sebagai
khalifah di muka bumi.”. Setelah Umi banyak menjelaskan pentingnya dan andil
besarnya agama Islam dalam ilmu pengetahuan. Masyaallah, aku tak menyangka Umi
benar-benar menguasai materi ini...tanpa terasa satu jam lebih Umi telah
menjelaskan semuanya.
Di kamar aku mulai
memikirkan kembali apa yang Umi sampaikan. Ilmu pengetahuan sebagai produk akal
senantiasa dapat diikuti oleh agama Islam. Karena agama Islam memberikan tempat
yang luas bagi pengembangan pemikiran manusia. Akal diperintahkan bekerja
dengan giat memikirkan dengan serius dan mendalam terhadap segala hal dan
segala peristiwa di alam raya ini. Kesimpulan ini aku dapatkan setelah melihat
firman Allah dalam Qs. Yunus (10) : 10. Islam menempatkan ilmu pengetahuan pada
tempat yang tinggi dan mulia, Qs. Al-Mujadilah (58) : 11. Penyebutan orang yang
beriman dan yang berilmu mengisyaratkan bersatunya iman dengan ilmu. Karena
itu, dalam pandangan Islam ilmu pengetahuan tidak bebas nilai, ia selalu
memihak kepada kebaikan dan kebenaran.
Aduh! Lama kelamaan
aku jadi pusing memikirkannya. Ya Allah, sungguh ilmu-Mu sangatlah luas dan
penuh hikmah. Berilah hamba kemampuan untuk memahaminya ya Allah, jadikan hamba
bermanfaat bagi semua orang, amin. Sebelum rasa kantuk ini menyebar lebih jauh
lagi, aku harus segera berdo’a sebelum tidur.
Pagi hari ini, aku
berangkat ke sekolah naik sepeda motor. Sepertinya pagi ini aku akan sedikit
terlambat! Ya Allah, semoga hamba tidak terlambat, amin. Alhamdulillah sudah
sampai sekolah. Ya Allah sepertinya aku terlambat. Saat aku menuju kelasku,
terlihat Haura dan Yasmin mondar-mandir didepan kelas. Dan ketika melihatku
hampir tiba di kelas, mereka bergegas menyambutku dan bertanya kenapa aku
telat! Dan ternyata mereka bersikap seperti itu, karena dalam pelajaran Qur’an
hadits kelompok kami yang pertama tampil.
Ana : “Masyaallah, kok
bisa sih? Padahal kan kemarin ibu bilang kelompok kita tampil kedua?”.
Zahra : “Iya memang! Tapi
ternyata banyak anggota kelompok satu, sekarang gak hadir! Desi sama Eva sakit,
dan Risma izin.” Jawabnya dengan resah.
Fufu : “Jadi gimana
sekarang? Kamu sudah siap jadi pematerinya kan? Power point nya udah jadi kan?”
Ana : “Iya insyaallah
say! Kan walaupun kita tampil kedua, tapi minimalnya kan kita tahu akan tampil
hari ini...”
Zahra : “Iya iya Ana!”
tatap matanya dengan tenang.
Kami pun saling tersenyum dan saling
mempersiapkan materi untuk tampil beberapa menit lagi. Setelah moderator
membuka acara dan memperkenalkan anggotanya masing-masing akhirnya tibalah aku
menyampaikan materinya.
•
Akhirnya
aku berdiri dari tempat duduk dan mengguratkan senyuman sebagai pemula dan
memposisikan diri disamping tayangan in focus. Baik,
bismillahirrahmaanirrahiim... assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh!
Sebelumnya saya ingin megucapkan terimakasih kepada moderator yang telah
memberikan kesempatan kepada saya untuk menyampaikan materi pada diskusi kali
ini. Saya berdiri disini diamanatkan sebagai pemateri yang akan menyampaikan
materi yang telah ditugaskan, yakni “Makanan yang Halal dan Baik”. Sebelumnya
saya mempunyai kontrak kegiatan didalam acara diskusi ini, yang pertama, niatkan
diskusi ini untuk menuntut ilmu dan ikuti materi kami dengan sungguh-sungguh. Kedua,
jangan ada yang galau apalagi sedih yang dapat mengganggu konsentrasi pada
diskusi ini. Dan yang ketiga, berikan kami mata, telinga, dan konsentrasi anda!
•
Dan
sebelum lebih jauh lagi pada materi tentang apa saja syarat makanan yang halal
lagi baik didalam Islam, sebelumnya mari kita cari tahu apa yang dimaksud
dengan makanan yang halal, dan makanan yang baik.
•
Makanan
Halal adalah makanan yang di bolehkan oleh agama dari segi hukumnya baik halal
zatnya maupun halal hakikatnya. Makanan Halal adalah makanan yang di bolehkan
oleh agama dari segi hukumnya baik halal zatnya maupun halal hakikatnya. Sedangakan
makanan yang baik dapat di pertimbangkan dengan akal dan ukurannya adalah
kesehatan. Artinya makanan yang baik adalah yang berguna dan tidak membahayakan
bagi tubuh manusia di lihat dari sudut kesehatan. Makan yang baik lebih
bersifat kondisional, tergantung situasi dan kondisi manusia yang bersangkutan.
Firman Allah didalam Qs. Al-Baqarah ayat 168-169.
•
Yang
artinya : “Wahai sekalian manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik
yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh,
setan itu musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya (setan) itu hanya meyuruh kamu
agar berbuat jahat dan keji, dan mengatakan apa yang tidak kamu ketahui tentang
Allah. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya (setan) itu
hanya meyuruh kamu agar berbuat jahat dan keji, dan mengatakan apa yang tidak
kamu ketahui tentang Allah”. (Q.S. al-Baqarah/2:168-169).
Pada akhir ayat ini alloh SWT mengingatkan manusia agar tidak
mengikuti langkah-langkah setan.
Keinginan setan adalah bagaimana supaya manusia mengingkari nikmat Allah;
jiwanya menjadi keras dan kasar, serta makanan yang masuk kedalam perutnya
adalah makanan yang tidak halal. Orang yang memasukan makanan haram ke perutnya
akan berdampak tidak baik dalam ibadahnya.
Dalam ayat 169, lebih di tegaskan bahwa setan selalu menyuruh
manusia supaya melakukan kejahatan dan mengerjakan yang keji serta yang
mungkar. Ayat ini sangat erat kaitan dengan ayat sebelumnya, yaitu antara
makanan dan godaan setan. Demi memperoleh makanan, manusia mau melakukan apa
saja, termasuk cara-cara yang dilarang agama.
Jadi pertanyaan kita tadi telah terjawab, bahwasanya syarat
makanan maupun minuman dalam Islam adalah yang “halal” dan yang “baik”. Apapun
itu makanan dan minumannya asalkan jangan memakan makanan atau bahkan dijadikan
olahan apapun tetap haram. Seperti yang kita ketahui, ayat yang telah menjelaskan
perihal makanan yang haram adalah Qs. Al-Maidah ayat 90.
Baik, akhirnya hanya itu yang dapat saya sampaikan... dan saya
mohon maaf bila ada kesalahan pada materi yang saya sampaikan. Terimakasih atas
segala perhatiannya.Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya
kembalikan lagi kepada moderator.
Setelah Zahra mengambil alih,
akhirnya tibalah sesi pertanyaan pun dimulai. Seperti biasa, sesi ini paling
ditunggu! Dan banyak sekali yang mengangkat tangan. Wah beneran serius nih
Haura mau bertanya. Biasanya pertanyaannya itu tingkat tinggi. Ya Allah
mudah-mudahan hamba bisa menjawab semua pertanyaannya dengan baik dan benar...
amin!
Haura : Berdiri, mengucapkan salam dan memperkenalkan diri “Saya
ingin bertanya lebih mendalam dari adanya makanan haram yang telah masuk ke
dalam tubuh kita, tadi anda sebutkan ternyata bisa berdampak tidak baik dalam
ibadah kita. Pertanyaannya adalah bagaimana membuktikan statement yang anda katakan
secara keilmuan dalam kesehatan, mungkin bisa diambil contoh menurut ilmu biologi?”.
Semua orang dikelas
terkejut dan mata mereka langsung tertuju pada Haura. Fufu berbisik padaku, “Aduh
na... pertanyaan Haura melebihi materi yang kita punya! Gimana dong? Apa dia
sengaja ya ingin menguji pengetahuan biologi kita...” kiranya. Beberapa detik
sempat hening setelah Zahra meminta waktu kepada audiens untuk menjawab
pertanyaan dari Haura dan Zahra bertanya padaku dan Fufu. Sembari menunggu kami
berdiskusi untuk mencari jawaban, bu Yasmin bertanya kepada audiens, barang
kali masih ada lagi yang akan bertanya. Dan bu Yasmin bertanya mungkin diantara
audiens yang ingin mencoba menjawab pertanyaan dari Haura. Sebenarnya aku ingin
mencoba menjawabnya.Tapi rasa takut salah dan gagal juga grodi merintangi.
Terlebih lagi, Haura pinter debatnya! Namun, saat aku melihat wajah Haura, dia
tersenyum padaku. Entah mengapa, dia seolah memberi aku semangat untuk berani
mencoba menjawab pertanyannya. Akhirnya aku bicara sama Zahra, kalau aku akan
mencoba menjawabnya.
Zahra : “Baik, mohon perhatianya. Saudari Ana akan mencoba
menjawab pertanyaan dari saudari Haura. Silahkan Ana...”.
Ana : “Iya terimakasih
kepada moderator. Sejujurnya pertanyaan yang diajukan oleh saudari Haura diluar
dari apa yang menjadi materi kami. Tapi izinkan saya untuk mencoba menjawabnya
dengan ilmu saya yang sangat terbatas. Menurut saya, statement yang telah saya
katakan tadi, bahwa bila makanan atau minuman haram telah masuk ke dalam tubuh
kita bisa berdampak tidak baik terhadap ibadah yang kita lakukan. Karena saya
seorang pelajar yang bergerak di bidang IPA, maka tentunya saya akan menjawabnya
dari keilmuan biologi. Agar lebih mudah dimengerti, saya akan ambil obyek
example pada kasus ini yaitu alkohol atau narkoba. Dalam sebuah hadist, bahwa
“Al khamru ummul khaba’its” yang artinya adalah minuman yang memabukkan adalah
induknya kejahatan. Seperti kita ketahui bersama bahwa baik alkohol maupun
narkoba adalah sama-sama memabukkan dan berdampak buruk bagi kesehatan, karena
dapat merusak sistem saraf otak manusia. Mungkin ada sebagian zat haram lainnya
yang menyebar melalui peredaran darah. Tentu ini akan berpengaruh terhadap pola
pikir, pertimbangan dalam bersikap, bahkan mental juga akan terganggu karena
biasanya si pelaku suka tempramental, kesehatan tubuh si pelaku, kecenderungan
pada hal yang negatif karena nafsunya yang lebih dominan. Dan ini sudah
berhubungan dengan dalil naqli tadi bahwa kita akan cenderung mengikuti
langkah-langkah setan. Dan tentunya dalam beribadah kepada Allah akan semakin
lama semakin berkurang dan tidak khusyuk.”
Haura : “Baik saya mengerti, terimakasih atas penjelasannya!
Namun mengapa berdasarkan hadist yang telah anda sebutkan, bahwa khamr adalah
induknya kejahatan? Bisa anda jelaskan dan tolong berikan contohnya!” tanyanya
kembali.
Jujur di kelas hawanya menjadi
panas. Semua orang yang ada di kelas sekarang tatapannya menuju padaku. Ya
Allah... bismillah! Hamba harus mempertahankan jawaban hamba, selama itu
benar...
Ana : “Masalah
alasannya mengapa khmr dikatakan induknya kejahatan, ya tadi sudah saya
jelaskan. Karena zat ini menyerang jaringan dan sistem saraf, yang merupakan
pusat kendali manusia, bisa dibilang pusat pengaturan dan reaksi, maka jika
rusak maka tidak akan bisa berfungsi dengan baik. Dan akan berakibat buruk pada
cara berpikir dia terhadap sesuatu, bagaimana menghadapi suatu masalah, dan
dengan khamr didalam tubuh kita jadi tersedia zat haram atau tempat jin didalam
aliran darah kita. Bukankah setan itu bisa bersembunyi pada setiap aliran darah
dan urat nadi kita?”
Semuanya hanya diam dan bingung. Apa
yang aku sampaikan belum mereka tangkap ya? Ya udah... aku sampaikan aja apa
yang aku pernah tahu dari umi!
Ana : “Jika memang anda
belum memahami benar maksud saya, saya akan analogikan ada seorang pria,
seorang wanita dan satu anak kecil didalam sebuah lift. Wanita itu memaksa pria
itu agar memenuhi ajakannya untuk berbuat zina, kalau pria itu menolak maka
pria itu harus membunuh anak kecil itu atau kalau tidak berarti pria itu harus
meminum alkohol... akhirnya pria itu daripada harus berzina dan membunuh yang
sama-sama dosa besar, maka dia lebih memilih meminum alkohol. Dan ternyata
setelah meminum alkohol itu, ternyata pria itu melakukan zina iya, membunuh
anak kecil juga iya. Karena pria itu kehilangan akal sehatnya, kesadarannya!
Maka khamr dinyatakan induknya kejahatan! Apa anda sekarang sudah mengerti?”.
Haura : “Iya saya sudah
mengerti sekarang, namun tentunya saya khususnya belum benar-benar puas dengan
paparan anda dari kacamata biologi”...
Ana : “Baik terimakasih
atas pertanyaannya, saya mohon maaf karena mungkin jawaban saya tidak dapat
membuat rekan-rekan puas, “qulil haqqa mirrabbikum”, katakanlah bahwa
kebenaran itu datangnya hanya dari Allah”.
Bu Yasmin dan teman-teman di kelas bertepuk tangan dan merasa
lega atas ini. Tapi bagiku sendiri, aku merasa belum maksimal menjelaskannya.
Iya harus banyak belajar lagi, banyak cari-cari sumber lagi. Alhamdulillah ya
Allah! Semuanya lancar, ya walaupun awalnya sempat tadi hamba grogi dan takut
salah.
Akhirnya acara diskusi ini ditutup
oleh moderator setelah waktu mapelnya habis. Dan kami kembali duduk di tempat
semula. Dan ibu mengomentari kelompokku, dan alhamdulillah kelompokku mendapat
komentar yang baik. Lalu bel istirahat berbunyi, maka tibalah waktunya
istirahat dan shalat dhuha...
Lalu Haura
mengajakku makan siang didalam kelas. Ternyata teman-teman yang lainnya juga
sudah ada disana. Kami makan lesehan namun mahal. Hm mahal dari lauk paukya!
Beraneka ragam lauk pauknya, terkadang saling menuapi dan saling mencicipi makanan
teman yang lainnya. Kadang para ikhwan ada juga yang meminta lauk pauk dari
kami. Ya saling berbagi aja intinya. Makanan kesukaan aku sama Haura adalah
tumis tempe. Pasti semangat makannya kalau ada itu. Kami juga doyan makan
cilok. Bumbunya cuman pakai bumbu atom dan aida. Kami saling menitipkan aja
kalau ada salah satu dari kami yang mau keluar membelinya. Aku baru merasakan
yang namanya keluarga disini.
Dalam kegiatan
apapun kami selalu berusaha untuk kompak dan menjadi yang terbaik. Baik itu dalam
kegiatan di kelas mapun dalam ajang lomba antar kelas. Ya karena rata-rata
pengurus OSIS, IRMA, PRAMUKA dan yang lainnya ada di kelas kami. Jadi kelas
kami sering kali menjadi sorotan para guru dankelas yang lainnya. Kami tentu
harus menjadi contoh yang baik bagi mereka, dan menujukkan kualitas kami
disamping kuantitas kami disini. Ya tanggung jawab yang lumayan berat! Tapikami
saling menasuhati dan mengevaluasi tindak tanduk kami masing-masing, dan kami
mampu menunjukkan yang terbaik bagi mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar