Pages

Jumat, 06 Maret 2015

sahabat part 5 (kelopak mata)


“Ini adalah kisah nyata dari para pejuang dan ulama, raja, tentara orang-orang bijak yang menyebarkan ilmu pengetahuan mereka menembus batas. Entah dengan kapal, jalan kaki,  atau kuda. Saya kisahkan padamu sebuah gambaran dari sejarah yang telah lama dilupakan. Ada sesuatu yang tak pernah diajarkan pada saya ketika di sekolah, saya ditinggalkan dengan pemikiran bodoh, berpikir “Umat Muslim hanya orang-orang bodoh”. Saya tidak pernah diajarkan bahwa seluruh dunia hampir diperintah oleh “Orang-orang yang dianggap bodoh ini!”. Tahan pemikiran itu! Saya akan memberikan antum sejarah Islam. Memberikan fakta-fakta, mari kita buka peta dunia. Dimana kalian pernah berpikir bahwa dunia datar!
Kembali...1.400 tahun yang lalu, di padang pasir Arab Saudi. Turun dari langit sebuah kitab suci kepada seorang pria, yang menyampaikan pesannya. Namanya adalah Muhammad Saw., seorang pria dengan kemurahan hati, cinta, kebijaksanaan dan kebenaran! Menginspirasi pria dan wanita agar menyampaikan pesannya padamu. Dari Mesir ke Maroko, hingga ke Andalus yang sekarang kita sebut dengan Spanyol. Ketahuilah! Di tahun 700, Eropa berada di masa kegelapan. Orang-orang di penjara bawah tanah. Dengarkanlah apa yang dikatakan oleh James Burke, seorang sejarawan BBC tentang baunya kota London. Dia berkata, “Orang-orang membuang kotoran ditengah kota!”. Ini berarti feses, air seni, dan berbagai macam kotoran. Eropa sangat sengsara dan terlihat kotor! Mereka percaya terhadap takhayul. Mereka barbarik, keras kepala, tapi mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang Kristen.
Tapi pada saat yang sama, ditempat yang berbeda...seiring kita berjalan umat Muslim mulai memasuki wilayah Spanyol Selatan. Menjadi bagian Eropa, negeri ini sama saja, memalukan. Meski begitu, setelah 200 tahun datanglah suatu masa yang dikenal sebagai “Masa keemasan!”. Dimasa ini jika dibandingkan dengan London, jalanan Spanyol tidaklah sama. London dipenuhi rumah lumpur, bahkan tidak ada lampu jalanan! Sedangkan Spanyol dipenuhi lampu-lampu jalanan dan rumah, ratusan mesjid dan tempat untuk mandi. Ngomong-ngomong, ini bukan hanya kata-kata saya! Tapi ini adalah  kata-kata James Burke, host BBC di Inggris. Sungguh tempat di Spanyol sangat indah! Dan menjadi tempat dimana ada makanan untuk semua orang. Entah apakah kamu seorang Yahudi atau Nasrani “Tidak apa-apa!”.
Tanah yang kering ini mulai bersemi. Dengan demikian, tumbuhlah buah-buahan yang indah. Almond, anggur, pisang dan jeruk. Dalam bahasa Arab,jeruk adalah “Burtuqaal”, dan apa yang ada di sebelah Spanyol? Sebuah negeri produsen jeruk, Portugal.
Ukhtii, guru sejarah saya dulu kurang memberikan ilmu Islam! Saya diajarkan berbagai macam mitos. Saya pikir umat Muslim adalah ”Orang-orang gurun”, saya pikir mereka orang yang terbelakang. Sekarang saya lihat mereka yang dianggap orang-orang gurun, membawa kecerdasan mereka. Mereka mengajarkan bagaimana berbicara dengan menawan, umat Muslim mengajarkan  obat-obatan dan elemen mereka. Dan apa ukhtii mau bukti? Lihatlah di sekolah kita dalam bidang matematika dan kimia; aljabar, alkalis, alkemi. Pertanyaannya, bahasa apa yang punya “Al” didalamnya, kalau bukan bahasa Arab?
Dulu umat Muslim menciptakan lebih dari 70 perpustakaan, sedangkan didunia Barat tidak ada kertas. Oh ini ironi yang sangat mendalam! Faktanya dalam masyarakat yang kaya dan menawan ini, orang Yahudi dan Nasrani berkata, “Umat Muslim adalah berkah untuk menyelamatkan kami dari tirani!”. Para pelajar dari  Eropa berkelana  untuk duduk dibawah kaki para ulama Muslim. Karena merekalah yang mempunyai ilmu pengetahuan tentang Obat-obatan, Astrologi, Astronomi, Fisika dan Geometri, Mekanik, Geografi, Optik, Trigonometri, Matematika, Kimia, Aljabar, Psikologi, Puisi, Hidrostatik, navigasi dan Sejarah.”
Subhanallah, tabarakallah! Iya memang dulu aku pernah bertanya Ya Allah...kenapa umat Islam terbelakang dan dianggap bodoh, kuno dan tertutup? Ternyata nenek moyang kami adalah orang-orang hebat, namun kami yang tidak mengetahui jasa-jasa mereka. Ilmu itu bagaikan kelopak mata! Sekejap dapat membuat kita melihat dunai dengan berjuta pertanyaan dan mencari jawabannya. Dan tertutup jika ketidaktahuannya (gelap), maka disitulsh titik tawadhu’nya.  Astagfirullah’adzim! Dia memang seorang motivator yang handal dan inovatif, memberikan kami pengetahuan dan dorongan untuk berprestasi dan ikut menorehkan tinta emas seperti para pendahulu kami. Aku senang karena sekarang semakin sering ada motivator dari luar madrasah, karena materi dan cara penyampaiannya sangat unik dan menarik. Setelah selesai berpamitan, motivator itu mengucap salam dengan senyum yang menyejukkan hati, eits tenang! Dia seorang akhwat dari Lembaga Dakwah Islam di kota.
Agama dan ilmu pengetahuan merupakan dua hal yang sering disalah pahami. Disatu sisi agama dipandang sebagai hal yang statis, subyektif dan irrasional, iya nggak? Ya memang pemahaman itu untuk beberapa orang terlihat menyebar dan berdampak apalagi pada zaman sekular ini. Dan ilmu pengetahuan dipandang sebagai dinamis, obyektif dan rasional. Keduanya sering kali ditempatkan pada titik yang bersebrangan. Agama dan ilmu pengetahuan sampai saat ini masih dipandang sebagai dua hal yang tidak bisa dikompromikan. Pandangan ini terus berkembang  dan bahkan memasuki pola berpikir sebagian umat Islam yang memisahkan secara diametral antara persoalan agama dan ilmu pengetahuan.
Dalam sebuah majalah Islam, disana menguak beberapa tokoh dunia yang atheis. Mereka ternyata adalah tokoh terkemuka dalam bidang study yang kami pelajari di sekolah. Mereka tokoh yang disegani dengan teori dan opini mereka yang dijadikan filosofi. Yang membuatku semakin terkejut adalah, mereka beropini tentang agama seperti ini;
1.     Karl Marx, “Agama merupakan candu masyarakat. Agama tidak lebih dari bayang-bayang dunia materi. Agama itu bayang-bayang. Dan karenanya, sebenarnya agama bikinan manusia sendiri, bukan berasal dari Tuhan”.
2.     Sigmund Freud, “Agama lebih dari nafsu birahi yang tertahan, yang tidak tersalurkan secara bebas”.
3.     August Comte, “Agama adalah tahap, primitive manusia sudah terlewati, agama tak dibutuhkan lagi”.
Subhanallah! Sungguh opini mereka itu tidak menghargai hakikat manusia sebenarnya! Mungkin mereka terlalu sombong dengan ilmu mereka ya, sehingga merasa menjadi manusia yang sempurna. Astagfirullahal’adzim, ya Allah kenapa hamba jadi mengghibah mereka? Ya Allah, ampunilah hamba...Menurut mereka agama itu ilusi. Agama itu bohong. Agama merusak dan meghinakan manusia. Tapi apakah mereka berpendapat seperti itu setelah mempelajari semua agama, termasuk Islam? Pendapat mereka sungguh berbahaya, jika dibaca oleh orang yang kafir, orang yang tidak beriman dan yang telah mendewakan mereka karena ilmu mereka.
Dan untuk menenangkan pikiranku, aku ingin bertanya kepada Haura terlebih dulu, apa perbedaan antara agama dan ilmu pengetahuan? Aku menanyakan langsung kepada Haura, dan Haura tampak terkejut mendengarnya. Mata dan bibirnya menggambarkan kebingungan, lalu akhirnya dia berbicara. “Aku juga kurang tahu Ana! Tapi mungkin kalau menurut aku nih ya, kalau agama itu sebuah aturan yang datang dari Allah Swt dan ilmu pengetahuan diciptakan dari manusia sendiri yang hakikatnya sama saja dari Allah Swt.” tegasnya padaku. Dan dia menyarankanku untuk bertanya lagi kepada ustadzah atau bu Hana yang lebih tahu.
Akhirnya bagian aku pulang ke rumah! Salam yang terurai indah nan lembut terucap dariku untuknya. Bu Hana sudah menungguku didepan pintu. Beliau tersenyum dan memelukku. Entah mengapa secara spontan aku berkata yang membuat bu hana terkaget, “Ana pulang umi”...dan terjadilah keadaan yang canggung ini. Anehnya, tanpa bertanya kembali bu hana tersenyum dan menjawabnya, “Iya, selamat kembali ke rumah sayang!”... Aku pun seolah melupakan keadaan ini. Aku sedikit menduga bahwa bu Hana masih berusaha menyembunyikan kebenarannya dariku. Apa beliau berpikir jika aku tahu maka aku akan marah terhadapnya? Atau aku membencinya dan ingin lari darinya? Aku akui memang awalnya iya, jika aku tidak beriman dan bertawakkal kepada Allah Swt.. Setiap melihat bu Hana, aku selalu memanggilnya dihatiku “Umi, umi...”. Hingga aku memberanikan diri untuk mengungkap semuanya. Aku rasa tak ada lagi yang harus disembunyikan! Aku ingin segera memanggilmu umi! Hingga aku membuat kado dan ku torehkan puisi cinta untuk bu Hana...
“Ibu...
Kala aku merenung dalam kesepian waktu, kala aku merenung akan kesedihan hati, aliran nada nan syahdu membawa kerinduanku yang dalam kepada sosokmu yang selalu ada menemaniku. Aku ingin menghantarkan lewat untaian kata-kata ini, ketika kembali merenung menundukkan kepala menitikkan air mata, apa yang telah aku lakukan agar engkau bangga. Dan ku dapat senyummanismu ibu...
Ibu,
Kau yang mengandungku dengan rasa lelah, kau yang lahirkanku dengan rasa sakit...sakit yang pertaruhkan hidup dan matimu. Tapi kau tetap bertahan, hanya karenaingin mendengar tangisku! Tanganmu yang halus, lemah nan lembut...telah merawat dan mengangkat tubuh ini. Kala ku rapuh dan jatuh dalam kesedihan, kau datang merangkul dan mendekapku hangat. Terkadang nada hati berbisik kesal karena teguranmu. Namun ku tahu semua itu, karena kau takut untuk tidak bisa banyak mengajariku karena waktumu yang singkat di bumi...
Ibu...
Kaulah segalanya bagiku...kasihmu yang tersirat di aliran darahku, sayangmu yang tergurat di denyut nadiku, cintamu yang terukir didalam hatiku. Ku sangat menyayangi dan mencintaimu...segala puncak surga ada padamu! Di setiap hembus nafasku adalah bakti padamu atas kodrat Ilahi...”
Ku selipkan kata indah ini terkhusus untuk bunda tercinta, dengan sebuah jilbab warna putih ku bungkus dengan rapih dibalut dengan pita warna merah. Bu Hana membuka kado itu yang telah sengaja aku simpan diatas tempat tidurnya. Aku mengintipnya dari balik pintu, dan menatapnya dengan terharu. Aku sudah tidak sabar menunggu bu Hana memanggilku dan memelukku! Hah... masyaallah indah sekali walaupun hanya membayangkannya. Secara perlahan bu Hana membaca bahwa itu kado dariku khusus untuk beliau. Bu Hana tersenyum dan secara hati-hati membuka plastik dan kertas kadonya! Setelah lama, akhirnya bu Hana menangis terharu ketika membaca surat dariku, dan memegang jilbab itu lalu dipeluknya jilbab itu. Seperti dugaanku, bu Hana memanggilku. Aku pun segera menemuinya dan tersenyum padanya. Dia mempersilakanaku duduk disampingnya  dan memelukku. Alhamdulillah! Rasanya sangat bahagia! Karena selama ini aku berpikir bahwa aku tidak mempunyai seorang ibu! Aku berpikir bahwa ibu kandungku adalah mama. Ternyata ibu kandungku adalah bu Hana. Rasanya lengkap sudah semuanya! Walaupun hidup kami begitu sederhana,namun rasa syukur inilah yang membuatku bahagia.
Bu Hana berbisik, “Terimakasih ya sayang atas kadonya! Dan terimakasih juga karena kamu telah menganggap ibu sebagai ibu kandungnya Ana...”. Jujur aku sedih mendengar jawaban dari bu Hana! Kenapa ibu tidak memanggilku sebagai anak ibu? Kenapa ibu tidak berterus terang, padahal aku sudah memberikan peluang agar ibu mau bercerita jujur. Akhirnya karena aku tidak mau menerima ini... aku menangis dan mengutarakan semuanya! “Bu... asal ibu tahu! Bahwa Ana tidak menganggap Ana sebagai ibu kandung Ana”. Sekejap wajah dan tubuh bu Hana bergetar. “Tapi Ana memang anak kandung ibu kan? Itu berarti memang bu Hana adalah ibu kandung Ana...” lanjutku dengan menangis tersedu. Bu Hana terkejut dan segera mengusap air mataku dan memelukku. Bu Hana menangis dan meminta maaf atas kebungkamannya selama ini. “Ana... apa Ana tahu dari kak Nisa?” tanya bu Hana. “Bukan bu... Ana tahu sendiri dari ibu saat menjelaskan semuanya kepada kak Nisa?” jawabku dengan begitu erat memeluk ibu. Bu Hana terus berucap kata sayang padaku! Beliau terus menangis dan bersyukur dan bangga terhadap perubahanku selama ini. Malam ini... adalah salah satu malam terindah dan bersejarah didalam hidupku. Alhamdulillah...!
Hari demi hari berlalu. Kami menjalani hari kani dengan bahagia. Semuanya seolah mimpi. Umi sangat senang saat aku memanggilnya dengan nama “umi”. Untuk itu, dimulai saat ini aku memanggil bu Hana dengan umi. Rasanya berbeda! Rasanya serasa lebih dekat dan indah didengarnya. Aku terkadang masih tak percaya! Aku tinggal bersama ibu kandungku dan beliau ada disini. Selalu tersenyum dan memberikan kasih dan sayang setiap hari. Oh iya! Aku teringat tugasku yang belum terpecahkan. Akhirnya aku bertanya kepada Umi tentang perbedaan agama islam dan ilmu pengetahuan.
“Agama Islam datang dan diturunkan melalui wahyu Allah, sedangkan ilmu pengetahuan merupakan hasil olah pikir dan akal budi manusia ciptaan Allah. Karena itu, kebenaran ilmu pengetahuan dan agama berbeda. Yang satu bersifat apa adanya (given) dari Allah yang mutlak kebenarannya, sedangkan yang lain diciptakan dan disusun oleh manusia yang kebenarannya bersifat relatif. Kendatipun demikian, agama Islam dan ilmu pengetahuan pada hakikatnya bersumber dari Allah dan Allah mendorong manusia untuk menguasai ilmu pengetahuan.” tutur umi dengan tegas.
“Dengan demikian, berarti agama Islam tidak menentang atau menghambat lajunya ilmu pengetahuan kan umi? Karena Ana pernah baca di internet seperti itu!”. “Iya, bahkan sebaliknya! Islam justru mendorong lajunya ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Karena penguasaan tersebut merupakan perwujudan dari tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi.”. Setelah Umi banyak menjelaskan pentingnya dan andil besarnya agama Islam dalam ilmu pengetahuan. Masyaallah, aku tak menyangka Umi benar-benar menguasai materi ini...tanpa terasa satu jam lebih Umi telah menjelaskan semuanya.
Di kamar aku mulai memikirkan kembali apa yang Umi sampaikan. Ilmu pengetahuan sebagai produk akal senantiasa dapat diikuti oleh agama Islam. Karena agama Islam memberikan tempat yang luas bagi pengembangan pemikiran manusia. Akal diperintahkan bekerja dengan giat memikirkan dengan serius dan mendalam terhadap segala hal dan segala peristiwa di alam raya ini. Kesimpulan ini aku dapatkan setelah melihat firman Allah dalam Qs. Yunus (10) : 10. Islam menempatkan ilmu pengetahuan pada tempat yang tinggi dan mulia, Qs. Al-Mujadilah (58) : 11. Penyebutan orang yang beriman dan yang berilmu mengisyaratkan bersatunya iman dengan ilmu. Karena itu, dalam pandangan Islam ilmu pengetahuan tidak bebas nilai, ia selalu memihak kepada kebaikan dan kebenaran.
Aduh! Lama kelamaan aku jadi pusing memikirkannya. Ya Allah, sungguh ilmu-Mu sangatlah luas dan penuh hikmah. Berilah hamba kemampuan untuk memahaminya ya Allah, jadikan hamba bermanfaat bagi semua orang, amin. Sebelum rasa kantuk ini menyebar lebih jauh lagi, aku harus segera berdo’a sebelum tidur.
Pagi hari ini, aku berangkat ke sekolah naik sepeda motor. Sepertinya pagi ini aku akan sedikit terlambat! Ya Allah, semoga hamba tidak terlambat, amin. Alhamdulillah sudah sampai sekolah. Ya Allah sepertinya aku terlambat. Saat aku menuju kelasku, terlihat Haura dan Yasmin mondar-mandir didepan kelas. Dan ketika melihatku hampir tiba di kelas, mereka bergegas menyambutku dan bertanya kenapa aku telat! Dan ternyata mereka bersikap seperti itu, karena dalam pelajaran Qur’an hadits kelompok kami yang pertama tampil.
Ana     : “Masyaallah, kok bisa sih? Padahal kan kemarin ibu bilang kelompok kita tampil kedua?”.
Zahra  : “Iya memang! Tapi ternyata banyak anggota kelompok satu, sekarang gak hadir! Desi sama Eva sakit, dan Risma izin.” Jawabnya dengan resah.
Fufu    : “Jadi gimana sekarang? Kamu sudah siap jadi pematerinya kan? Power point nya udah jadi kan?”
Ana     : “Iya insyaallah say! Kan walaupun kita tampil kedua, tapi minimalnya kan kita tahu akan tampil hari ini...”
Zahra  : “Iya iya Ana!” tatap matanya dengan tenang.
Kami pun saling tersenyum dan saling mempersiapkan materi untuk tampil beberapa menit lagi. Setelah moderator membuka acara dan memperkenalkan anggotanya masing-masing akhirnya tibalah aku menyampaikan materinya.
      Akhirnya aku berdiri dari tempat duduk dan mengguratkan senyuman sebagai pemula dan memposisikan diri disamping tayangan in focus. Baik, bismillahirrahmaanirrahiim... assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh! Sebelumnya saya ingin megucapkan terimakasih kepada moderator yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menyampaikan materi pada diskusi kali ini. Saya berdiri disini diamanatkan sebagai pemateri yang akan menyampaikan materi yang telah ditugaskan, yakni “Makanan yang Halal dan Baik”. Sebelumnya saya mempunyai kontrak kegiatan didalam acara diskusi ini, yang pertama, niatkan diskusi ini untuk menuntut ilmu dan ikuti materi kami dengan sungguh-sungguh. Kedua, jangan ada yang galau apalagi sedih yang dapat mengganggu konsentrasi pada diskusi ini. Dan yang ketiga, berikan kami mata, telinga, dan konsentrasi anda!
      Dan sebelum lebih jauh lagi pada materi tentang apa saja syarat makanan yang halal lagi baik didalam Islam, sebelumnya mari kita cari tahu apa yang dimaksud dengan makanan yang halal, dan makanan yang baik.
      Makanan Halal adalah makanan yang di bolehkan oleh agama dari segi hukumnya baik halal zatnya maupun halal hakikatnya. Makanan Halal adalah makanan yang di bolehkan oleh agama dari segi hukumnya baik halal zatnya maupun halal hakikatnya. Sedangakan makanan yang baik dapat di pertimbangkan dengan akal dan ukurannya adalah kesehatan. Artinya makanan yang baik adalah yang berguna dan tidak membahayakan bagi tubuh manusia di lihat dari sudut kesehatan. Makan yang baik lebih bersifat kondisional, tergantung situasi dan kondisi manusia yang bersangkutan. Firman Allah didalam Qs. Al-Baqarah ayat 168-169.
      Yang artinya : “Wahai sekalian manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya (setan) itu hanya meyuruh kamu agar berbuat jahat dan keji, dan mengatakan apa yang tidak kamu ketahui tentang Allah. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya (setan) itu hanya meyuruh kamu agar berbuat jahat dan keji, dan mengatakan apa yang tidak kamu ketahui tentang Allah”. (Q.S. al-Baqarah/2:168-169).
Pada akhir ayat ini alloh SWT mengingatkan manusia agar tidak mengikuti  langkah-langkah setan. Keinginan setan adalah bagaimana supaya manusia mengingkari nikmat Allah; jiwanya menjadi keras dan kasar, serta makanan yang masuk kedalam perutnya adalah makanan yang tidak halal. Orang yang memasukan makanan haram ke perutnya akan berdampak tidak baik dalam ibadahnya.
Dalam ayat 169, lebih di tegaskan bahwa setan selalu menyuruh manusia supaya melakukan kejahatan dan mengerjakan yang keji serta yang mungkar. Ayat ini sangat erat kaitan dengan ayat sebelumnya, yaitu antara makanan dan godaan setan. Demi memperoleh makanan, manusia mau melakukan apa saja, termasuk cara-cara yang dilarang agama.
Jadi pertanyaan kita tadi telah terjawab, bahwasanya syarat makanan maupun minuman dalam Islam adalah yang “halal” dan yang “baik”. Apapun itu makanan dan minumannya asalkan jangan memakan makanan atau bahkan dijadikan olahan apapun tetap haram. Seperti yang kita ketahui, ayat yang telah menjelaskan perihal makanan yang haram adalah Qs. Al-Maidah ayat 90.
Baik, akhirnya hanya itu yang dapat saya sampaikan... dan saya mohon maaf bila ada kesalahan pada materi yang saya sampaikan. Terimakasih atas segala perhatiannya.Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya kembalikan lagi kepada moderator.
Setelah Zahra mengambil alih, akhirnya tibalah sesi pertanyaan pun dimulai. Seperti biasa, sesi ini paling ditunggu! Dan banyak sekali yang mengangkat tangan. Wah beneran serius nih Haura mau bertanya. Biasanya pertanyaannya itu tingkat tinggi. Ya Allah mudah-mudahan hamba bisa menjawab semua pertanyaannya dengan baik dan benar... amin!
Haura : Berdiri, mengucapkan salam dan memperkenalkan diri “Saya ingin bertanya lebih mendalam dari adanya makanan haram yang telah masuk ke dalam tubuh kita, tadi anda sebutkan ternyata bisa berdampak tidak baik dalam ibadah kita. Pertanyaannya adalah bagaimana membuktikan statement yang anda katakan secara keilmuan dalam kesehatan, mungkin bisa diambil contoh menurut ilmu biologi?”.
Semua orang dikelas terkejut dan mata mereka langsung tertuju pada Haura. Fufu berbisik padaku, “Aduh na... pertanyaan Haura melebihi materi yang kita punya! Gimana dong? Apa dia sengaja ya ingin menguji pengetahuan biologi kita...” kiranya. Beberapa detik sempat hening setelah Zahra meminta waktu kepada audiens untuk menjawab pertanyaan dari Haura dan Zahra bertanya padaku dan Fufu. Sembari menunggu kami berdiskusi untuk mencari jawaban, bu Yasmin bertanya kepada audiens, barang kali masih ada lagi yang akan bertanya. Dan bu Yasmin bertanya mungkin diantara audiens yang ingin mencoba menjawab pertanyaan dari Haura. Sebenarnya aku ingin mencoba menjawabnya.Tapi rasa takut salah dan gagal juga grodi merintangi. Terlebih lagi, Haura pinter debatnya! Namun, saat aku melihat wajah Haura, dia tersenyum padaku. Entah mengapa, dia seolah memberi aku semangat untuk berani mencoba menjawab pertanyannya. Akhirnya aku bicara sama Zahra, kalau aku akan mencoba menjawabnya.
Zahra : “Baik, mohon perhatianya. Saudari Ana akan mencoba menjawab pertanyaan dari saudari Haura. Silahkan Ana...”.
Ana     : “Iya terimakasih kepada moderator. Sejujurnya pertanyaan yang diajukan oleh saudari Haura diluar dari apa yang menjadi materi kami. Tapi izinkan saya untuk mencoba menjawabnya dengan ilmu saya yang sangat terbatas. Menurut saya, statement yang telah saya katakan tadi, bahwa bila makanan atau minuman haram telah masuk ke dalam tubuh kita bisa berdampak tidak baik terhadap ibadah yang kita lakukan. Karena saya seorang pelajar yang bergerak di bidang IPA, maka tentunya saya akan menjawabnya dari keilmuan biologi. Agar lebih mudah dimengerti, saya akan ambil obyek example pada kasus ini yaitu alkohol atau narkoba. Dalam sebuah hadist, bahwa “Al khamru ummul khaba’its” yang artinya adalah minuman yang memabukkan adalah induknya kejahatan. Seperti kita ketahui bersama bahwa baik alkohol maupun narkoba adalah sama-sama memabukkan dan berdampak buruk bagi kesehatan, karena dapat merusak sistem saraf otak manusia. Mungkin ada sebagian zat haram lainnya yang menyebar melalui peredaran darah. Tentu ini akan berpengaruh terhadap pola pikir, pertimbangan dalam bersikap, bahkan mental juga akan terganggu karena biasanya si pelaku suka tempramental, kesehatan tubuh si pelaku, kecenderungan pada hal yang negatif karena nafsunya yang lebih dominan. Dan ini sudah berhubungan dengan dalil naqli tadi bahwa kita akan cenderung mengikuti langkah-langkah setan. Dan tentunya dalam beribadah kepada Allah akan semakin lama semakin berkurang dan tidak khusyuk.”
Haura : “Baik saya mengerti, terimakasih atas penjelasannya! Namun mengapa berdasarkan hadist yang telah anda sebutkan, bahwa khamr adalah induknya kejahatan? Bisa anda jelaskan dan tolong berikan contohnya!” tanyanya kembali.
Jujur di kelas hawanya menjadi panas. Semua orang yang ada di kelas sekarang tatapannya menuju padaku. Ya Allah... bismillah! Hamba harus mempertahankan jawaban hamba, selama itu benar...
Ana     : “Masalah alasannya mengapa khmr dikatakan induknya kejahatan, ya tadi sudah saya jelaskan. Karena zat ini menyerang jaringan dan sistem saraf, yang merupakan pusat kendali manusia, bisa dibilang pusat pengaturan dan reaksi, maka jika rusak maka tidak akan bisa berfungsi dengan baik. Dan akan berakibat buruk pada cara berpikir dia terhadap sesuatu, bagaimana menghadapi suatu masalah, dan dengan khamr didalam tubuh kita jadi tersedia zat haram atau tempat jin didalam aliran darah kita. Bukankah setan itu bisa bersembunyi pada setiap aliran darah dan urat nadi kita?”
Semuanya hanya diam dan bingung. Apa yang aku sampaikan belum mereka tangkap ya? Ya udah... aku sampaikan aja apa yang aku pernah tahu dari umi!
Ana    : “Jika memang anda belum memahami benar maksud saya, saya akan analogikan ada seorang pria, seorang wanita dan satu anak kecil didalam sebuah lift. Wanita itu memaksa pria itu agar memenuhi ajakannya untuk berbuat zina, kalau pria itu menolak maka pria itu harus membunuh anak kecil itu atau kalau tidak berarti pria itu harus meminum alkohol... akhirnya pria itu daripada harus berzina dan membunuh yang sama-sama dosa besar, maka dia lebih memilih meminum alkohol. Dan ternyata setelah meminum alkohol itu, ternyata pria itu melakukan zina iya, membunuh anak kecil juga iya. Karena pria itu kehilangan akal sehatnya, kesadarannya! Maka khamr dinyatakan induknya kejahatan! Apa anda sekarang sudah mengerti?”.
Haura    : “Iya saya sudah mengerti sekarang, namun tentunya saya khususnya belum benar-benar puas dengan paparan anda dari kacamata biologi”...
Ana   : “Baik terimakasih atas pertanyaannya, saya mohon maaf karena mungkin jawaban saya tidak dapat membuat rekan-rekan puas, “qulil haqqa mirrabbikum”, katakanlah bahwa kebenaran itu datangnya hanya dari Allah”.
Bu Yasmin dan teman-teman di kelas bertepuk tangan dan merasa lega atas ini. Tapi bagiku sendiri, aku merasa belum maksimal menjelaskannya. Iya harus banyak belajar lagi, banyak cari-cari sumber lagi. Alhamdulillah ya Allah! Semuanya lancar, ya walaupun awalnya sempat tadi hamba grogi dan takut salah.
Akhirnya acara diskusi ini ditutup oleh moderator setelah waktu mapelnya habis. Dan kami kembali duduk di tempat semula. Dan ibu mengomentari kelompokku, dan alhamdulillah kelompokku mendapat komentar yang baik. Lalu bel istirahat berbunyi, maka tibalah waktunya istirahat dan shalat dhuha...
Lalu Haura mengajakku makan siang didalam kelas. Ternyata teman-teman yang lainnya juga sudah ada disana. Kami makan lesehan namun mahal. Hm mahal dari lauk paukya! Beraneka ragam lauk pauknya, terkadang saling menuapi dan saling mencicipi makanan teman yang lainnya. Kadang para ikhwan ada juga yang meminta lauk pauk dari kami. Ya saling berbagi aja intinya. Makanan kesukaan aku sama Haura adalah tumis tempe. Pasti semangat makannya kalau ada itu. Kami juga doyan makan cilok. Bumbunya cuman pakai bumbu atom dan aida. Kami saling menitipkan aja kalau ada salah satu dari kami yang mau keluar membelinya. Aku baru merasakan yang namanya keluarga disini.
Dalam kegiatan apapun kami selalu berusaha untuk kompak dan menjadi yang terbaik. Baik itu dalam kegiatan di kelas mapun dalam ajang lomba antar kelas. Ya karena rata-rata pengurus OSIS, IRMA, PRAMUKA dan yang lainnya ada di kelas kami. Jadi kelas kami sering kali menjadi sorotan para guru dankelas yang lainnya. Kami tentu harus menjadi contoh yang baik bagi mereka, dan menujukkan kualitas kami disamping kuantitas kami disini. Ya tanggung jawab yang lumayan berat! Tapikami saling menasuhati dan mengevaluasi tindak tanduk kami masing-masing, dan kami mampu menunjukkan yang terbaik bagi mereka.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar