Cahaya
itu perlahan datang dengan pelan namun kontinue, selalu memberi warna
didalamnya dengan medium spektrum yang berjuta pelangi menghidupi. Cahaya itu
memang tak tampak seperti akan memberi warna pada mataku, dia bagai tak ingin
diketahui kebaikannya pada semua orang di bumi ini. Saat kita terkena cahaya
itu, pastilah kita akan merasakan bagaimana menjadi seorang bunga yang haus
akan air, dan mengerti mengapa tumbuhan sangat menantikan cahaya itu. Ternyata
didalam sebuah cahaya ada kekuatan yang sangat besar, yang dapat memberi
kehidupan bagi kinerja tumbuhan dalam tumbuh kembangnya. Ya, padahal itu adalah
benda mati! Namun dapat memberikan lebih dari sekedar pengertiannya.
Hei
bangun! Sekejap ada suara yang membangunkanku dari lamunan panjangku, ternyata
memang terlalu lama aku menatap seberkas sinar mentari dari celah rindangnya
pepohonan. Ya, aku mendapat ilmu hanya dari seberkas sinar! Allah sengaja mengirimkan ilmu-Nya melalui cahaya itu. Aku tertunduk lemah dan
lemas, aku begitu malu ya Allah! Aku salah
satu bani Adam yang menjadi makhluk ciptaan Allah
paling sempurna diantara yang lainnya, karena dianugerahi akal dan hati
sanubari ternyata kalah bermanfaat dengan seberkas cahaya. Mataku berkedip
sayup nan lugu, seakan baru menyadari jiwa raga ini sangat kerdil dihadapan
sang Ilahi. Selama ini aku hanya sibuk dengan permainan duniawi tanpa melihat
dunia ukhrawi, aku hanya bisa menulis dan membaca buku saja tanpa bisa melihat
dan mengerti ilmu Allah yang berada di alam
ini.
Bila
aku ingin hidup, berarti aku harus hidup dengan cahaya, cahaya itu adalah
ISLAM! Cahaya ini datang dari sinar mentari di sana, di langit luas yang membentang
tegak lurus yang Allah ciptakan tanpa
tiang-tiang penyanggah. Mentari, langit, bumi dan seluruh yang ada di jagat
raya ini taat kepada Allah Swt, selalu patuh
terhadap perintahnya, Allah sengaja
menciptakan semua ini untuk kita, manusia (nur Muhammad Saw). Dan sekarang
dimana mentari itu? Aku tak dapat melihatnya dengan jelas keberadaannya, karena
terhalangi oleh pepohonan besar dan awan cumulunimbus. Aku bergerak cepat,
melangkah mencari sang mentari adanya...dimana, dimana, dimana? Ya Allah, aku tak mampu mencarinya, aku tak bisa
melihatnya! Dimana ya Allah? Tunjukkanlah
kepadaku mentari-Mu! Aku ingin melihatnya
walau ternyata aku tak kuasa memandangnya.
Kakiku
mungkin terlalu lelah untuk berjalan, namun mata ini tertarik kuat oleh magnet
perjuangan. Aku yakin pasti aku bisa menemukannya, ya di sana! Sang mentari
tertutupi oleh awan kelabu yang tak sabar segera pergi melangkah! Aku tersenyum
haru dan menunggu awan itu membuka wajah mentari yang mulai menyilaukan mataku.
Ya Allah, mentari itu bagaikan Engkau ya Allah! Engkau menciptakan Islam bagi kami,
memberikan warna yang terdiri dari beribu warna kebaikan yang senantiasa
berbuah. Aku perhatikan kaki dan jari-jemari ini, ya Allah
seluruh raga ini terlalu kotor untuk
datang menghadap-Mu.
Ya Allah, karuniakanlah kebaikan bagi hamba dalam
beragama, yang merupakan kunci kehormatan bagi hamba. Karuniakanlah kebaikan
bagi hamba di dunia, yang merupakan tempat hamba menjalani hidup. Karuniakan
kebaikan akhirat bagi hamba, yang merupakan tempat hamba kembali. Jadikan
kehidupan hamba senantiasa lebih baik. Jadikan kematian sebagai kebebasan hamba
dari segala keburukan.
Dalam
setiap doaku selesai shalat fardhu, tanganku senantiasa menengadah bermunazat
kepada-Mu! Ya Allah,
anugerahkanlah untuk hamba rasa takut kepada-Mu,
yang membatasi antara hamba dengan perbuatan maksiat kepada-Mu, dan
anugerahkanlah keta’atan kepada-Mu yang akan
menyampaikan aku ke surga-Mu, anugerahkanlah
pula keyakinan yang akan menyebabkan ringannya bagi hamba segala musibah di
dunia ini. Ya Allah, anugerahkanlah kenikmatan
kepada hamba melalui pendengaran, penglihatan dan dalam kekuatan hamba selama
hamba masih hidup, dan jadikanlah ia warisan dari hamba. Jadikanlah balasan
hamba atas orang-orang yang menganiaya hamba dan tolonglah hamba terhadap orang
yang memusuhi hamba. Janganlah Engkau jadikan musibah bagi hamba ada dalam
urusan agama hamba. Janganlah Engkau jadikan dunia ini adalah cita-cita hamba yang
terbesar dan puncak dari ilmu hamba. Jangan Engkau jadikan berkuasa atas hamba,
orang-orang yang tidak mengasihi hamba, amin.
Saatnya
aku harus bangun dari tidurku, semua itu ternyata hadiah dari Allah Swt untukku. Memang mimpi yang sangat indah!
Aku sudah terlalu sering mendapat mimpi seperti itu. Rasanya seperti dalam
kehidupan nyata, bisa melihat sinar sang mentari di langit sana. Bahkan jujur
aku sendiri pun tidak tahu bagaimana rupa sang mentari, atau bahkan sinar yang
menembus langit biru! Aku hanya melihatnya didalam mimpiku saja, apakah sama
rupanya? Walau aku tak bisa melihat semua itu, tapi aku yakin Allah Swt menggantikannya dengan indera yang
lainnya. Hal ini jangan membuatku menjadi seorang gadis yang lemah, aku harus
kuat! Aku ingin menjadi kuat dan berharga seperti tiram! Dia harus diguncang
dengan arus laut yang besar, dan rasa sakit yang luar biasa oleh pasir keras
pada kulitnya yang lembut dan bertahan sampai Alloh Swt menjadikan mutiara
terbentuk didalamnya.
Aku
sangat terinspiasi dari Al-Qur’anul Kariim, saat aku membaca terjemahan ayat
Al-Qur’an. Subhanallah! Indah sekali tata bahasanya, kaya sekali pembendaharaan
katanya, semuanya tersusun rapi dan sempurna! Dan itu adalah wahyu Allah yang disampaikan kepada Rasulullah Saw dan
kepada kita umatnya, begitu indah! Jadi, kalau kita sedang rindu kepada Allah tentu kita harus membaca Al-Qur’an, begitu pun
bila kita rindu kepada Rasulullah Saw maka kita harus membaca shalawat.
Semuanya mengalun indah juga berarti, didalamnya terdapat ilmu yang sangat maha
luas! Ada sejarah, IPA, IPS, ilmu mantik, dan ilmu sosial lainnya, pokoknya
semua ilmu yang ada di alam jagat ini ada didalam Al-Qur’anul Kariim...!!!!!
Mentari
indah di pelupuk mataku, seakan menjelma bagaikan fatamorgana indah yang
menjadi tempat peraduan diri dengan sang Ilahi. Disana, aku menemukan jiwaku
yang rapuh tanpa isi dan darahnya. Aku tak pernah tahu apa yang kurang dan
salah denganku, ternyata banyak sekali sesuatu yang tidak aku ketahui dan itu
sangat fatal. Aku lihat sinar mentari itu disini, lama semakin lama sinar itu
dapat mereduksi pandanganku secara periodik, ya ampun aku sadar aku bukan aku yang
sekarang. Gerak jari-jemariku merangkai kata yang dapat melukiskan betapa
rindunya jiwa dan ruh ini pada pemiliknya, ya aku merindukan-Mu ya Allah...!
aku hampa tanpa melodi indah yang selalu disenandungkan setiap pagi dan sore
dan berbicara kepada-Mu, aku malu bertemu dengan-Mu, aku terlalu sombong untuk mengucap syukur dan
bersujud pada-Mu. Waktuku semakin hari semakin
sempit, semakin berkurang, akan tetapi dosaku kepada-Mu
semakin bertambah ya Allah. Aku takut sekali
jauh dari-Mu, aku takut mengecewakan
Rasulullah! Tidak ya Allah, Rasulullah tidak
pernah gagal untuk membela kami dan menyampaikan amanat dari Engkau. Rasulullah
menyampaikan amanat-Mu dengan sempurna,
memberikan contoh dengan sangat baik. Jangan sampai tetesan tangis Rasulullah
menetes kembali karena kami umatnya...tetesan yang suci dari seorang kekasih Allah yang begitu mencintai kami sampai Rasulullah
menolak untuk tinggal di syurga-Mu ya Allah! Karena Rasulullah tidak ingin meninggalkan umatnya di bumi,
apalagi dalam kesesatan dan kejahiliyahan. Rasulullah tak peduli dengan sejuta
makian dari kaum kafir Quraisy dan beribu siksaan dari umatnya. Masyaallah...sungguh
bodoh kami ini, kami menyia-nyiakan nur yang paling bercahaya diatas cahaya
yang ada.
Hai...aku
rasa, aku mulai akan kehilangan sesuatu yang aku punya sekarang! Walau entah
apa aku tak tahu, tapi mataku mengantarkan aku pada masa silam yang sudah tak
aku miliki. Terkadang aku terlalu lelah dengan semua ini, semua kehidupan dunia
ini! Bukan hanya ketika aku tengah terpuruk, akan tetapi saat aku berada di
atas tangga hidup ini. Tubuh ini bertranspirasi, dan disaat itu aku tahu bahwa
aku tengah jauh dengan Allah...ternyata
seberapa besar bahagia pun yang kita rasakan, takan pernah mampu sebanding
dengan bahagianya seorang hamba yang dekat dengan Allah...merasa
tenang, damai dan hangat rasanya. Aku perhatikan jari ini, sebanyak berapa kali
dia memegang Al-Qur’an, putaran tasbih, menengadah bermunazat pada-Mu! Dan bibir ini yang selalu menyakiti hati
orang, berdusta, meremehkan orang...Ya Allah,
sungguh aku ini berpasirkan dosa yang beratomkan kesalahan, kebodohan, kealpaan,
kehinaan. Aku malu Ya Allah, seandainya
nanti aku bertemu dengan Engkau! Engkau Yang Maha Mengetahui Ya Allah...! Aku bukanlah apa-apa tanpa-Mu. Ketika teringat semua masa laluku, aku
benar-benar malu pada-Mu Ya Allah, semuanya terasa mimpi namun sakit di hati.
Aku terpuruk, aku berat akan bangun lagi, pandanganku gelap, buram, bagaimana
aku akan berjalan? Sedangkan aku melihat saja tidak bisa, aku hanya ada dalam
kesedihan dan keputusasaan. Wahai Dzat Yang Maha Kuasa, berilah kekuatan untuk
aku bangun ya Allah, sungguh aku tak kuasa
untuk menggerakkan tubuh ini.
Hari
ini adalah hari yang sangat cerah! Semua yang ada pada pandanganku ini, seolah membutakan
aku bahwa semuanya ini jua kan hancur, senyum ini berselimutkan khauf pada-Mu Ya Allah. Ku langkahkan kaki ini dengan basmallah,
berharap ridha dan rahmat Allah senantiasa
mengiringi perjalanan ini. Sampai suatu saat nanti, kaki ini lelah berjalan
dalam dakwah sampai tak sanggup lagi meniti jalan batu dan terjal. Dalam sepi,
aku adalah aku yang sekarang! Aku yang kemarin sudah aku, jangan mundur, dan
aku yang akan datang adalah aku yang sekarang berhasil dan
bermanfaat...berhasil dalam menjalani Al-Qur’an, hadits dan bermanfaat dalam
menolong umat! Aku adalah seorang gadis yang hidup pada zaman yang benar akan
gilanya, semuanya diluar batas! Bukan hanya diluar batas polisi tapi juga
diluar batas agama Islam. Aku yang sekarang tahu akan hidup pada akhir zaman
ini, seolah bangun dari tidur yang lelap karena suara geledek dan kilat, aku
yang tadinya santai karena anggapan yang biasa, menjadi tersentak dengan
kesadaran bahwa umat Islam sudah sangat jauh dari Tuhannya! Pantas selama ini,
banyak sekali teguran yang semakin lama semakin besar akibatnya dari Allah. Dan yang lebih parah adalah kenyataan bahwa
perusak agama dan negeri ini adalah para murohiqoh (remaja) nya, yang
diandalkan sebagai penerus bangsa, melanjutkan kehidupan yang lebih baik dan
bermartabat malah menjatuhkan tiang negara yang telah susah payah dibangun.
Bagaimana akan lebih baik? Jika para umat muslim banyak yang meninggalkan
ajaran agamanya, inilah salah satu sebab kemunduran Islam pada masa emasnya!
Tidak banyak yang mengenal Al-Qur’an, memahami maknanya, mengamalkan bacaannya!
Mereka kebanyakan terlalu sibuk dengan permainan dunia ini, yang sifatnya hanya
membuai saja! Dan semua itu adalah semu, hanya bayangan saja, sebagai ujian
dari Allah bagi orang yang beriman, apakah
mereka akan terbuai dengan semua ini? Apakah benar mereka beriman kepada Allah? Ataukah hanya madu yang manis yang
mengaliri bibir, atau hanya siasah syar’iyyah saja untuk mendapatkan sesuatu?
Wallahu ‘alam bishawab! Hanya Allah lah yang
tahu dan hati yang menjawabnya.
Dengan menyebut nama Allah jalani hidupmu, yakinkan niatmu, jangan
pernah ragu! Dengan menyebut nama Allah kuatkan tekadmu, menempuh nasibmu,
kemanapun menuju...serahkanlah hidup dan matimu, serahkan pada Allah semata, serahkan duka gembiramu. Agar damai
senantiasa hatimu...jika dengan itu kita melangkahkan kaki ini untuk berpijak
di bumi Allah, maka insyaallah dalam rangka
mencapai mardhatillah akan selalu syukur dan sabar. Adakalanya kita mendapat
kebahagiaan dan terhindar dari musibah, maka ucap kata syukur lah yang pantas
kita panjatkan kepada Allah Swt. Dan saat
kita mendapat musibah, atau gagal mencapai keberhasilan, maka ucapkanlah kata
istirja dan bersabarlah. Karena benar sungguh Allah
selalu bersama orang-orang yang sabar...! Jangan pernah merasa putus asa
apalagi bersu’udhan kepada Allah atas semua
musibah yang terjadi kepada kita, sungguh aku tahu dengan tersenyum dan
khusnudhan kepada Allah akan mampu menghapus
rasa amarah yang membelenggu jiwa ini. Karena aku tahu Allah
lah dzat Yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu, tentang diri ini, apa yang
terbaik dari Allah adalah pasti yang terbaik
untuk kita. Karena belum tentulah apa yang telah menjadi rencana dan pilihan
kita harus mutlak terjadi, dan merupakan yang terbaik untuk kita sebagai
manusia. Waktu Allah berbeda dengan waktu
kita, maka biarkanlah tiap sesuatu indah pada waktu-Nya.
Apalagi pada zaman sekarang, para remaja Islam telah menganut banyak paham dan
bahkan gaya hidup orang yahudi dan nasrani, mereka menjadikan orang kristen
sebagai imam mereka (lihat Qs. An-Nisaa ayat 144) dan liberalisme yang
berlebihan dan menyimpang sebagai adat budaya. Ya Allah,
apakah sekarang Rasulullah mengetahui bahwa sekarang umatnya benar-benar kacau
dan keliru? Mereka lupa akan hakikat penciptaan manusia yang sebenarnya, dari
mana kita berasal? Untuk apa kita hidup? Dan kemanakah kita semua kan berpulang
(kembali)? Sungguh, semua jawaban ada didalam Al-Quranul Karim. Jangan memandang Al-Qur’an sebagai kitab biasa
yang dianggap untuk dipajang dilemari dan dibiarkan berdebu. Kelak, Al-Qur’an
adalah penyelamat kita didalam kubur. Dia bagaikan pelita yang menerangi alam
kubur kita, namun cahaya yang menerangi tersebut tidak semuanya terang.
Kapasitas terangnya berbeda-beda untuk setiap orangnya, karena ditentukan dari
seberapa sering dia membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya. Bacalah artinya
sahabat, nanti kau akan mendapatkan ilmu dan hidayah yang sangat besar.
Setidaknya, kita semua bisa tahu apa ketentuan-ketentuan Allah Swt? Apa yang disukai oleh Allah, dan apa yang mendatangkan ridha-Nya! Juga apa yang dibenci oleh Allah Swt? Dan apa saja yang dapat mendatangkan
murka Allah kepada kita! Hai...kita hidup di
dunia ini tidak hanya mengikuti insting dan naluri seperti hewan, kita
mempunyai akal yang sempurna yang diciptakan Allah
Swt. Akan tetapi, akal saja juga tidak cukup untuk diandalkan, karena
akal juga membutuhkan iman yang ada didalam hati. Karena itulah Al-Qur’an
diturunkan, sebagai Al-Furqan yakni sebagai pembeda antara yang haq
(benar) dan bathil (salah), jadikanlah Al-Qur’an sebagai pedoman hidup kita.
Jangan sampai imam kita tertutup
debu, tersingkap kemalasan dan kelalaian. Karena dengan imam kita ini, yang
akan menerangi alam kubur kita yang gelap dan benar akan rasa takutnya! Marilah
rajin membaca Al-Qur’an, karena dari sana kita akan menemukan cinta dan kasih
sayang Allah kepada kita, dan tujuan kita
diciptakan oleh Allah Swt ke dunia ini yang
fana dan penuh dengan fasad.
“Dialah yang telah mengutus rasul-Nya dengan petunjuk (Al-Qur’an) dan agama yang
benar untuk diunggulkan atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak
menyukaimu”
(Qs.At-Taubah (9): 33). Sahabat, sekali lagi firman Allah yang maha benar akan
kejadiannya. Mari kita bertafakur bersama, dan lihatlah bagaimana pendapat para
jenius Eropa tentang agama Islam. Menurut mereka jika ada agama yang mampu
menguasai dunia dan bumi Eropa, maka Islamlah agama itu. Coba pikirkanlah
mengapa mereka berpendapat demikian? Mengapa bukan agama mereka sendiri, yakni agama
Kristen? Karena sesunguhnya mereka menilai dan mengakui kesempurnaan agama Allah ini dengan ilmu mereka.
Sahabat mari kita belajar sejarah
Islam sedikit untuk tahu betapa hebat dan indahnya dahulu Islam menguasai dunia
dalam berbagai bidang, bagaimana tidak? Karena umat Islam mempuyai Allah dan Rasulullah dan Al-Qur’an dihati mereka. Islam
ada pada masa emasnya dimulai dari masa Rasulullah Saw, Khulafaur-Rasyidin,
Bani Umayyah, Bani Fathimiyah, Bani Abbasiyah, Bani Ayyubiyah, sampai Dinasti
Turki Utsmani yang sukses menguasai hampir seluruh Eropa saat itu. Semuanya
sempurna untuk klasifikasi negara dan rakyatnya yang terbaik, karena baldatun
thayyibatun wa rabbun ghaffur. Bahkan pada Dinasti Turki Utsmani yang
dipimpin oleh Muhammad Al-Fatih yang masih berusia belia tapi sudah berhasil
mengalahkan benteng kuat bangsa Yunani dan Romawi.
Jika pada masa dahulu perang dengan
orang kafir merupakan jihad yang harus dilakukan oleh umat Islam, maka untuk
zaman sekarang jihadnya lebih sulit lagi sahabat! Karna musuh yang kita hadapi
tidak dapat kita lihat dan kita ketahui itu bahaya, bahkan musuh itu ada
didalam diri kita sendiri, yaitu memerangi hawa nafsu.
Banyak orang yang mengagumi kota
Paris dan bangunan-bangunanannya juga banyak tokoh yang berpengaruh dalam ilmu
dan penemuan pertama di dunia. Tanpa banyak orang yang tahu bahwa dibalik
mereka ada tokoh yang menginspirasi mereka, atau bahkan mereka hanya sekedar
melanjutkan. Sebagai contoh Prancis sering disebut sebagai The City of Light,
padahal kota yang benar-benar dimaksud adalah kota Cordoba. Di kota ini sangat
kental budaya dan peninggalan Islam dalam
bidang apa pun, karena memang dulunya ini adalah kota Islam namun
orang-orang kafir Eropa bersekutu untuk menjajah dan mengusir umat muslim.
Banyak mesjid yang tinggi akan nilai seni arsitekturnya dan filosofisnya namun
sayang sekarang sudah dijadikan museum bahkan ada yang dijadikan gereja.
Kembalilah
kita semua kepada Al-Qur’an...wahyu Allah
yang diturunkan kepada Rasulullah Saw melalui malaikat Jibril, yang berisikan
pedoman hidup manusia! Dalam Al-Qur’an, Allah
telah menjelaskan tujuan diciptakannya manusia, bahkan secara kontekstual
terhadap jin “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka
beribadah kepada-Ku...” (Qs.Al-Hujurat : 56) pada ayat ini Allah mendahulukan kata jin daripada manusia
karena dari waktu penciptaan, antara jin dan manusia Allah
lebih dahulu menciptakan jin daripada manusia (Qs.Al-Hijr : 27). Saat Allah
menciptakan manusia, telah lebih dahulu ada jin dan malaikat di surga. Malaikat
adalah hamba Allah yang sangat taat kepada Allah,
dia tidak akan pernah durhaka terhadap Tuhannya. Karena malaikat tidak
dikaruniai hawa nafsu, jadi malaikat sami’na wa atha’na. Sedangkan untuk iblis,
sudah tentu Iblis adalah makhluk ciptaan Allah
yang durhaka kepada Allah karena
kesombongannya. Untuk itu, berhati-hatilah dalam bersikap, jangan sampai sikap
kita membuat Allah kecewa apalagi murka
kepada kita, na’udzubillaahimindzalik! Dan jin adalah makhluk Allah yang diciptakan dari percikan api, yang
dikaruniai hawa nafsu dan akal dalam sifatnya. Dan iblis adalah salah satu
makhluk Allah yang umurnya ditangguhkan
sampai hari kiamat. Namun jin tidak, mereka juga bisa mati hanya umur mereka
yang lebih panjang dari manusia! Jin juga sama dengan manusia, mempunyai
pilihan dalam hidupnya, apakah dia ingin menjadi hamba Allah
yang beriman dan bertaqwa? Atau malah ingin menjadi seorang hamba yang tidak beriman dan durhaka!
Dapat
kita ambil esensinya secara generalisasi, bahwa tujuan hidup kita manusia
adalah untuk beribadah kepada Allah...Ya Allah sungguh besar amanah-Mu namun aku yakin bahwa semua itu sebanding untuk membayar
semua dosa kami untuk kembali memenuhi surga-Mu.
Namun kami disini hanya bermain dan tertawa yang dapat membuat hati kami ini
mati rasa akan tujuan kami, dan menangis berputus asa tanpa sabar dan sering
bertanya mengapa Engkau melakukan ini pada
kami? Kami terlalu bodoh untuk tahu bahwa Engkau
begitu sayang kepada kami. Engkau tahu bahwa
dengan adanya masalah lah atau dengan diturunkannya musibah lah kami akan kembali
pada-Mu. Agar kami kembali meniti sejadah
panjang, menghelai sarung dan mukena, menghitung dzikir, merasakan Engkau dalam setiap nafas kami. Tapi nafas kami
ini penuh dengan nafsu dunia yang selalu memburu, bergejolak dalam tarikannya
dan amarah dalam hembusannya. Ya Allah,
jujur aku ingin sekali shalat yang khusyuk, yang dapat diterima oleh-Mu. Akan tetapi, rasanya setelah aku berusaha
masyaallah godaannya sangat besar. Tapi walaupun kabut nebula hitam menghalangi
jalanku, akan ku tembus dengan cahaya keimanan dan berjihad untuk jalan ini.
Aku takut sekali jikalau shalatku tidak diterima, maka semua amalanku juga
tidak diterima. Ya Allah, apa daya upayaku?
Karena dalam suatu riwayat, pada suatu hari nanti di alam akhirat, Allah akan meremas shalat kita seperti kertas dan
dilemparkan shalat kita kepada muka kita, dengan berfirman “Ini, terima shalat
kalian! Ini adalah shalat kalian selama hidup di dunia kepada-Ku!”. Allah
sangat murka nanti di akhirat, karena pada saat itulah Allah
akan membalas setiap perbuatan manusia dengan amalannya masing-masing di dunia.
Dan jangan khawatir untuk orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, Allah telah berjanji kepada mereka di dalam
Al-Qur’an bahwa Allah tidak akan
menyia-nyiakan amal mereka (Qs. Al-Kahfi ayat 30 ) dan dapat melihat
wajah Alloh (Qs.Al-Insan : 22-23),
subhaanallah.
Untuk
itu marilah sahabat, kita bertafakur diri betapa besar kekuasaan Allah dan betapa kerdilnya kita dihadapan Allah? (Qs. Fatir
ayat 44) Apakah pantas kita untuk berlaku sombong? Apalagi sampai
membanggakan dirinya sendiri dihadapan orang lain! Semoga kita semua terhindar
dari semua itu. Karena apa yang kita bisa merupakan ilmu Allah, dan kerana kekuatan-Nya lah kita bisa bergerak dan melakukan semua yang kita
inginkan. Jangan pernah merasa lebih dari orang lain, apalagi sampai
membandingkan diri dengannya! Sungguh Allah
tidak menyukai orang yang sombong dan suka membanggakan dirinya sendiri. Setiap
orang mempunyai kecerdasan dalam bidang yang berbeda-beda, kerana kecerdasan
manusia itu keseluruhannya ada 7. Hindarkanlah sikap diskriminasi, wujudkanlah
persatuan ukhuwah Islamiyah dan jangan berpecah belah dengannya. Ambillah prinsip
orang jepang sahabat, orang jepang suka meneliti dan menganalisis orang
lain atau temannya bukan karena kesalahannya, tapi karena kecerdasannya atau
kelebihannya. Mereka mengambil kebiasaan orang lain yang baik dan diterapkan
pada diri mereka, dan mereka menjadikan kesan tiada hari tanpa membaca,
walaupun ada di bis atau bahkan di toilet pun mereka tetap membaca. Ini adalah
kebiasaan yang baik, sebagai seorang muslim dan muslimah lebih baik lagi
jikalau kita manfaatkan untuk berdzikir dan membaca Al-Qur’an.
Seperti
tokoh Indonesia kita, yakni wali songo (9 sunan) yang menyebarkan
agama Islam di pulau Jawa. Mereka kemanapun dan dimanapun selalu membawa tasbih
untuk senantiasa berdzikir kepada Allah, dengan
merenungi arti dari kalimat–kalimat talbiyah. Dengan demikian, kita akan selalu
ingat, untuk senantiasa tawadhu kepada sesama manusia dan utamanya kepada Allah Swt. Dan kita kembali pada zaman yang
dikatakan modern namun jahiliyah. Banyak bertebaran dimana-dimana alat tekhnologi
tinggi untuk membantu pekerjaan manusia, dan dengan tekhnologi itu akan semakin
mudahnya kita beribadah kepada Allah.
Seperti contoh adalah kendaraan, alat telekomunikasi, dan lain-lain. Namun
setiap ada kelebihan pastilah juga ada kekurangan, internet yang seakan dapat
membawakan dunia ke pangkuan kita, juga dapat membawakan magma yang sangat
panas yang ada di dalam bumi itu sendiri. Intelektualitas, kejeniusan, IPTEK,
sarana dan prasarana manusia sekarang sudah sangat maju. Setiap harinya semakin
banyak penemuan-penemuan yang dapat secara valensi mengubah dunia ini. Akan
tetapi apabila dilihat dari segi agama, moral, asusila, aqidah dan akhlak dan norma-norma
yang berlaku pun sudah menjadi aturan yang berdebu.
Semua
itu hanya diketahui tanpa diamalkan, semuanya hanya bagai suatu simbol
kamuflase yang ditujukan untuk menunjukkan adanya suatu peradaban manusia yang
beradab dan memenuhi ciri negara. Disinilah tantangannya, kita sebagai seorang
muslim dan muslimah harus pandai membaca situasi dan kondisi tersebut. Dalam QS.An-Nahl
ayat 125, bahwa Allah Swt mewajibkan
kita siapa saja yang tahu hukumnya akan amar ma’ruf nahyil munkar untuk menyeru
umat manusia kepada jalan Allah, jalan yang
shirathal mustaqiim, jalan yang diridhai oleh Allah
Swt. Dan di dalam ayat tersebut pun Allah
jua memberi tahu kita beberapa cara ataupun metode untuk melakukannya yakni, memberi
pelajaran dengan hikmah (kebijaksanaan), dan dengan pelajaran yang baik, dan
apabila terjadi perselisihan maka berdebatlah dengan cara yang baik. Allah Maha Mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya, dan siapa yang mendapat petunjuk dari Allah Swt. Untuk itu galilah kembali Al-Qur’an
kita yang tersingkap debu, yang rindu akan suara tawadhu kita kepada Allah Swt, dan hayatilah setiap maknanya. Didalam
Al-Qur’an Allah berfirman, bahwasanya
manusia jangan berputus asa dari rahmat Allah, dalam berjalan untuk menggapai
ampunan Allah Swt. Sungguh, Allah Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat. Allah sangat senang terhadap hamba-Nya yang suka bertaubat (Qs.Al-Baqoroh : 222),
walaupun hamba-Nya melakukan kesalahan dan
melanggar taubatnya 1000 kali karena kebodohannya asalkan dia juga bertaubat
kepada Allah sebanyak 1000 kali pula, insyaallah Allah
akan mengampuninya. Adapun untuk tahapan dalam bertaubat, yakni pertama
menyadari kesalahannya, kedua menyesali kesalahannya, ketiga mengucap istigfar,
keempat berjanji tidak akan mengulangi kesahannya, dan yang kelima adalah
diikuti dengan perubahan sikap yang lebih baik lagi.
Sedangkan
kita bagaimana sahabat? Apakah kita lebih baik dari akhlak Rasulullah Saw?
sampai kita semua terlalu sombong untuk bersujud kepada Allah dan bertaubat dengan taubat yang sesungguhnya? Bayangkan
akan tibanya kematian kita semua, andai nanti mungkin satu jam lagi atau
mungkin satu menit lagi? Sungguh kita bukanlah penguasa waktu, bahkan pemilik
waktu! Kita ini hanya bagai semut yang mencuri makanan dan menggigit manusia
yang memberinya. Sungguh kita ini benar-benar tidak tahu diri untuk berterima
kasih kepada Allah Swt, Tuhan yang memberi kita hidup dan menjamin segala
kebutuhan kita semua.
Di
dalam Qs.Al-Ahzab ayat 59 dan Qs.An-Nur ayat 31, jelaslah dalil naqli
perintah berhijab, selalu istiqomah untuk berjilbab dan selalu berusaha untuk
berhijab yang sesuai dengan syar’iyah. Karena yang sangat tampak dan dijadikan
suatu yang tabu adalah kewajiban menutup aurat bagi wanita yang beragama islam.
Hampir semua wanita muslimah hanya mengetahui setitik mengenai berjilbab.
Bahkan tak heran banyak wanita muslimah hanya mengenal kerudung. Inilah salah
satu penyebab kehancuran agama Islam, banyak umat Islam yang meninggalkan
ajaran agamanya. Memang suatu keluarga adalah suatu agen primer yang sangat
dominan membentuk anaknya, apakah anak tersebut akan menjadi anak yang
shaleh/shalehah ataukah menjadi anak yang durhaka terhadap keluarga sampai
kepada nabi dan Tuhannya! Menutup aurat untuk wanita adalah masalah yang sangat
vital dan fundamental. Allah Swt sangat
menghargai dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada makhluk-Nya yakni wanita, dengan memberikan perintah dan
hukum untuk menutup aurat bagi wanita. Dan ciri seorang wanita muslim (wanita
yang beragama Islam) adalah dengan menutup aurat, memang pada zaman sekarang
umat Islam tidak bertelanjang bulat atau memakai pakain sehelai seperti pada
zaman purba. Akan tetapi, apakah mereka sudah benar menutup aurat mereka?
Mari
kita mulai dari pakaian, pakaian yang dianjurkan untuk seorang muslimah adalah
memakai baju gamis, mengapa demikian? Karena baju gamis adalah pakaian
yang tidak berpotong-potong, tidak membentuk lekukan tubuh wanita, dan gamis
adalah baju yang longgar. Adapun untuk pakaian yang berpotong-potong,
dibolehkan seperti memakai baju panjang dengan rok panjang, asalkan pakaian
tersebut tidak membentuk lekukan tubuh, dan bisa menutup aurat daerah sekitar
pinggang dan pantat. Memakai celana pun boleh, asal celana tersebut longgar dan
tidak ketat, transparan ataupun mempunyai warna yang mencolok yang dapat
menimbulkan perhatian banyak orang. Untuk model atau style pakaian dalan Islam
khususnya untuk wanita, Islam tidak mengekang atau mengurung seorang muslimah
harus memakai atau bercirikan sesuatu, asalkan memenuhi syarat menutup aurat,
maka pakaian bisa disesuaikan dengan adat atau negara masing-masing. Dan perlu
untuk diketahui dan dijadikan sebagai pegangan bahwasanya pakaian tersebut
tidak boleh ketat dan transparan. Banyak pada zaman sekarang,
model pakaian yang beraneka ragam budaya, warna, style, yang dibuat untuk
seorang muslimah adalah salah. Coba kita analisa bersama, kebanyakan baju pada
zaman sekarang ketat, transparan, tidak menutup aurat. Dan banyak orang yang
memandang baju gamis adalah baju yang kuno, gak stylish, gak mode banget,
kampungan, dan banyak komentar primitif yang dijadikan alasan mereka menghina
agama mereka sendiri. Tanpa mereka sadari, mereka telah menjatuhkan agama
mereka sendiri dan mereka mengagungkan paham liberalisme yang menyimpang.
Padahal mereka mempunyai imam di dunia ini, yakni Al-Qur’an. Al-Qur’an
adalah wahyu dari Allah Swt yang disampaikan
kepada Nabi Muhammad Saw melalui perantara yakni malaikat Jibril As. Al-Qur’an
adalah kalam Allah, didalam Al-Qur’an Allah secara jelas memerintahkan kita manusia
untuk menta’ati aturan-Nya dan menjauhi
larangan-Nya.
Dan
untuk jilbab, didalam Al-Qur’an Allah telah
memerintahkan wanita muslim untuk berjilbab, dan pertanyaannya adalah bagaimana
yang disebut jilbab menurut Al-Qur’an? Jilbab adalah kain yang digunakan untuk
menutup aurat wanita bagian atas, khususnya bagian kepala, pundak, lutut kaki
lutut kaki? Hmmm...kalau itu lagu anak-anak! Khususnya bagian kepala, pundak,
dada, punggung, itu yang dinamakan jilbab. Sedangkan untuk perbedaannya dengan
kerudung, kalau kerudung hanya menutup bagian kepala saja, atau hanya sampai
leher, atau pada zaman sekarang yang berbelit-belit tanpa menutupi dada dan
punggung. Dan mengapa bagian dada harus ditutupi juga bagian punggung? Karena
bagian tersebut merupakan aurat wanita yang menonjol, untuk itu bagian tersebut
harus ditutupi. Bahkan ada seorang muslimah di temur tengah yang sampai memakai
jibab menutupi bagian bawah punggungnya. Dan ada yang disebut dengan cadar!
Cadar adalah kain yang digunakan untuk menutupi wajah sampai bawah mata.
Memakai cadar adalah sunah, karena Al-Qur’an tidak mewajibkan secara khusus muslimah
memakai cadar, hanya pada zaman Rasulullah Saw sudah menjadi adat kebiasaan
untuk memakai cadar. Ini berhubungan dengan kewajiban seorang wanita yang harus
menjaga kecantikannya, menundukkan pandangannya apabila melihat atau berbicara
dengan lawan jenisnya. Agar mencegah juga meminimalisir terjadinya syahwat
ketika saling berpandangan. Dan agama Islam adalah agama yang memudahkan
pengikutnya, semuanya dikembalikan kepada muslimin wal muslimat sesuai dengan
wilayah dan adat mereka asalkan sesuai jua dengan al-ashlu hukum Islam yang
mutlak.
Adapun
untuk syarat-syarat berhijab maupun berjilbab adalah, pertama hendaklah hijab
atau jilbab tersebut menutup seluruh badan. Kedua, hendaklah hijab atau jilbab
tersebut tebal, tipis dan tidak transparan. Ketiga, hendaklah hijab atau jilbab
tersebut bukan berupa perhiasan atau pakaian yang mencolok, yang memiliki
warna-warni yang menarik, sehingga menimbulkan perhatian. Keempat, hendaklah
hijab atau jilbab tersebut tidak sempit dan ketat. Kelima, hendaklah hijab atau
jilbab tersebut tidak memakai minyak wangi. Dan yang keenam, hendaklah hijab
atau jilbab tersebut tidak menyerupai pakaian laki-laki.
Jadi
sahabat akhwat yang jamiilah mari kita pilih mana yang terbaik untuk kita,
menjadi seorang muslimah yang menutup auratnya karena Allah,
atau menjadi muslimah yang durhaka kepada Allah
yang Menciptakannya, memang jalan menuju surga Allah
itu seperti jalan menuju gunung yang berkelok-kelok namun mengangkat derajat
kita di pandangan Allah Swt. Sedangkan untuk
jalan menuju neraka masyaallah mudahnya seperti jalan tol yang luas dan lurus
namun jalan tersebut berakhir di jurang (Qs.Al-Hijr : 39). Sahabat kita
hidup tidak perlu susah mencari prinsip, pedoman, tujuan, karena semuanya itu
sudah ditetapkan oleh Allah Sang Khaliq
(sang pencipta). Bacalah di dalam Qs.Al-Mu’minun ayat 115. Kita
diciptakan oleh Allah Swt semata-mata
mempunyai tugas yang diemban didunia ini, mungkin dari kita ada yang bertanya
mengapa tugas kita di bumi Allah ini adalah
untuk beribadah kepada Allah Swt? Alhamdulillah
segala puji bagi Allah, ada beberapa jawaban
yang fundamental dan basic yang sangat perlu sahabat ketahui. Yang pertama, itu merupakan tugas seorang
ciptaan kepada Yang Maha Menciptakan untuk menyembah (beribadah) dan melakukan
semua yang diperintahkan juga menjauhi semua yang dilarang-Nya, semua itu semata-mata hanya untuk kebaikan
hamba itu sendiri. Yang kedua, beribadah merupakan jalan ta’arufillah
dalam tasawuf, jadi bisa dikatakan suatu metode thaharah untuk
membersihkan diri dari segala yang mengkotorkan badan, pikiran, dan hati demi
mencapai kedekatan dengan Allah Swt dan mardhatillah.
Yang ketiga adalah ibadah adalah pembersihan dosa manusia, mari kita flashback
pada saat Allah murka kepada Nabi Adam As,
sehingga Nabi Adam As dikeluarkan dari surga dan ditempatkan di bumi Allah ini. Itu adalah suatu rencana dari Allah untuk Nabi Adam As, agar beribadah di bumi
ini yang serba fana dan penuh dengan godaan hawa nafsu dan cobaan fisik.
Pada
zaman sekarang berjilbab itu hanya seperti dijadikan sebuah kata “sebaiknya”,
dan kebanyakan orang memandang orang yang berjilbab untuk digunakan ketika masa
tua datang dan terkadang orang yang berjilbab itu seperti orang yang berbeda,
berbeda bukan karena hanya pakaiannya saja, akan tetapi dari penerimaan
beberapa orang. Dan siapa orang yang meremehkannya? Mereka adalah orang-orang
yang yang beragama Islam, inna lillaahi wa inna ilaihi raaj’uun!
Wanita sekarang hampir tidak ada perbedaannya antara wanita yang beragama Islam
dengan wanita yang beragama Kristen, Yahudi, Hindu, dan lain-lain. Padahal
jelas didalam Al-Qur’an bahwa semua wanita muslimah wajib menutup aurat
mereka! Suatu perkara yang wajib jika dilaksanakan mendapatkan
pahala dari Allah, dan jika tidak
dilaksanakan maka akan mendapatkan dosa! Kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput
kita dengan malaikat Ijrail yang sangat menyeramkan, padahal kematian tidak
dapat ditunda (Qs. Al-Munafiquun ayat 11) dan semoga kita semua meninggal dalam
keadaan khusnul khatimah amiiin! Bersyukurlah bagi kaum akhwat yang sudah
diberi kesempatan untuk bertaubat kepada Allah Swt,
telah diberikan hidayah-Nya, inayah-Nya dan semua kenikmatan yang tiada bandingnya,
karena kita semua sudah mengetahui tugas kita yang sebenarnya. Dengan jilbab,
kita akan diketahui orang bahwa kita adalah seorang muslimah, karena hijab
merupakan identitas seorang muslimah! Dan janji Allah
wanita berhijab tidak akan diganggu oleh orang dzalim.
Kecantikan
yang haq itu adalah kekal, walau sampai maut menjemputnya. Allah akan selalu
menjaga kecantikannya sampai dia dibangkitkan kembali dan mendapatkan pahala dan
kemenangan yang besar dari Allah Swt.
Terkadang sebuah penglihatan itu bisa tertipu, terbuai, terhipnotis.
Pendengaran pun mempunyai sifat yang sama, dan terkadang sesuatu yang belum
pasti didengar pun dalam kebenarannya selalu dapat mencelakakan diri ini. Cantik
fisik jangan selalu atau bahkan terlalu dibanggakan untuk mencari pujian dan dercak
kagum.
Fisik
ini hanyalah amanah dari Allah Swt, apakah
itu baik atau tidak menurut ukuran manusia ataupun pantas untuk dikagumi. Bagi
laki-laki maupun bagi perempuan, fisik yang kita miliki ini adalah ujian dan
cobaan pula untuk menjaga, mensyukuri dan sebaik apa kita menggunakannya.
Semuanya akan diminta pertanggungjawaban atas apa yang telah kita lakukan sekecil
apapun itu Allah lah Yang Maha Mengetahui.
Terkadang
nada hati berangan-angan seandainya aku hidup pada zaman Rasulullah Saw.
Hah...indah sekali, bisa melihat wajah mulia nan agung beliau, mendengar suara
merdu nan khauf beliau, dan berada di tanah suci Makkah untuk jihad fii
sabilillah! Namun, hati ini sendiri pun bertanya, apakah aku akan sanggup
berjuang di zaman itu? Dengan segala ujian dan cobaan terberat kepada
Rasulullah dan para sahabat juga kepada para kaum muslimin.
Mereka
yang hidup pada zaman Rasul adalah orang pilihan yang sengaja Allah turunkan kepada bumi untuk menolong agama
Allah yang agung ini. Mereka yang mampu dan bersedia mempertaruhkan semua yang
mereka miliki. Ingatkah sahabat kepada paman Rasulullah Saw yang bernama Hamzah
bin Abdul Muthalib? Betapa tragisnya beliau wafat? Beliau meninggal pada saat
perang Uhud dan didzalimi oleh istri Abu Sufyan yakni Hindun, bagaimana
kejamnya dia melakukan itu? Tapi sesungguhnya mereka yang mati di jalan Allah itu adalah hidup disisi-Nya. Rasulullah Saw bersabda bahwasanya orang yang
mati di jalan Allah tidak akan merasakan sakaratul maut seperti orang yang
terbunuh, tapi hanya merasakan sakitnya dicubit.
Begitu
banyak kisah para sahabat yang rela mengorbakan apa yang mereka cintai yang
bersifat keduniaan, sekali pun itu adalah nyawanya sendiri. Hal itu dikarenakan
rasa cinta mereka kepada Rasulullah Saw, karena cinta kepada rasul harus lebih
tinggi daripada cita kepada diri sendiri. Seperti yang akan dicontohkan
sekarang, adalah sahabat Rasul yang bernama Abdullah bin Hudzafah. Pada masa
khalifah Umar bin Khattab, beliau mengirim Abdullah bin Hudzafah dan tentara
muslim yang lain kepada tentara Romawi. Namu Abdullah malah ditawan dengan
tentara muslim lainnya oleh tentara Romawi.Mereka berkata “Ini adalahsalah
seorang dari sahabat Mhammad Saw”. Kaisar bertanya “Maukahkamu masuk kristen
dan kamu akan ku beri sebagian kekuasaanku?” jawab Abdullah “Jika kamu memberi
seluruh kekuasaanmu dan seluruh apa yang dimiliki orang Arab supaya aku keluar
dari agama Muhammad sedikitpun niscaya aku tidak akan mau melakukannya”. Kata
Kaisar “Jika demikian, aku akan membunuhmu”, jawabnya “Itu terserah padamu”.
Kaisar beberapa kali lagi memberikan penawaran kepada Abdullah, bahkan sampai
mendatangkan dua tawanan orang Islam yang akhirnya sama menolak dan dimasukkan
ke dalam air yang yag mendidih.
Sekarang
giliran Abdullah tiba, tiba-tiba ia menangis. Orang-orang menyangka ia takut
mati. Lalu Kaisar memberikan tawaran lagi, namun Abdullah tetap sama menolak.
Kaisar bertanya ”Jadi mengapa kamu menangis?” jawab Abdullah “Saya menangis
karena berkata kepada diriku sendiri, ‘saat ini kamu akan dilempar ke dalam
kuali ini lalu musnah’ padahal aku ingin mempunyai yawa sebanyak jumlah rambut
sehingga bisa dikorbankan semua untuk Allah”.
Suatu
ketika seorang bayi siap untuk dilahirkan didunia, menjelang diturunkan dia
bertanya kepada Allah “Para malaikat disini
mengatakan bahwa besok mereka akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara
saya hidup disana? Saya begitu kecil dan lemah”, Allah pun menjawab “Aku telah
memilih satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu”. “Tapi di surga
apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa, ini cukup bagi saya untuk
bahagia” demikin kata si bayi. Allah pun
menjawab “Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu
akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih berbahagia”. Si bayi pun
bertanya kembali “Dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara
kepada-Mu?”. Sekali lagi Allah menjawab
“Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdo’a”, si bayi pun
masih belum puas ia pun bertanya lagi “Saya mendengar bahwa di bumi banyak
orang jahat, siapa yang akan melindungi saya?”, dengan penuh kesabaran Allah pun menjawab “Malaikatmu akan melindungimu
dengan taruhan nyawanya sekalipun”. Si bayi pun tetap belum puas dan
melanjutkan pertanyaannya, “Tapi saya akan bersedih karena tidak melihat Engkau
lagi”, dan Allah pun menjawab “Malaikatmu
akan menceritakan kepadamu tentang Aku dan akan mengajarkan bagaimana cara agar
kamu bisa kembali kepada-Ku walaupun sesungguhnya Aku selalu berada disisimu”.
Saat itu surga begitu tenangnya, sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan
sang anak dengan lirih bertanya “Ya Allah,
jika saya harus pergi sekarang bisakah Engkau memberi tahu siapa nama malaikat
di rumahku nanti?”, Allah pun menjawab “Kamu
dapat memanggil malaikatmu IBU”.
Cerita
tersebut dapat menjawab pertanyaan kita semua tentang mengapa setiap bayi yang
dilahirkan selalu menangis? Setiap bayi sedih berpisah dengan Allah dan saat dilahirkan ke dunia kita adalah
makhluk yang baru dan setiap tangisan buka oa oa, tapi Allah
Allah. Inilah jawaban menurut agama Islam. Sungguh indah bukan cerita
tersebut! Cerita tersebut dapat menyadarkan kita kembali akan keindahan
kedekatan kita seorang hamba dengan Allah Swt.
Ketika kita sedang berada di alam kandungan (lihat Qs. Al-Mu’minuun ayat 12-13),
Allah menyempurnakan bentuk kita, selalu
menjaga kita dan menemani kita dalam kelemahan, ketidakberdayaan, dan
ketergantungan kita kepada Allah Swt. Kita
memang tidak dapat mengingat bagaimana kita didalam alam rahim, memang secara
ilmu biologi dalam kandungan hampir 90% bayi itu tertidur, jarang beraktivitas.
Akan tetapi kita tidak mengetahui bagaimana akan ruh kita yang sebenarnya?
Dialog diatas tadi, sangat menyentuh akan kerinduan seorang hamba kepada
Tuhannya, kita dulu di alam rahim sangat dekat dengan Allah,
Allah selalu setia bersama kita, sampai tiba waktunya kita nanti akan
dilahirkan ke dunia. Dan sekarang, bagaimana hubungan kita sahabat dengan Allah Swt? Apakah kita semua masih menjalin
hubungan baik dengan Allah Swt? Atau malah jarang
berkomunikasi dengan Allah? Padahal banyak
cara untuk berbicara dengan Allah, dan Allah tidak pernah meninggalkan kita sahabat,
walau dalam jurang sepi dalam akan kegelapan, walaupun kita berbajukan samudera
dosa dan bersepatukan kemunkaran, bahkan berminyak wangikan kesombongan, Allah akan tetap ada bagi hamba-Nya, subhaanallah! Tidak hanya dalam keadaan sepi
saja untuk mengingat Allah, akan tetapi
disaat ramai pun kita bisa mengingat Allah
sang Khaliq. Bahkan kita dahulu dalam alam rahim sangat takut jauh dari Allah, kita semua takut tidak bisa melihat Allah lagi, dan ingin kembali kepada surga karena
rasa cinta kepada Allah Swt, inilah cinta
pertama kita sahabat.
Sedangkan
menurut keilmuan biologi, jawaban untuk pertanyaan mengapa setiap bayi yang
dilahirkan ke dunia selalu menangis adalah karena untuk memfungsikan
pernafasannya yaitu paru-paru, juga bayi tersebut kaget karena berada di alam
yang berbeda, tadinya berada di alam rahim yan hidup dari ibunya dan sekarang
berada di alam dunia yang fana dan harus dapat hidup sendiri. Yang biasanya
kita berada di amnion, sekarang berpisah dengan ibu kita dan harus bernafas
sendiri memfungsikan paru-paru kita sahabat. Ya Allah,
nama-Mu adalah nama yang terindah yang
pernah ku dengar, nama-Mu yang selalu ada
didalam hati ini, ya hati kecil ini ya Allah,
hati yang sangat merindukan pemiliknya. Jari
ini tidak akan mudah lelah untuk merangkai kata cinta untuk-Mu ya Rabbi! Ampuni hamba, jika hamba selalu lupa
untuk mengucapkan kata syukur pada-Mu.
Engkaulah Ya Lathifu ya Khabir...Engkau ajarkan semua yang tidak mungkin bagiku, Engkau jelaskan padaku
dengan kasih sayang-Mu yang indah padaku.
Kedipan mata ini takan mampu menghitung banyak nikmat-Mu
untukku, bahkan ditambah dengan helaan nafas yang berhembus periring nama-Mu. Terimakasih ya Allah, terimakasih untuk semua
nikmat yang telah Engkau berikan kepada hamba, sungguh engkaulah Yang Maha
Pemberi Rezeki. Saat kita berada di kandungan ibu, dalam usia 4 bulan, disaat
itulah Allah memberi kita ruh pada si jabang bayi, juga menentukkan umur si
bayi itu, jodoh si bayi itu, nikmat si bayi itu, dan musibah untuk si bayi itu.
Untuk itulah, mengapa adat di daerah kita berlaku upacara adat 4 bulanan, yaitu
bertujuan untuk mengucapkan syukur kepada Allah Swt,
juga untuk berdo’a semoga apa yang ditetapkan oleh Allah
Swt adalah yang terbaik untuk bayi, orang tuanya, dan semua orang. Do’a
adalah harapan, harapan adalah impian, impian adalah keinginan, untuk itu teruslah
berdo’a kepada Allah Swt.
Dalam
suatu riwayat, suatu trik atau pun suatu cara agar kita semua dapat melangkah
menjalani hidup lebih baik setiap harinya adalah selalu mengingat kematian
kita sahabat! Lihatlah Qs. Al-Anbiya ayat 34-35. Hal tersebut dapat secara
sukses menyita semua aset pikiran kita yang gila akan urusan dunia yang semu,
dapat membangunkan jiwa yang tidur akan ghirah akan tegaknya keimanan dan
ketaqwaan. Apakah kita semua lupa, kita itu hidup akan mati, lalu akan
dibangkitkan untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatan kita selama kita
hidup didunia ini. Coba mari kita tafakuri bersama sahabat, apabila datangnya
kematian itu kepada kita secara mendadak dan sangat menyakitkan! Ingatkah kita semua
sahabat pada perjuangan Rasulullah Saw saat menghadapi sakaratul maut? Sahabat,
Rasulullah Saw meninggal tepat pada waktu Rasul dilahirkan ke dunia! Pada hari
Senin, 12 Rabiul Awal waktu shubuh. Rasulullah meninggal pada usia 63 tahun,
dikarenakan sakit demam yang sudah sangat parah. Dalam usia tersebut Rasulullah
Saw sudah memiliki suatu tanda bahwa Rasul akan segera menghadap pada Allah Yang maha Tinggi, karena semua tugas yang
telah diamanahkan kepada baginda Rasulullah Saw sudah selesai. Rasulullah,
sangat senang dan bersyukur karena pada akhirnya Ad-Dinul Islam berdiri tegak
di bawah ridha Allah Swt. Tibalah saatnya
Rasulullah Saw harus dicabut nyawanya oleh malaikat Ijrail, bagaimana pun jua Rasul adalah manusia yang
akan merasakan mati. Disaat baginda Rasul merasakan sakaratul maut,
disampingnya ada sahabat Rasul yakni malaikat Jibril namun malaikat Jibril tidak
mau menoleh melihat baginda Rasulullah Saw. “Wahai malaikat Ijrail, mengapa
engkau tidak mau menoleh padaku? Apa aku sekarang terlalu menjijikkan bagi
engkau, sehingga engkau begitu enggan melihatku disini?” tanya Rasul. Ternyata
malaikat Jibril tertunduk sedih “Tidak ya Rasulullah! Aku tidak sanggup melihat
kekasih Allah akan dicabut nyawanya dalam sakaratul maut, aku tidak sanggup!”.
“Ya Allah, ternyata begini rasanya sakaratul
maut itu, aku ikhlas ya Allah aku berpasrah
diri pada-Mu! Ya Allah
tambahkanlah lagi rasa sakit ini ya Allah, aku
tidak ingin semua umatku merasakan sakit yang luar biasa seperti ini, aku ingin
Engkau membebankan semua rasa sakit sakaratul maut umatku kepadaku ya Allah!”. Suasana ini takan pernah bisa kita
bayangkan secara gamblang sahabat, dalam riwayat bahwa sesakit apa pun sekarang
umat Rasulullah Saw merasakan sakaratul maut, tidak akan pernah sebanding
dengan rasa sakit Rasulullah Saw. Sesakit apa pun, itu hanya 1/8 dari sakit
yang dirasakan oleh Rasulullah. Itu perjuangan Rasulullah saat menghadapi
kematiannya, dalam keadaan seperti itu pun Rasul tetap ingat dan berkorban
untuk kita umatnya, bahkan ingin meminta kepada Allah
untuk menambahkan rasa sakit yang akan diberikan kepada umatnya.
Rasulullah
Saw selalu membuat diri ini kagum dan sangat kerdil darinya, dan rasa malu,
sedih, tangis, selalu bercampur aduk dalam hati ini. Walau hati ini tak
sebersih hatimu ya Rasulullah Saw, namun aku akan selalu berusaha memperbaiki
kerusakan hati ini dan senantiasa membersihkannya. Engkau tidak hanya dikagumi
oleh para umat islam saja, namun ternyat banyak para ilmuwan dan budayawan luar
yang mengagumimu ya Rasulullah Saw. Engkau mampu merubah bumi ini yang sangat
keras dan berliku menjadi lunak dan lurus hanya dalam dua dekade.
Rasulullah
Saw adalah sosok manusia yang mendekati kata sempurna, beliau menunjukkan jalan
kebenaran dan keselamatan bukan dengan telunjuknya, namun dengan berbalik
kepada kita dan tersenyum dengan mata kejujuran, beliaulah Al-Amin! Kita pasti
sering melihat film-film hollywood yang khususnya film tokoh besar dunia.
Contohnya adalah film Troy, Alexander The Great dan banyak cerita pahlawan
dunia lainnya. Diantara semua tokoh yang ada, apabila kita kagum kepada kisah
besar mereka, prestasi dan kemampuan luar biasa yang dimiliki mereka.
Apalagi
kalau kita mengetahui bagaimana dahsyatnya kecerdasan dan kemampuan yang
diamanahkan Allah kepada Rasulullah Saw. Marilah
kita berkenalan sedikit menenai baginda Rasul, karena kemasyhuran dan keagungan
namanya begitu dikenal makhluk langit dan makhluk bumi. Bahkan rasa cinta dan
pujinya makhluk langit kepada baginda Rasul lebih besar dan dahsyat daripada
makhluk bumi, apalagi kebanyakan manusia adalah kafir, murtad dan fasik.
Sebelumnya,
mari sahabat kita berkenalan dahulu dengan sang penjaga kematian yakni malaikat
Ijrail, malaikat yang diamanahkan oleh Allah Swt
untuk mencabut setiap nyawa ciptaan Allah
yang di kehendaki-Nya. Menurut satu riwayat
bahwa malaikat Ijrail adalah malaikat yang diciptakan oleh Allah Swt terakhir dari malaikat yang lainnya,
malaikat Ijrail adalah malaikat kematian, jadi apa menurut sahabat? Dari
penampilan mungkin benar menurut beberapa film bahwa penampilannya sangat
menyeramkan, sangat menakutkan, sehingga tubuh ini takan mampu untuk bertahan!
Saat semua malaikat sudah berkumpul, dan Allah
memanggil malaikat Ijrail untuk datang seketika itu pun para malaikat pingsan
menyaksikan kedatangan malaikat Ijrail. Kita semua tidak dapat membayangkan
bagaimana rupa asli yang sebenarnya, apalagi kita manusia biasa, para malaikat
saja sampai pingsan melihatnya, jadi ini patut untuk dijadikan ibrah agar kita semua
sangat takut untuk bertemu kematian (malaikat Ijrail), dan meningkatkan iman
dan taqwa kita kepada Allah Swt. Kematian
itu sungguh mendebarkan jiwaku semuanya bagaikan hembusan angin yang menabrak
wajahku denan tetesan air hujan yang membasahi pipiku, semuanya sangat tak
mudah aku percaya! Baru saja orang yang kita sayang ada disini, ya disini di
tempat kita selalu bersama. Kita menjalani hari bersama, sampai menghabiskan
waktu selalu selami suka dan duka, pahit manis kehidupan, menemukan nilai
kehidupan yang tersembunyi didalam sebuah keputus asaan! Waktu begitu cepat
berlalu, sampai-sampai aku tak sanggup menyadari betapa tua jiwaku ini akan
kehidupan! Perlahan-perlahan aku mulai kehilangan seseorang yang sangat aku
sayangi, mereka yang selalu ada menemaniku, bahkan mereka yang mewarnai
kehidupanku. Dan ketika mereka pergi, selalu saja aku tak ada disamping mereka,
saat mereka membutuhkanku, saat terakhir mereka yang ingin sampaikan sejuta
pesan dan ingin memberikan hujan kesan yang dapat memberikan kenangan indah
selama mereka ada.
Kematian
adalah suatu takdir Allah Swt yang tidak
dapat dielakkan (Qs. Ali Imran ayat 145 dan Al-Baqarah ayat 155), baik waktu
dan siapa yang akan menghadap kehadirat Allah Tuhan Yang Maha Esa. Kita semua
pasti mempunyai pengalaman masing-masing ketika kita ditinggal pergi
selama-lamanya oleh orang yang sangat kita sayangi. Rasanya sangat berat,
menjalani hari tanpa kehadiran mereka kembali dalam keseharian hidup kita. Kita
tidak akan melihat senyuman manis yang melukiskan pelangi di duka kita, tidak
akan mendengar suara cinta yang dapat menghipnotis pikiran akan kerdilnya diri
ini, jua tidak akan merasakan hangatnya kasih sayang yang dia berikan setiap
harinya, yang tanpa lelah selalu memberi dan memberi seperti akar yang bekerja
tanpa pamrih utuk menghidupi batang, daun demi menghasilkan bunga indah yang
dapat menarik senyuman dan kebahagiaan. Tidak ada yang tahu kan ajal kita
masing-masing sahabat? Apakah kita akan
meninggal dalam keadaan khusnul khatimah, atau dalam keadaan su’ul khatimah,
memang kita tidak akan tahu jawaban yang akan datang, namun jawaban itu adalah
pada diri sendiri, sejauh mana diri ini berbakti akan beribadah kepada Allah Swt. Jangan sampai sediakan ruangan kosong
untuk si penyesalan di kemudian hari, jadikan motto Rasulullah Saw dalam
kehidupan kita semua sahabat, hari ini harus lebih baik dari hari yang kemarin dan
katakan itu pada setiap harinya, agar setiap harinya akan selalu ada perbaikkan
yang akan mendatangkan senyuman syukur
dan tangis taubat untuk sang pemilik cinta yang agung.
Dalam
setiap harimu jadikan semua orang adalah gurumu, orang yang sangat kamu
sayangi, dan berbuatlah baiklah kepada mereka seakan bertemu untuk yang
terakhir kalinya, jadi dengan demikian akan tumbuh jiwa yang khusyuk, tawadhu,
dan ingat akan hakikat penciptaan diri sendiri, ya bacalah diri sendiri! Kita
akan malu sebagai ciptaan Allah yang terlalu
sombong untuk bersujud kepada Allah Swt,
kita akan takut dengan semua dosa yang dapat menjauhkan kita kepada Allah Swt! Janganlah risau sahabat, memang orang
yang beriman yang hidup di dunia itu dalam sebuah kitab, ibarat orang yang hidup
ditahanan! Semuanya serba diatur, harus ini, gak boleh ini, jangan ini, mesti
ini! Terimalah, kita ini manusia sahabat! Kita memiliki Allah sebagai Tuhan kita semuanya, dan Al-Qur’an sebagai sumber
hukum Islam yang pertama dan utama. Sepandai-panadai orang yang membuat sebuah
peraturan di dunia ini, lama-kelamaan pasti akan tiba kehancurannya bila tidak
searah dan sejalan dengan hukum Islam.
Dalam sepi aku termenung, saat tiba nanti
waktu kematianku, apakah aku akan dikenang? Dan sebagai apa aku akan dikenang
oleh orang lain? Apa jasaku selama hidup di dunia ini untuk ikut andil dalam
perjuangan Islam? Aku sungguh bukan apa-apa, aku bukan siapa-siapa! Aku hanya
seorang gadis yang hidup di abad ke-21 ini, aku bukanlah para ilmuan besar yang
menorehkan banyak karya untuk agama Islam, apalagi orang yang berjihad di jalan
Allah Swt, zaman sekarang orang baik itu
diejek! Aku yakin, ini bukanlah yang diinginkan oleh Rasulullah Saw, semua
perjuangan beliau tidak boleh berhenti hanya sampai di titik ini, hanya titik
merah yang tersingkap debu hitam. Rasulullah selalu termenung sendiri,
melamunkan umatnya nanti yang bila ditinggal oleh Rasulullah! Rasul takut jika
umatnya meninggalkan shalat, melakukan semua perbuatan jahiliyah yang sudah
ditumpas oleh Rasulullah, dan mengabaikan semua yang diperintahkan Allah Swt.
Tahukah
engkau wahai sahabat? Dalam sebuah riwayat, bahwasanya saat hari berbangkit
nanti Allah memerintahkan kepada malaikat
Jibril untuk menemukan jasad Rasulullah Saw di bumi yang sudah hancur lebur sebagai
orang yang pertama kali dibangkitkan oleh Allah Swt!
Ketika malaikat Jibril bertanya kepada bumi, bumi hanya menjawab “Maaf malaikat
Jibril, seperti yang telah kau lihat aku sudah hancur lebur! Aku tidak tahu
dimana jasad Rasulullah berada!”, seketikaitupun langsung keluar cahaya yang
memancar ke atas dari bumi yang menembus mangangkasa. Tak heran malaikat Jibril
pun langsung mendekati cahaya itu, dan ternyata benar dugaan malaikat Jibril
bahwa cahaya tersebut adalah dari makamnya Rasulullah Saw. Saai itu pun Rasul
langsung bangkit dan membersihkan pakaiannya dari tanah dan debu dan bertanya
“Wahai Jibril, dimana para umatku berada? Dan dimana para sahabatku, juga semua
keluargaku?”, subhaanallah Rasul mendahulukan kita semua sahabat, Rasul sangat
menyayangi kita umatnya, sedangkan kita apa, ingat saja tidak, mengenal pun
sedikit bila hanya ada ceramah pada acara mauludan atau isra mi’raj saja! Dan
pada suatu hari nanti, kita semua akan merasakan semua yang telah dirasakan
oleh Rasulullah Saw, perjuangannya, kepedihannya, pengorbanannya.
Dan semua hal yang beliau lakukan demi
tegaknya agama Islam yang diridhai oleh Allah
Ta’ala. Wahai sahabat, kita hidup di dunia ini hanyalah sebentar, benar-benar
sebentar! Bagaikan tetesan air yang bermuara di samudera yang sangat luas, nah
itu lah perbandingannya, kita semua yang bernyawa pasti akan merasakan mati,
yang tadinya tidak ada menjadi ada, dan kembali menjadi tiada dalam lingkup
teoritisnya. Jangan biarkan paham sekulerisme membuat kita terperosok beberapa kali
dalam lubang bahkan jurang yang sama, semua itu hanyalah permainan otak saja,
kita semua harus bangkit! Bangkit untuk berubah jadi yang lebih baik lagi, dan
semakin baik, kalau kata guru saya jangan pernah bosen jadi orang yang baik,
orang yang baik itu udah biasa dijahatin! Marilah sahabatku semuanya, berikan
yang terbaik untuk semuanya, berubahlah untuk hidup yang lebih baik, sekarang
kita semua sudah mumayiz bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah!
Kita semua sudah dewasa, jangan bersikap bodoh lagi! Setidaknya lihatlah orang
tua kita, kita harus berjihad untuk menegakkan agam Islam yang tengah
menunduk!!!
Aku
yakin ya Allah! Tidak lama lagi sebuah
khilafah besar akan segera berdiri di bumi Allah
ini! Akan ada seorang khalifah yang sengaja Allah
turunkan untuk menyelamatkan umat Nabi Muhammad Saw yang tersesat, terdzalimi,
tertipu, dan terlalu batasnya. Happy ending tidak hanya ada didalam cerita
saja, bahkan didalam mega panggung super duper akbar ini pun akan mempunyai
akhir cerita yang baik dan sebuah mimpi indah dan mimpi buruk bagi dua golongan
yang Allah takdirkan. Semoga ghirah dakwah
ini terus berkibar sampai tangan ini tak kuasa bergerak, dan tangan ini akan
menjadi saksi jihad seorang hamba yang mencintai agama-Nya.
Marilah
sahabat kita ikut andil dalam syi’ar agama Allah
ini, seperti yangtelah dilakukan oleh orang-orang sebelum kita! Orang-orang
yang terabadikan didalam sejarah Islam dan terlukis didalam wahyu Allah. Mereka yang Allah
janjikan akan mendapat rahmat dan ampunan Allah Swt,
menjadi hamba Allah yang berhasil kembali
pada-Nya dengan selamat karena mati dengan
jihad fii sabilillah.
Jihad
pada zaman modern ini memang tidak mudah, sangat tidak mudah. Ternyata dengan
adanya tekhnologi yang lebih mempermudah melakukan pekerjaan sehari-hari dan
melakukan yang sulit atau bahkan mustahil dilakukan oleh manusia malah membuat
kita semua keenakan dan terbuai dengan
santainya! Bahkan kita tidak lebih baik ibadahnya dari orang-orang sebelumnya.
Dan khususnya bagi kaum hawa, untuk berjihad dengan menjadi seorang muslimah
yang sebenarnya sangatlah hebat ujiannya. Karena negara kita bukanlah negara
kerajaan Islam, tapi negara ita ini adalah negara demokkratis yang meyediakan
tempat bagi siapa saja yang bersedia menjadi masyarakatnya. Dalam hal agama pun
demikian, memang tidak salah namun bagi umat muslim khususnya kaum hawa yang lingkungan dan keluarganya tidak
kental dan kuat menta’ati ajaran Islam maka celakalah!
Entah
berapa lama anggapan ini menjadi mendarah daging dan disetujui oleh wanita yang
beragama Islam bahwa mereka boleh mengumbar aurat mereka kepada yang bukan
muhrim mereka. Bahkan mungkin kata cantik harus terhubung dengan kata seksi
bagi sebagian orang, apalagi bagi para remaja muslim di ibukota! Pergaulan
memang sangat berpengaruh pada pembentukkan pribadi, untuk itu bergaulah dengan
orang-orang yang shaleh dan shelehah dalam medan dakwah ini.
Jadilah
mujahid wa mujahidah dalam pena, atau dalam bidang apa pun kita kuasai. Jihad
sangat indah bila kita tahu ilmunya, maka sebagai orang yangberilmu, kita harus
membela agama kita dengan mengamalkan ilmu kita dan membaginya dengan sesama.
Kita harus berguna bagi agama, karena ketika kita berguna dalamagama, maka
seluruh aspek yang lainnya pun bisa terpenuhi dengan baik. Marilah kita get the
new you in ISLAM, because it’s our way of our life forever ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar