Pages

Senin, 15 Desember 2014

Cara menghafal Al-Qur'an



Cara Termudah Menghafal Al Quran Al Karim


Posted by aburumaisho






4 Votes

oleh Imam Masjid Nabawi : Asy Syaikh DR Abdulmuhsin Al Qasim hafizhahullah
http://al-atsariyya h.com/?p=1550
Segala pujian hanya milik Allah, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya, dan para sahabat seluruhnya.
Keistimewaan metode ini adalah seseorang akan memperoleh kekuatan dan kemapanan hafalan serta dia akan cepat dalam menghafal sehingga dalam waktu yang singkat dia akan segera mengkhatamkan Al-Quran. Berikut kami akan paparkan metodenya beserta pencontohan dalam menghafal surah Al-Jumuah:
1. Bacalah ayat pertama sebanyak 20 kali.
2. Bacalah ayat kedua sebanyak 20 kali.
3. Bacalah ayat ketiga sebanyak 20 kali.
4. Bacalah ayat keempat sebanyak 20 kali
5. Keempat ayat di atas dari awal hingga akhir digabungkan dan dibaca ulang sebanyak 20 kali.
6. Bacalah ayat kelima sebanyak 20 kali.
7. Bacalah ayat keenam sebanyak 20 kali.
8. Bacalah ayat ketujuh sebanyak 20 kali.
9. Bacalah ayat kedelapan sebanyak 20 kali.
10. Keempat ayat (ayat 5-8) di atas dari awal hingga akhir digabungkan dan dibaca ulang sebanyak 20 kali.
11. Bacalah ayat pertama hingga ayat ke 8 sebanyak 20 kali untuk memantapkan hafalannya.
Demikian seterusnya pada setiap surah hingga selesai menghafal seluruh surah dalam Al-Quran. Jangan sampai kamu menghafal dalam sehari lebih dari seperdelapan juz, karena itu akan menyebabkan hafalanmu bertambah berat sehingga kamu tidak bisa menghafalnya.

JIKA AKU INGIN MENAMBAH HAFALAN PADA HARI BERIKUTNYA, BAGAIMANA CARANYA?

Jika kamu ingin menambah hafalan baru (halaman selanjutnya) pada hari berikutnya, maka sebelum kamu menambah dengan hafalan baru dengan metode yang aku sebutkan di atas, maka anda harus membaca hafalan lama (halaman sebelumnya) dari ayat pertama hingga ayat terakhir (muraja’ah) sebanyak 20 kali agar hafalan ayat-ayat sebelumnya tetap kokoh dan kuat dalam ingatanmu. Kemudian setelah mengulangi (muraja’ah) maka baru kamu bisa memulai hafalan baru dengan metode yang aku sebutkan di atas.
BAGAIMANA CARANYA AKU MENGGABUNGKAN ANTARA MENGULANG (MURAJA’AH) DENGAN MENAMBAH HAFALAN BARU?
Jangan sekali-kali kamu menambah hafalan Al-Qur`an tanpa mengulang hafalan yang sudah ada sebelumya. Hal itu karena jika kamu hanya terus-menerus melanjutkan menghafal Al-Qur’an hingga khatam tapi tanpa mengulanginya terlebih dahulu, lantas setelah khatam kamu baru mau mengulanginya dari awal, maka secara tidak disadari kamu telah banyak kehilangan hafalan yang pernah dihafal.
Oleh karena itu metode yang paling tepat dalam menghafal adalah dengan menggabungkan antara murajaah (mengulang) dan menambah hafalan baru. Bagilah isi Al-Qur`an menjadi tiga bagian,yang mana satu bagian berisi 10 juz. Jika dalam sehari kamu telah menghafal satu halaman maka ulangilah dalam sehari empat halaman yang telah dihafal sebelumnya hingga kamu menyelesaikan 10 juz. Jika kamu telah berhasil menyelesaikan 10 juz maka berhentilah menghafal selama satu bulan penuh dan isi dengan mengulang apa yang telah dihafal, dengan cara setiap hari kamu mengulangi (meraja’ah) sebanyak 8 halaman.
Setelah selesai satu bulan kamu mengulangi hafalan, sekarang mulailah kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar tergantung kemampuan, sambil kamu mengulangi setiap harinya 8 halaman hingga kamu bisa menyelesaikan hafalan 20 juz. Jika kamu telah menghafal 20 juz maka berhentilah menghafal selama 2 bulan untuk mengulangi hafalan 20 juz, dimana setiap hari kamu harus mengulang (meraja’ah) sebanyak 8 halaman. Jika sudah mengulang selama dua bulan, maka mulailah kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar tergantung kemampuan, sambil kamu mengulangi setiap harinya 8 halaman hingga kamu bisa menyelesaikan seluruh Al-Qur’an.
Jika anda telah selesai menghafal semua isi Al-Qur`an, maka ulangilah 10 juz pertama secara tersendiri selama satu bulan, dimana setiap harinya kamu mengulang setengah juz. Kemudian pindahlah ke 10 juz berikutnya, juga diulang setengah juz ditambah 8 halaman dari sepuluh juz pertama setiap harinya. Kemudian pindahlah untuk mengulang 10 juz terakhir dari Al-Qur`an selama sebulan, dimana setiap harinya mengulang setengah juz ditambah 8 halaman dari 10 juz pertama dan 8 halaman dari 10 juz kedua.

BAGAIMANA CARA MERAJA’AH AL-QURAN (30 JUZ) SETELAH AKU MENYELESAIKAN METODE MURAJA’AH DI ATAS?
Mulailah mengulangi Al-Qur’an secara keseluruhan dengan cara setiap harinya mengulang 2 juz, dengan mengulanginya 3 kali dalam sehari. Dengan demikian maka kamu akan bisa mengkhatamkan Al-Qur’an sekali setiap dua minggu.
Dengan metode seperti ini maka dalam jangka satu tahun (insya Allah) kamu telah mutqin (kokoh) dalam menghafal Al-Qur’an, dan lakukanlah cara ini selama satu tahun penuh.

APA YANG AKU LAKUKAN SETELAH MENGHAFAL AL-QUR’AN SELAMA SATU TAHUN?
Setelah menguasai hafalan dan mengulangInya dengan itqan (mantap) selama satu tahun, hendaknya bacaan Al-Qur’an yang kamu baca setiap hari hingga akhir hayatmu adalah bacaan yang dilakukan oleh Nabi -shallallahu alaihi wasallam- semasa hidup beliau. Beliau membagi isi Al-Qur`an menjadi tujuh bagian (dimana setiap harinya beliau membaca satu bagian tersebut), sehingga beliau mengkhatamkan Al-Qur’an sekali dalam sepekan.
Aus bin Huzaifah -rahimahullah- berkata: Aku bertanya kepada para sahabat Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam-, “Bagaimana caranya kalian membagi Al-Qur`an untuk dibaca setiap hari?” Mereka menjawab:

نُحَزِّبُهُ ثَلَاثَ سُوَرٍ وَخَمْسَ سُوَرٍ وَسَبْعَ سُوَرٍ وَتِسْعَ سُوَرٍ وَإِحْدَى عَشْرَةَ سُورَةً وَثَلَاثَ عَشْرَةَ سُورَةً وَحِزْبَ الْمُفَصَّلِ مِنْ قَافْ حَتَّى يُخْتَمَ


“Kami membaginya menjadi (tujuh bagian yakni): Tiga surat, lima surat, tujuh surat, sembilan surat, sebelas surat, tiga belas surat, dan hizb al-mufashshal yaitu dari surat Qaf sampai akhir (mushaf).”
(HR. Ahmad no. 15578).

Maksudnya:
-Hari pertama: Mereka membaca surat “al-fatihah” hingga akhir surat “an-nisa`”.
-Hari kedua: Dari surat “al-maidah” hingga akhir surat “at-taubah”..
-Hari ketiga: Dari surat “Yunus” hingga akhir surat “an-nahl”.
-Hari keempat: Dari surat “al-isra” hingga akhir surat “al-furqan”.
-Hari kelima: Dari surat “asy-syu’ara” hingga akhir surat “Yasin”.
-Hari keenam: Dari surat “ash-shaffat” hingga akhir surat “al-hujurat”.
-Hari ketujuh: Dari surat “qaaf” hingga akhir surat “an-nas”.
Para ulama menyingkat bacaan Al-Qur`an Nabi -shallallahu alaihi wasallam- ini menjadi kata: ”فَمِي بِشَوْقٍ“. Setiap huruf yang tersebut menjadi simbol dari awal surat yang dibaca oleh Nabi -shallallahu alaihi wasallam- pada setiap harinya. Maka:
- Huruf “fa`” adalah simbol dari surat “al-fatihah”. Maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari pertama dimulai dari surah al-fatihah.
- Huruf “mim” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari kedua dimulai dari surah al-maidah.
- Huruf “ya`” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari ketiga dimulai dari surah Yunus.
- Huruf ”ba`” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari keempat dimulai dari surah Bani Israil yang juga dinamakan surah al-isra`.
- Huruf “syin” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari kelima dimulai dari surah asy-syu’ara`.
- Huruf “waw” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari keenam dimulai dari surah wash shaffat.
- Huruf “qaaf” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari ketujuh dimulai dari surah qaf hingga akhir muashaf yaitu surah an-nas.
Adapun pembagian hizib yang ada pada Al-Qur an sekarang, maka itu tidak lain adalah buatan Hajjaj bin Yusuf.
BAGAIMANA CARA MEMBEDAKAN ANTARA BACAAN YANG MUTASYABIH (AYAT YANG MIRIP) DALAM AL-QUR’AN?
Cara terbaik untuk membedakan antara dua ayat yang kelihatannya menurut kamu hampir sama (mutasyabih) , adalah dengan cara membuka mushaf dan carilah kedua ayat tersebut. Lalu carilah perbedaan antara kedua ayat tersebut, cermatilah perbedaan tersebut, kemudian buatlah tanda/catatan (di dalam hatimu) yang bisa kamu jadikan sebagai tanda untuk membedakan antara keduanya. Kemudian, ketika kamu melakukan murajaah hafalan, maka perhatikanlah perbedaan tersebut secara berulang-ulang sampai kamu mutqin dalam mengingat perbedaan antara keduanya.

BEBERAPA KAIDAH DAN KETENTUAN DALAM MENGHAFAL AL-QUR`AN:

1- Kamu harus menghafal melalui bantuan seorang guru yang bisa membenarkan bacaanmu jika salah.
2- Hafalkanlah 2 halaman setiap hari: 1 halaman setelah subuh dan 1 halaman setelah ashar atau maghrib. Dengan metode seperti ini (insya Allah) kamu akan bisa menghafal Al-Qur`an secara mutqin dalam kurun waktu satu tahun. Tetapi jika kamu memperbanyak kapasitas hafalan setiap harinya maka kemampuan menghafalmu akan melemah.
3- Menghafallah mulai dari surat an-nas hingga surat al-baqarah karena hal itu lebih mudah. Tapi setelah kamu menghafal Al-Qur`an maka urutan meraja’ahmu dimulai dari Al-Baqarah sampai An-Nas.
4- Dalam menghafal hendaknya menggunakan satu mushaf saja (baik dalam cetakan maupun bentuknya), karena hal itu sangat membantu dalam menguatkan hafalan dan agar lebih cepat mengingat letak-letak ayatnya, ayat apa yang ada di akhir halaman ini dan ayat apa yang ada di awal halaman sebelahnya.
5- Setiap orang yang menghafal Al-Qur’an pada 2 tahun pertama biasanya apa yang telah dia hafal masih mudah hilang, dan masa ini disebut fase at-tajmi’ (pengumpulan hafalan). Karenanya janganlah kamu bersedih karena ada sebagian hafalanmu yang kamu lupa atau kamu banyak keliru dalam hafalan. Ini adalah fase yang sulit sebagai ujian bagimu, dan ini adalah fase rentan yang bisa menjadi pintu masuknya setan untuk menghentikan kamu dari menghafal Al-Qur`an. Tolaklah was-was tersebut dari dalam hatimu dan teruslah menghafal, karena dia (menghafal Al-Qur`an) merupakan perbendaharaan harta yang tidak diberikan kepada sembarang orang.
[Oleh: Asy-Syaikh Dr. Abdul Muhsin Muhammad Al-Qasim, imam dan khathib di Masjid Nabawi]

Mujahidah Cinta



Cahaya itu perlahan datang dengan pelan namun kontinue, selalu memberi warna didalamnya dengan medium spektrum yang berjuta pelangi menghidupi. Cahaya itu memang tak tampak seperti akan memberi warna pada mataku, dia bagai tak ingin diketahui kebaikannya pada semua orang di bumi ini. Saat kita terkena cahaya itu, pastilah kita akan merasakan bagaimana menjadi seorang bunga yang haus akan air, dan mengerti mengapa tumbuhan sangat menantikan cahaya itu. Ternyata didalam sebuah cahaya ada kekuatan yang sangat besar, yang dapat memberi kehidupan bagi kinerja tumbuhan dalam tumbuh kembangnya. Ya, padahal itu adalah benda mati! Namun dapat memberikan lebih dari sekedar pengertiannya.
Hei bangun! Sekejap ada suara yang membangunkanku dari lamunan panjangku, ternyata memang terlalu lama aku menatap seberkas sinar mentari dari celah rindangnya pepohonan. Ya, aku mendapat ilmu hanya dari seberkas sinar! Allah sengaja mengirimkan ilmu-Nya melalui cahaya itu. Aku tertunduk lemah dan lemas, aku begitu malu ya Allah! Aku salah satu bani Adam yang menjadi makhluk ciptaan Allah paling sempurna diantara yang lainnya, karena dianugerahi akal dan hati sanubari ternyata kalah bermanfaat dengan seberkas cahaya. Mataku berkedip sayup nan lugu, seakan baru menyadari jiwa raga ini sangat kerdil dihadapan sang Ilahi. Selama ini aku hanya sibuk dengan permainan duniawi tanpa melihat dunia ukhrawi, aku hanya bisa menulis dan membaca buku saja tanpa bisa melihat dan mengerti ilmu Allah yang berada di alam ini.
Bila aku ingin hidup, berarti aku harus hidup dengan cahaya, cahaya itu adalah ISLAM! Cahaya ini datang dari sinar mentari di sana, di langit luas yang membentang tegak lurus yang Allah ciptakan tanpa tiang-tiang penyanggah. Mentari, langit, bumi dan seluruh yang ada di jagat raya ini taat kepada Allah Swt, selalu patuh terhadap perintahnya, Allah sengaja menciptakan semua ini untuk kita, manusia (nur Muhammad Saw). Dan sekarang dimana mentari itu? Aku tak dapat melihatnya dengan jelas keberadaannya, karena terhalangi oleh pepohonan besar dan awan cumulunimbus. Aku bergerak cepat, melangkah mencari sang mentari adanya...dimana, dimana, dimana? Ya Allah, aku tak mampu mencarinya, aku tak bisa melihatnya! Dimana ya Allah? Tunjukkanlah kepadaku mentari-Mu! Aku ingin melihatnya walau ternyata aku tak kuasa memandangnya.
Kakiku mungkin terlalu lelah untuk berjalan, namun mata ini tertarik kuat oleh magnet perjuangan. Aku yakin pasti aku bisa menemukannya, ya di sana! Sang mentari tertutupi oleh awan kelabu yang tak sabar segera pergi melangkah! Aku tersenyum haru dan menunggu awan itu membuka wajah mentari yang mulai menyilaukan mataku. Ya Allah, mentari itu bagaikan Engkau ya Allah! Engkau menciptakan Islam bagi kami, memberikan warna yang terdiri dari beribu warna kebaikan yang senantiasa berbuah. Aku perhatikan kaki dan jari-jemari ini, ya Allah seluruh raga ini  terlalu kotor untuk datang menghadap-Mu.
Ya Allah, karuniakanlah kebaikan bagi hamba dalam beragama, yang merupakan kunci kehormatan bagi hamba. Karuniakanlah kebaikan bagi hamba di dunia, yang merupakan tempat hamba menjalani hidup. Karuniakan kebaikan akhirat bagi hamba, yang merupakan tempat hamba kembali. Jadikan kehidupan hamba senantiasa lebih baik. Jadikan kematian sebagai kebebasan hamba dari segala keburukan.
Dalam setiap doaku selesai shalat fardhu, tanganku senantiasa menengadah bermunazat kepada-Mu! Ya Allah, anugerahkanlah untuk hamba rasa takut kepada-Mu, yang membatasi antara hamba dengan perbuatan maksiat kepada-Mu, dan anugerahkanlah keta’atan kepada-Mu yang akan menyampaikan aku ke surga-Mu, anugerahkanlah pula keyakinan yang akan menyebabkan ringannya bagi hamba segala musibah di dunia ini. Ya Allah, anugerahkanlah kenikmatan kepada hamba melalui pendengaran, penglihatan dan dalam kekuatan hamba selama hamba masih hidup, dan jadikanlah ia warisan dari hamba. Jadikanlah balasan hamba atas orang-orang yang menganiaya hamba dan tolonglah hamba terhadap orang yang memusuhi hamba. Janganlah Engkau jadikan musibah bagi hamba ada dalam urusan agama hamba. Janganlah Engkau jadikan dunia ini adalah cita-cita hamba yang terbesar dan puncak dari ilmu hamba. Jangan Engkau jadikan berkuasa atas hamba, orang-orang yang tidak mengasihi hamba, amin.
Saatnya aku harus bangun dari tidurku, semua itu ternyata hadiah dari Allah Swt untukku. Memang mimpi yang sangat indah! Aku sudah terlalu sering mendapat mimpi seperti itu. Rasanya seperti dalam kehidupan nyata, bisa melihat sinar sang mentari di langit sana. Bahkan jujur aku sendiri pun tidak tahu bagaimana rupa sang mentari, atau bahkan sinar yang menembus langit biru! Aku hanya melihatnya didalam mimpiku saja, apakah sama rupanya? Walau aku tak bisa melihat semua itu, tapi aku yakin Allah Swt menggantikannya dengan indera yang lainnya. Hal ini jangan membuatku menjadi seorang gadis yang lemah, aku harus kuat! Aku ingin menjadi kuat dan berharga seperti tiram! Dia harus diguncang dengan arus laut yang besar, dan rasa sakit yang luar biasa oleh pasir keras pada kulitnya yang lembut dan bertahan sampai Alloh Swt menjadikan mutiara terbentuk didalamnya.
Aku sangat terinspiasi dari Al-Qur’anul Kariim, saat aku membaca terjemahan ayat Al-Qur’an. Subhanallah! Indah sekali tata bahasanya, kaya sekali pembendaharaan katanya, semuanya tersusun rapi dan sempurna! Dan itu adalah wahyu Allah yang disampaikan kepada Rasulullah Saw dan kepada kita umatnya, begitu indah! Jadi, kalau kita sedang rindu kepada Allah tentu kita harus membaca Al-Qur’an, begitu pun bila kita rindu kepada Rasulullah Saw maka kita harus membaca shalawat. Semuanya mengalun indah juga berarti, didalamnya terdapat ilmu yang sangat maha luas! Ada sejarah, IPA, IPS, ilmu mantik, dan ilmu sosial lainnya, pokoknya semua ilmu yang ada di alam jagat ini ada didalam Al-Qur’anul Kariim...!!!!!
Mentari indah di pelupuk mataku, seakan menjelma bagaikan fatamorgana indah yang menjadi tempat peraduan diri dengan sang Ilahi. Disana, aku menemukan jiwaku yang rapuh tanpa isi dan darahnya. Aku tak pernah tahu apa yang kurang dan salah denganku, ternyata banyak sekali sesuatu yang tidak aku ketahui dan itu sangat fatal. Aku lihat sinar mentari itu disini, lama semakin lama sinar itu dapat mereduksi pandanganku secara periodik, ya ampun aku sadar aku bukan aku yang sekarang. Gerak jari-jemariku merangkai kata yang dapat melukiskan betapa rindunya jiwa dan ruh ini pada pemiliknya, ya aku merindukan-Mu ya Allah...! aku hampa tanpa melodi indah yang selalu disenandungkan setiap pagi dan sore dan berbicara kepada-Mu, aku malu bertemu dengan-Mu, aku terlalu sombong untuk mengucap syukur dan bersujud pada-Mu. Waktuku semakin hari semakin sempit, semakin berkurang, akan tetapi dosaku kepada-Mu semakin bertambah ya Allah. Aku takut sekali jauh dari-Mu, aku takut mengecewakan Rasulullah! Tidak ya Allah, Rasulullah tidak pernah gagal untuk membela kami dan menyampaikan amanat dari Engkau. Rasulullah menyampaikan amanat-Mu dengan sempurna, memberikan contoh dengan sangat baik. Jangan sampai tetesan tangis Rasulullah menetes kembali karena kami umatnya...tetesan yang suci dari seorang kekasih Allah yang begitu mencintai kami sampai Rasulullah menolak untuk tinggal di syurga-Mu ya Allah! Karena Rasulullah  tidak ingin meninggalkan umatnya di bumi, apalagi dalam kesesatan dan kejahiliyahan. Rasulullah tak peduli dengan sejuta makian dari kaum kafir Quraisy dan beribu siksaan dari umatnya. Masyaallah...sungguh bodoh kami ini, kami menyia-nyiakan nur yang paling bercahaya diatas cahaya yang ada.
Hai...aku rasa, aku mulai akan kehilangan sesuatu yang aku punya sekarang! Walau entah apa aku tak tahu, tapi mataku mengantarkan aku pada masa silam yang sudah tak aku miliki. Terkadang aku terlalu lelah dengan semua ini, semua kehidupan dunia ini! Bukan hanya ketika aku tengah terpuruk, akan tetapi saat aku berada di atas tangga hidup ini. Tubuh ini bertranspirasi, dan disaat itu aku tahu bahwa aku tengah jauh dengan Allah...ternyata seberapa besar bahagia pun yang kita rasakan, takan pernah mampu sebanding dengan bahagianya seorang hamba yang dekat dengan Allah...merasa tenang, damai dan hangat rasanya. Aku perhatikan jari ini, sebanyak berapa kali dia memegang Al-Qur’an, putaran tasbih, menengadah bermunazat pada-Mu! Dan bibir ini yang selalu menyakiti hati orang, berdusta, meremehkan orang...Ya Allah, sungguh aku ini berpasirkan dosa yang beratomkan kesalahan, kebodohan, kealpaan, kehinaan. Aku malu Ya Allah, seandainya nanti aku bertemu dengan Engkau! Engkau Yang Maha Mengetahui Ya Allah...! Aku bukanlah apa-apa tanpa-Mu. Ketika teringat semua masa laluku, aku benar-benar malu pada-Mu Ya Allah, semuanya terasa mimpi namun sakit di hati. Aku terpuruk, aku berat akan bangun lagi, pandanganku gelap, buram, bagaimana aku akan berjalan? Sedangkan aku melihat saja tidak bisa, aku hanya ada dalam kesedihan dan keputusasaan. Wahai Dzat Yang Maha Kuasa, berilah kekuatan untuk aku bangun ya Allah, sungguh aku tak kuasa untuk menggerakkan tubuh ini.
Hari ini adalah hari yang sangat cerah! Semua yang ada pada pandanganku ini, seolah membutakan aku bahwa semuanya ini jua kan hancur, senyum ini berselimutkan khauf pada-Mu Ya Allah. Ku langkahkan kaki ini dengan basmallah, berharap ridha dan rahmat Allah senantiasa mengiringi perjalanan ini. Sampai suatu saat nanti, kaki ini lelah berjalan dalam dakwah sampai tak sanggup lagi meniti jalan batu dan terjal. Dalam sepi, aku adalah aku yang sekarang! Aku yang kemarin sudah aku, jangan mundur, dan aku yang akan datang adalah aku yang sekarang berhasil dan bermanfaat...berhasil dalam menjalani Al-Qur’an, hadits dan bermanfaat dalam menolong umat! Aku adalah seorang gadis yang hidup pada zaman yang benar akan gilanya, semuanya diluar batas! Bukan hanya diluar batas polisi tapi juga diluar batas agama Islam. Aku yang sekarang tahu akan hidup pada akhir zaman ini, seolah bangun dari tidur yang lelap karena suara geledek dan kilat, aku yang tadinya santai karena anggapan yang biasa, menjadi tersentak dengan kesadaran bahwa umat Islam sudah sangat jauh dari Tuhannya! Pantas selama ini, banyak sekali teguran yang semakin lama semakin besar akibatnya dari Allah. Dan yang lebih parah adalah kenyataan bahwa perusak agama dan negeri ini adalah para murohiqoh (remaja) nya, yang diandalkan sebagai penerus bangsa, melanjutkan kehidupan yang lebih baik dan bermartabat malah menjatuhkan tiang negara yang telah susah payah dibangun. Bagaimana akan lebih baik? Jika para umat muslim banyak yang meninggalkan ajaran agamanya, inilah salah satu sebab kemunduran Islam pada masa emasnya! Tidak banyak yang mengenal Al-Qur’an, memahami maknanya, mengamalkan bacaannya! Mereka kebanyakan terlalu sibuk dengan permainan dunia ini, yang sifatnya hanya membuai saja! Dan semua itu adalah semu, hanya bayangan saja, sebagai ujian dari Allah bagi orang yang beriman, apakah mereka akan terbuai dengan semua ini? Apakah benar mereka beriman kepada Allah? Ataukah hanya madu yang manis yang mengaliri bibir, atau hanya siasah syar’iyyah saja untuk mendapatkan sesuatu? Wallahu ‘alam bishawab! Hanya Allah lah yang tahu dan hati yang menjawabnya.
Dengan menyebut nama Allah jalani hidupmu, yakinkan niatmu, jangan pernah ragu! Dengan menyebut nama Allah kuatkan tekadmu, menempuh nasibmu, kemanapun menuju...serahkanlah hidup dan matimu, serahkan pada Allah semata, serahkan duka gembiramu. Agar damai senantiasa hatimu...jika dengan itu kita melangkahkan kaki ini untuk berpijak di bumi Allah, maka insyaallah dalam rangka mencapai mardhatillah akan selalu syukur dan sabar. Adakalanya kita mendapat kebahagiaan dan terhindar dari musibah, maka ucap kata syukur lah yang pantas kita panjatkan kepada Allah Swt. Dan saat kita mendapat musibah, atau gagal mencapai keberhasilan, maka ucapkanlah kata istirja dan bersabarlah. Karena benar sungguh Allah selalu bersama orang-orang yang sabar...! Jangan pernah merasa putus asa apalagi bersu’udhan kepada Allah atas semua musibah yang terjadi kepada kita, sungguh aku tahu dengan tersenyum dan khusnudhan kepada Allah akan mampu menghapus rasa amarah yang membelenggu jiwa ini. Karena aku tahu Allah lah dzat Yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu, tentang diri ini, apa yang terbaik dari Allah adalah pasti yang terbaik untuk kita. Karena belum tentulah apa yang telah menjadi rencana dan pilihan kita harus mutlak terjadi, dan merupakan yang terbaik untuk kita sebagai manusia. Waktu Allah berbeda dengan waktu kita, maka biarkanlah tiap sesuatu indah pada waktu-Nya. Apalagi pada zaman sekarang, para remaja Islam telah menganut banyak paham dan bahkan gaya hidup orang yahudi dan nasrani, mereka menjadikan orang kristen sebagai imam mereka (lihat Qs. An-Nisaa ayat 144) dan liberalisme yang berlebihan dan menyimpang sebagai adat budaya. Ya Allah, apakah sekarang Rasulullah mengetahui bahwa sekarang umatnya benar-benar kacau dan keliru? Mereka lupa akan hakikat penciptaan manusia yang sebenarnya, dari mana kita berasal? Untuk apa kita hidup? Dan kemanakah kita semua kan berpulang (kembali)? Sungguh, semua jawaban ada didalam Al-Quranul Karim.  Jangan memandang Al-Qur’an sebagai kitab biasa yang dianggap untuk dipajang dilemari dan dibiarkan berdebu. Kelak, Al-Qur’an adalah penyelamat kita didalam kubur. Dia bagaikan pelita yang menerangi alam kubur kita, namun cahaya yang menerangi tersebut tidak semuanya terang. Kapasitas terangnya berbeda-beda untuk setiap orangnya, karena ditentukan dari seberapa sering dia membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya. Bacalah artinya sahabat, nanti kau akan mendapatkan ilmu dan hidayah yang sangat besar. Setidaknya, kita semua bisa tahu apa ketentuan-ketentuan Allah Swt? Apa yang disukai oleh Allah, dan apa yang mendatangkan ridha-Nya! Juga apa yang dibenci oleh Allah Swt? Dan apa saja yang dapat mendatangkan murka Allah kepada kita! Hai...kita hidup di dunia ini tidak hanya mengikuti insting dan naluri seperti hewan, kita mempunyai akal yang sempurna yang diciptakan Allah Swt. Akan tetapi, akal saja juga tidak cukup untuk diandalkan, karena akal juga membutuhkan iman yang ada didalam hati. Karena itulah Al-Qur’an diturunkan, sebagai Al-Furqan yakni sebagai pembeda antara yang haq (benar) dan bathil (salah), jadikanlah Al-Qur’an sebagai pedoman hidup kita.
Jangan sampai imam kita tertutup debu, tersingkap kemalasan dan kelalaian. Karena dengan imam kita ini, yang akan menerangi alam kubur kita yang gelap dan benar akan rasa takutnya! Marilah rajin membaca Al-Qur’an, karena dari sana kita akan menemukan cinta dan kasih sayang Allah kepada kita, dan tujuan kita diciptakan oleh Allah Swt ke dunia ini yang fana dan penuh dengan fasad.
“Dialah yang telah mengutus rasul-Nya dengan petunjuk (Al-Qur’an) dan agama yang benar untuk diunggulkan atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukaimu” (Qs.At-Taubah (9): 33). Sahabat, sekali lagi firman Allah yang maha benar akan kejadiannya. Mari kita bertafakur bersama, dan lihatlah bagaimana pendapat para jenius Eropa tentang agama Islam. Menurut mereka jika ada agama yang mampu menguasai dunia dan bumi Eropa, maka Islamlah agama itu. Coba pikirkanlah mengapa mereka berpendapat demikian? Mengapa bukan agama mereka sendiri, yakni agama Kristen? Karena sesunguhnya mereka menilai dan mengakui kesempurnaan agama Allah ini dengan ilmu mereka.
Sahabat mari kita belajar sejarah Islam sedikit untuk tahu betapa hebat dan indahnya dahulu Islam menguasai dunia dalam berbagai bidang, bagaimana tidak? Karena umat Islam mempuyai Allah dan Rasulullah dan Al-Qur’an dihati mereka. Islam ada pada masa emasnya dimulai dari masa Rasulullah Saw, Khulafaur-Rasyidin, Bani Umayyah, Bani Fathimiyah, Bani Abbasiyah, Bani Ayyubiyah, sampai Dinasti Turki Utsmani yang sukses menguasai hampir seluruh Eropa saat itu. Semuanya sempurna untuk klasifikasi negara dan rakyatnya yang terbaik, karena baldatun thayyibatun wa rabbun ghaffur. Bahkan pada Dinasti Turki Utsmani yang dipimpin oleh Muhammad Al-Fatih yang masih berusia belia tapi sudah berhasil mengalahkan benteng kuat bangsa Yunani dan Romawi.
Jika pada masa dahulu perang dengan orang kafir merupakan jihad yang harus dilakukan oleh umat Islam, maka untuk zaman sekarang jihadnya lebih sulit lagi sahabat! Karna musuh yang kita hadapi tidak dapat kita lihat dan kita ketahui itu bahaya, bahkan musuh itu ada didalam diri kita sendiri, yaitu memerangi hawa nafsu.
Banyak orang yang mengagumi kota Paris dan bangunan-bangunanannya juga banyak tokoh yang berpengaruh dalam ilmu dan penemuan pertama di dunia. Tanpa banyak orang yang tahu bahwa dibalik mereka ada tokoh yang menginspirasi mereka, atau bahkan mereka hanya sekedar melanjutkan. Sebagai contoh Prancis sering disebut sebagai The City of Light, padahal kota yang benar-benar dimaksud adalah kota Cordoba. Di kota ini sangat kental budaya dan peninggalan Islam dalam  bidang apa pun, karena memang dulunya ini adalah kota Islam namun orang-orang kafir Eropa bersekutu untuk menjajah dan mengusir umat muslim. Banyak mesjid yang tinggi akan nilai seni arsitekturnya dan filosofisnya namun sayang sekarang sudah dijadikan museum bahkan ada yang dijadikan gereja.
Kembalilah kita semua kepada Al-Qur’an...wahyu Allah yang diturunkan kepada Rasulullah Saw melalui malaikat Jibril, yang berisikan pedoman hidup manusia! Dalam Al-Qur’an, Allah telah menjelaskan tujuan diciptakannya manusia, bahkan secara kontekstual terhadap jin “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku...” (Qs.Al-Hujurat : 56) pada ayat ini Allah mendahulukan kata jin daripada manusia karena dari waktu penciptaan, antara jin dan manusia Allah lebih dahulu menciptakan jin daripada manusia (Qs.Al-Hijr : 27). Saat Allah menciptakan manusia, telah lebih dahulu ada jin dan malaikat di surga. Malaikat adalah hamba Allah yang sangat taat kepada Allah, dia tidak akan pernah durhaka terhadap Tuhannya. Karena malaikat tidak dikaruniai hawa nafsu, jadi malaikat sami’na wa atha’na. Sedangkan untuk iblis, sudah tentu Iblis adalah makhluk ciptaan Allah yang durhaka kepada Allah karena kesombongannya. Untuk itu, berhati-hatilah dalam bersikap, jangan sampai sikap kita membuat Allah kecewa apalagi murka kepada kita, na’udzubillaahimindzalik! Dan jin adalah makhluk Allah yang diciptakan dari percikan api, yang dikaruniai hawa nafsu dan akal dalam sifatnya. Dan iblis adalah salah satu makhluk Allah yang umurnya ditangguhkan sampai hari kiamat. Namun jin tidak, mereka juga bisa mati hanya umur mereka yang lebih panjang dari manusia! Jin juga sama dengan manusia, mempunyai pilihan dalam hidupnya, apakah dia ingin menjadi hamba Allah yang beriman dan bertaqwa? Atau malah ingin menjadi seorang hamba yang  tidak beriman dan durhaka!
Dapat kita ambil esensinya secara generalisasi, bahwa tujuan hidup kita manusia adalah untuk beribadah kepada Allah...Ya Allah sungguh besar amanah-Mu namun aku yakin bahwa semua itu sebanding untuk membayar semua dosa kami untuk kembali memenuhi surga-Mu. Namun kami disini hanya bermain dan tertawa yang dapat membuat hati kami ini mati rasa akan tujuan kami, dan menangis berputus asa tanpa sabar dan sering bertanya mengapa Engkau melakukan ini pada kami? Kami terlalu bodoh untuk tahu bahwa Engkau begitu sayang kepada kami. Engkau tahu bahwa dengan adanya masalah lah atau dengan diturunkannya musibah lah kami akan kembali pada-Mu. Agar kami kembali meniti sejadah panjang, menghelai sarung dan mukena, menghitung dzikir, merasakan Engkau dalam setiap nafas kami. Tapi nafas kami ini penuh dengan nafsu dunia yang selalu memburu, bergejolak dalam tarikannya dan amarah dalam hembusannya. Ya Allah, jujur aku ingin sekali shalat yang khusyuk, yang dapat diterima oleh-Mu. Akan tetapi, rasanya setelah aku berusaha masyaallah godaannya sangat besar. Tapi walaupun kabut nebula hitam menghalangi jalanku, akan ku tembus dengan cahaya keimanan dan berjihad untuk jalan ini. Aku takut sekali jikalau shalatku tidak diterima, maka semua amalanku juga tidak diterima. Ya Allah, apa daya upayaku? Karena dalam suatu riwayat, pada suatu hari nanti di alam akhirat, Allah akan meremas shalat kita seperti kertas dan dilemparkan shalat kita kepada muka kita, dengan berfirman “Ini, terima shalat kalian! Ini adalah shalat kalian selama hidup di dunia kepada-Ku!”. Allah sangat murka nanti di akhirat, karena pada saat itulah Allah akan membalas setiap perbuatan manusia dengan amalannya masing-masing di dunia. Dan jangan khawatir untuk orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, Allah telah berjanji kepada mereka di dalam Al-Qur’an bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka (Qs. Al-Kahfi ayat 30 ) dan dapat melihat wajah Alloh (Qs.Al-Insan : 22-23), subhaanallah.
Untuk itu marilah sahabat, kita bertafakur diri betapa besar kekuasaan Allah dan betapa kerdilnya kita dihadapan Allah? (Qs. Fatir  ayat 44) Apakah pantas kita untuk berlaku sombong? Apalagi sampai membanggakan dirinya sendiri dihadapan orang lain! Semoga kita semua terhindar dari semua itu. Karena apa yang kita bisa merupakan ilmu Allah, dan kerana kekuatan-Nya lah kita bisa bergerak dan melakukan semua yang kita inginkan. Jangan pernah merasa lebih dari orang lain, apalagi sampai membandingkan diri dengannya! Sungguh Allah tidak menyukai orang yang sombong dan suka membanggakan dirinya sendiri. Setiap orang mempunyai kecerdasan dalam bidang yang berbeda-beda, kerana kecerdasan manusia itu keseluruhannya ada 7. Hindarkanlah sikap diskriminasi, wujudkanlah persatuan ukhuwah Islamiyah dan jangan berpecah belah dengannya. Ambillah prinsip orang jepang sahabat, orang jepang suka meneliti dan menganalisis orang lain atau temannya bukan karena kesalahannya, tapi karena kecerdasannya atau kelebihannya. Mereka mengambil kebiasaan orang lain yang baik dan diterapkan pada diri mereka, dan mereka menjadikan kesan tiada hari tanpa membaca, walaupun ada di bis atau bahkan di toilet pun mereka tetap membaca. Ini adalah kebiasaan yang baik, sebagai seorang muslim dan muslimah lebih baik lagi jikalau kita manfaatkan untuk berdzikir dan membaca Al-Qur’an.
Seperti tokoh Indonesia kita, yakni wali songo (9 sunan) yang menyebarkan agama Islam di pulau Jawa. Mereka kemanapun dan dimanapun selalu membawa tasbih untuk senantiasa berdzikir kepada Allah, dengan merenungi arti dari kalimat–kalimat talbiyah. Dengan demikian, kita akan selalu ingat, untuk senantiasa tawadhu kepada sesama manusia dan utamanya kepada Allah Swt. Dan kita kembali pada zaman yang dikatakan modern namun jahiliyah. Banyak bertebaran dimana-dimana alat tekhnologi tinggi untuk membantu pekerjaan manusia, dan dengan tekhnologi itu akan semakin mudahnya kita beribadah kepada Allah. Seperti contoh adalah kendaraan, alat telekomunikasi, dan lain-lain. Namun setiap ada kelebihan pastilah juga ada kekurangan, internet yang seakan dapat membawakan dunia ke pangkuan kita, juga dapat membawakan magma yang sangat panas yang ada di dalam bumi itu sendiri. Intelektualitas, kejeniusan, IPTEK, sarana dan prasarana manusia sekarang sudah sangat maju. Setiap harinya semakin banyak penemuan-penemuan yang dapat secara valensi mengubah dunia ini. Akan tetapi apabila dilihat dari segi agama, moral, asusila, aqidah dan akhlak dan norma-norma yang berlaku pun sudah menjadi aturan yang berdebu.
Semua itu hanya diketahui tanpa diamalkan, semuanya hanya bagai suatu simbol kamuflase yang ditujukan untuk menunjukkan adanya suatu peradaban manusia yang beradab dan memenuhi ciri negara. Disinilah tantangannya, kita sebagai seorang muslim dan muslimah harus pandai membaca situasi dan kondisi tersebut. Dalam QS.An-Nahl ayat 125, bahwa Allah Swt mewajibkan kita siapa saja yang tahu hukumnya akan amar ma’ruf nahyil munkar untuk menyeru umat manusia kepada jalan Allah, jalan yang shirathal mustaqiim, jalan yang diridhai oleh Allah Swt. Dan di dalam ayat tersebut pun Allah jua memberi tahu kita beberapa cara ataupun metode untuk melakukannya yakni, memberi pelajaran dengan hikmah (kebijaksanaan), dan dengan pelajaran yang baik, dan apabila terjadi perselisihan maka berdebatlah dengan cara yang baik. Allah Maha Mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya, dan siapa yang mendapat petunjuk dari Allah Swt. Untuk itu galilah kembali Al-Qur’an kita yang tersingkap debu, yang rindu akan suara tawadhu kita kepada Allah Swt, dan hayatilah setiap maknanya. Didalam Al-Qur’an Allah berfirman, bahwasanya manusia jangan berputus asa dari rahmat Allah, dalam berjalan untuk menggapai ampunan Allah Swt. Sungguh, Allah Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat. Allah sangat senang terhadap hamba-Nya yang suka bertaubat (Qs.Al-Baqoroh : 222), walaupun hamba-Nya melakukan kesalahan dan melanggar taubatnya 1000 kali karena kebodohannya asalkan dia juga bertaubat kepada Allah sebanyak 1000 kali pula, insyaallah Allah akan mengampuninya. Adapun untuk tahapan dalam bertaubat, yakni pertama menyadari kesalahannya, kedua menyesali kesalahannya, ketiga mengucap istigfar, keempat berjanji tidak akan mengulangi kesahannya, dan yang kelima adalah diikuti dengan perubahan sikap yang lebih baik lagi.
Sedangkan kita bagaimana sahabat? Apakah kita lebih baik dari akhlak Rasulullah Saw? sampai kita semua terlalu sombong untuk bersujud kepada Allah dan bertaubat dengan taubat yang sesungguhnya? Bayangkan akan tibanya kematian kita semua, andai nanti mungkin satu jam lagi atau mungkin satu menit lagi? Sungguh kita bukanlah penguasa waktu, bahkan pemilik waktu! Kita ini hanya bagai semut yang mencuri makanan dan menggigit manusia yang memberinya. Sungguh kita ini benar-benar tidak tahu diri untuk berterima kasih kepada Allah Swt, Tuhan yang memberi kita hidup dan menjamin segala kebutuhan kita semua.
Di dalam Qs.Al-Ahzab ayat 59 dan Qs.An-Nur ayat 31, jelaslah dalil naqli perintah berhijab, selalu istiqomah untuk berjilbab dan selalu berusaha untuk berhijab yang sesuai dengan syar’iyah. Karena yang sangat tampak dan dijadikan suatu yang tabu adalah kewajiban menutup aurat bagi wanita yang beragama islam. Hampir semua wanita muslimah hanya mengetahui setitik mengenai berjilbab. Bahkan tak heran banyak wanita muslimah hanya mengenal kerudung. Inilah salah satu penyebab kehancuran agama Islam, banyak umat Islam yang meninggalkan ajaran agamanya. Memang suatu keluarga adalah suatu agen primer yang sangat dominan membentuk anaknya, apakah anak tersebut akan menjadi anak yang shaleh/shalehah ataukah menjadi anak yang durhaka terhadap keluarga sampai kepada nabi dan Tuhannya! Menutup aurat untuk wanita adalah masalah yang sangat vital dan fundamental. Allah Swt sangat menghargai dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada makhluk-Nya yakni wanita, dengan memberikan perintah dan hukum untuk menutup aurat bagi wanita. Dan ciri seorang wanita muslim (wanita yang beragama Islam) adalah dengan menutup aurat, memang pada zaman sekarang umat Islam tidak bertelanjang bulat atau memakai pakain sehelai seperti pada zaman purba. Akan tetapi, apakah mereka sudah benar menutup aurat mereka?
Mari kita mulai dari pakaian, pakaian yang dianjurkan untuk seorang muslimah adalah memakai baju gamis, mengapa demikian? Karena baju gamis adalah pakaian yang tidak berpotong-potong, tidak membentuk lekukan tubuh wanita, dan gamis adalah baju yang longgar. Adapun untuk pakaian yang berpotong-potong, dibolehkan seperti memakai baju panjang dengan rok panjang, asalkan pakaian tersebut tidak membentuk lekukan tubuh, dan bisa menutup aurat daerah sekitar pinggang dan pantat. Memakai celana pun boleh, asal celana tersebut longgar dan tidak ketat, transparan ataupun mempunyai warna yang mencolok yang dapat menimbulkan perhatian banyak orang. Untuk model atau style pakaian dalan Islam khususnya untuk wanita, Islam tidak mengekang atau mengurung seorang muslimah harus memakai atau bercirikan sesuatu, asalkan memenuhi syarat menutup aurat, maka pakaian bisa disesuaikan dengan adat atau negara masing-masing. Dan perlu untuk diketahui dan dijadikan sebagai pegangan bahwasanya pakaian tersebut tidak boleh ketat dan transparan. Banyak pada zaman sekarang, model pakaian yang beraneka ragam budaya, warna, style, yang dibuat untuk seorang muslimah adalah salah. Coba kita analisa bersama, kebanyakan baju pada zaman sekarang ketat, transparan, tidak menutup aurat. Dan banyak orang yang memandang baju gamis adalah baju yang kuno, gak stylish, gak mode banget, kampungan, dan banyak komentar primitif yang dijadikan alasan mereka menghina agama mereka sendiri. Tanpa mereka sadari, mereka telah menjatuhkan agama mereka sendiri dan mereka mengagungkan paham liberalisme yang menyimpang. Padahal mereka mempunyai imam di dunia ini, yakni Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah wahyu dari Allah Swt yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Saw melalui perantara yakni malaikat Jibril As. Al-Qur’an adalah kalam Allah, didalam Al-Qur’an Allah secara jelas memerintahkan kita manusia untuk menta’ati aturan-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Dan untuk jilbab, didalam Al-Qur’an Allah telah memerintahkan wanita muslim untuk berjilbab, dan pertanyaannya adalah bagaimana yang disebut jilbab menurut Al-Qur’an? Jilbab adalah kain yang digunakan untuk menutup aurat wanita bagian atas, khususnya bagian kepala, pundak, lutut kaki lutut kaki? Hmmm...kalau itu lagu anak-anak! Khususnya bagian kepala, pundak, dada, punggung, itu yang dinamakan jilbab. Sedangkan untuk perbedaannya dengan kerudung, kalau kerudung hanya menutup bagian kepala saja, atau hanya sampai leher, atau pada zaman sekarang yang berbelit-belit tanpa menutupi dada dan punggung. Dan mengapa bagian dada harus ditutupi juga bagian punggung? Karena bagian tersebut merupakan aurat wanita yang menonjol, untuk itu bagian tersebut harus ditutupi. Bahkan ada seorang muslimah di temur tengah yang sampai memakai jibab menutupi bagian bawah punggungnya. Dan ada yang disebut dengan cadar! Cadar adalah kain yang digunakan untuk menutupi wajah sampai bawah mata. Memakai cadar adalah sunah, karena Al-Qur’an tidak mewajibkan secara khusus muslimah memakai cadar, hanya pada zaman Rasulullah Saw sudah menjadi adat kebiasaan untuk memakai cadar. Ini berhubungan dengan kewajiban seorang wanita yang harus menjaga kecantikannya, menundukkan pandangannya apabila melihat atau berbicara dengan lawan jenisnya. Agar mencegah juga meminimalisir terjadinya syahwat ketika saling berpandangan. Dan agama Islam adalah agama yang memudahkan pengikutnya, semuanya dikembalikan kepada muslimin wal muslimat sesuai dengan wilayah dan adat mereka asalkan sesuai jua dengan al-ashlu hukum Islam yang mutlak.
Adapun untuk syarat-syarat berhijab maupun berjilbab adalah, pertama hendaklah hijab atau jilbab tersebut menutup seluruh badan. Kedua, hendaklah hijab atau jilbab tersebut tebal, tipis dan tidak transparan. Ketiga, hendaklah hijab atau jilbab tersebut bukan berupa perhiasan atau pakaian yang mencolok, yang memiliki warna-warni yang menarik, sehingga menimbulkan perhatian. Keempat, hendaklah hijab atau jilbab tersebut tidak sempit dan ketat. Kelima, hendaklah hijab atau jilbab tersebut tidak memakai minyak wangi. Dan yang keenam, hendaklah hijab atau jilbab tersebut tidak menyerupai pakaian laki-laki.                                         
Jadi sahabat akhwat yang jamiilah mari kita pilih mana yang terbaik untuk kita, menjadi seorang muslimah yang menutup auratnya karena Allah, atau menjadi muslimah yang durhaka kepada Allah yang Menciptakannya, memang jalan menuju surga Allah itu seperti jalan menuju gunung yang berkelok-kelok namun mengangkat derajat kita di pandangan Allah Swt. Sedangkan untuk jalan menuju neraka masyaallah mudahnya seperti jalan tol yang luas dan lurus namun jalan tersebut berakhir di jurang (Qs.Al-Hijr : 39). Sahabat kita hidup tidak perlu susah mencari prinsip, pedoman, tujuan, karena semuanya itu sudah ditetapkan oleh Allah Sang Khaliq (sang pencipta). Bacalah di dalam Qs.Al-Mu’minun ayat 115. Kita diciptakan oleh Allah Swt semata-mata mempunyai tugas yang diemban didunia ini, mungkin dari kita ada yang bertanya mengapa tugas kita di bumi Allah ini adalah untuk beribadah kepada Allah Swt? Alhamdulillah segala puji bagi Allah, ada beberapa jawaban yang fundamental dan basic yang sangat perlu sahabat ketahui.  Yang pertama, itu merupakan tugas seorang ciptaan kepada Yang Maha Menciptakan untuk menyembah (beribadah) dan melakukan semua yang diperintahkan juga menjauhi semua yang dilarang-Nya, semua itu semata-mata hanya untuk kebaikan hamba itu sendiri. Yang kedua, beribadah merupakan jalan ta’arufillah dalam tasawuf, jadi bisa dikatakan suatu metode thaharah untuk membersihkan diri dari segala yang mengkotorkan badan, pikiran, dan hati demi mencapai kedekatan dengan Allah Swt dan mardhatillah. Yang ketiga adalah ibadah adalah pembersihan dosa manusia, mari kita flashback pada saat Allah murka kepada Nabi Adam As, sehingga Nabi Adam As dikeluarkan dari surga dan ditempatkan di bumi Allah ini. Itu adalah suatu rencana dari Allah untuk Nabi Adam As, agar beribadah di bumi ini yang serba fana dan penuh dengan godaan hawa nafsu dan cobaan fisik.
Pada zaman sekarang berjilbab itu hanya seperti dijadikan sebuah kata “sebaiknya”, dan kebanyakan orang memandang orang yang berjilbab untuk digunakan ketika masa tua datang dan terkadang orang yang berjilbab itu seperti orang yang berbeda, berbeda bukan karena hanya pakaiannya saja, akan tetapi dari penerimaan beberapa orang. Dan siapa orang yang meremehkannya? Mereka adalah orang-orang yang yang beragama Islam, inna lillaahi wa inna ilaihi raaj’uun! Wanita sekarang hampir tidak ada perbedaannya antara wanita yang beragama Islam dengan wanita yang beragama Kristen, Yahudi, Hindu, dan lain-lain. Padahal jelas didalam Al-Qur’an bahwa  semua wanita muslimah wajib menutup aurat mereka! Suatu perkara yang wajib jika dilaksanakan mendapatkan pahala dari Allah, dan jika tidak dilaksanakan maka akan mendapatkan dosa! Kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput kita dengan malaikat Ijrail yang sangat menyeramkan, padahal kematian tidak dapat ditunda (Qs. Al-Munafiquun ayat 11) dan semoga kita semua meninggal dalam keadaan khusnul khatimah amiiin! Bersyukurlah bagi kaum akhwat yang sudah diberi kesempatan untuk bertaubat kepada Allah Swt, telah diberikan hidayah-Nya, inayah-Nya dan semua kenikmatan yang tiada bandingnya, karena kita semua sudah mengetahui tugas kita yang sebenarnya. Dengan jilbab, kita akan diketahui orang bahwa kita adalah seorang muslimah, karena hijab merupakan identitas seorang muslimah! Dan janji Allah wanita berhijab tidak akan diganggu oleh orang dzalim.
Kecantikan yang haq itu adalah kekal, walau sampai maut menjemputnya. Allah akan selalu menjaga kecantikannya sampai dia dibangkitkan kembali dan mendapatkan pahala dan kemenangan yang besar dari Allah Swt. Terkadang sebuah penglihatan itu bisa tertipu, terbuai, terhipnotis. Pendengaran pun mempunyai sifat yang sama, dan terkadang sesuatu yang belum pasti didengar pun dalam kebenarannya selalu dapat mencelakakan diri ini. Cantik fisik jangan selalu atau bahkan terlalu dibanggakan untuk mencari pujian dan dercak kagum.
Fisik ini hanyalah amanah dari Allah Swt, apakah itu baik atau tidak menurut ukuran manusia ataupun pantas untuk dikagumi. Bagi laki-laki maupun bagi perempuan, fisik yang kita miliki ini adalah ujian dan cobaan pula untuk menjaga, mensyukuri dan sebaik apa kita menggunakannya. Semuanya akan diminta pertanggungjawaban atas apa yang telah kita lakukan sekecil apapun itu Allah lah Yang Maha Mengetahui.
Terkadang nada hati berangan-angan seandainya aku hidup pada zaman Rasulullah Saw. Hah...indah sekali, bisa melihat wajah mulia nan agung beliau, mendengar suara merdu nan khauf beliau, dan berada di tanah suci Makkah untuk jihad fii sabilillah! Namun, hati ini sendiri pun bertanya, apakah aku akan sanggup berjuang di zaman itu? Dengan segala ujian dan cobaan terberat kepada Rasulullah dan para sahabat juga kepada para kaum muslimin.
Mereka yang hidup pada zaman Rasul adalah orang pilihan yang sengaja Allah turunkan kepada bumi untuk menolong agama Allah yang agung ini. Mereka yang mampu dan bersedia mempertaruhkan semua yang mereka miliki. Ingatkah sahabat kepada paman Rasulullah Saw yang bernama Hamzah bin Abdul Muthalib? Betapa tragisnya beliau wafat? Beliau meninggal pada saat perang Uhud dan didzalimi oleh istri Abu Sufyan yakni Hindun, bagaimana kejamnya dia melakukan itu? Tapi sesungguhnya mereka yang mati di jalan Allah itu adalah hidup disisi-Nya. Rasulullah Saw bersabda bahwasanya orang yang mati di jalan Allah tidak akan merasakan sakaratul maut seperti orang yang terbunuh, tapi hanya merasakan sakitnya dicubit.
Begitu banyak kisah para sahabat yang rela mengorbakan apa yang mereka cintai yang bersifat keduniaan, sekali pun itu adalah nyawanya sendiri. Hal itu dikarenakan rasa cinta mereka kepada Rasulullah Saw, karena cinta kepada rasul harus lebih tinggi daripada cita kepada diri sendiri. Seperti yang akan dicontohkan sekarang, adalah sahabat Rasul yang bernama Abdullah bin Hudzafah. Pada masa khalifah Umar bin Khattab, beliau mengirim Abdullah bin Hudzafah dan tentara muslim yang lain kepada tentara Romawi. Namu Abdullah malah ditawan dengan tentara muslim lainnya oleh tentara Romawi.Mereka berkata “Ini adalahsalah seorang dari sahabat Mhammad Saw”. Kaisar bertanya “Maukahkamu masuk kristen dan kamu akan ku beri sebagian kekuasaanku?” jawab Abdullah “Jika kamu memberi seluruh kekuasaanmu dan seluruh apa yang dimiliki orang Arab supaya aku keluar dari agama Muhammad sedikitpun niscaya aku tidak akan mau melakukannya”. Kata Kaisar “Jika demikian, aku akan membunuhmu”, jawabnya “Itu terserah padamu”. Kaisar beberapa kali lagi memberikan penawaran kepada Abdullah, bahkan sampai mendatangkan dua tawanan orang Islam yang akhirnya sama menolak dan dimasukkan ke dalam air yang yag mendidih.
Sekarang giliran Abdullah tiba, tiba-tiba ia menangis. Orang-orang menyangka ia takut mati. Lalu Kaisar memberikan tawaran lagi, namun Abdullah tetap sama menolak. Kaisar bertanya ”Jadi mengapa kamu menangis?” jawab Abdullah “Saya menangis karena berkata kepada diriku sendiri, ‘saat ini kamu akan dilempar ke dalam kuali ini lalu musnah’ padahal aku ingin mempunyai yawa sebanyak jumlah rambut sehingga bisa dikorbankan semua untuk Allah”.

Suatu ketika seorang bayi siap untuk dilahirkan didunia, menjelang diturunkan dia bertanya kepada Allah “Para malaikat disini mengatakan bahwa besok mereka akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup disana? Saya begitu kecil dan lemah”, Allah pun menjawab “Aku telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu”. “Tapi di surga apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa, ini cukup bagi saya untuk bahagia” demikin kata si bayi. Allah pun menjawab “Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih berbahagia”. Si bayi pun bertanya kembali “Dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepada-Mu?”. Sekali lagi Allah menjawab  “Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdo’a”, si bayi pun masih belum puas ia pun bertanya lagi “Saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi saya?”, dengan penuh kesabaran Allah pun menjawab “Malaikatmu akan melindungimu dengan taruhan nyawanya sekalipun”. Si bayi pun tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannya, “Tapi saya akan bersedih karena tidak melihat Engkau lagi”, dan Allah pun menjawab “Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku dan akan mengajarkan bagaimana cara agar kamu bisa kembali kepada-Ku walaupun sesungguhnya Aku selalu berada disisimu”. Saat itu surga begitu tenangnya, sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang anak dengan lirih bertanya “Ya Allah, jika saya harus pergi sekarang bisakah Engkau memberi tahu siapa nama malaikat di rumahku nanti?”, Allah pun menjawab “Kamu dapat memanggil malaikatmu IBU”.
Cerita tersebut dapat menjawab pertanyaan kita semua tentang mengapa setiap bayi yang dilahirkan selalu menangis? Setiap bayi sedih berpisah dengan Allah dan saat dilahirkan ke dunia kita adalah makhluk yang baru dan setiap tangisan buka oa oa, tapi Allah Allah. Inilah jawaban menurut agama Islam. Sungguh indah bukan cerita tersebut! Cerita tersebut dapat menyadarkan kita kembali akan keindahan kedekatan kita seorang hamba dengan Allah Swt. Ketika kita sedang berada di alam kandungan (lihat Qs. Al-Mu’minuun ayat 12-13), Allah menyempurnakan bentuk kita, selalu menjaga kita dan menemani kita dalam kelemahan, ketidakberdayaan, dan ketergantungan kita kepada Allah Swt. Kita memang tidak dapat mengingat bagaimana kita didalam alam rahim, memang secara ilmu biologi dalam kandungan hampir 90% bayi itu tertidur, jarang beraktivitas. Akan tetapi kita tidak mengetahui bagaimana akan ruh kita yang sebenarnya? Dialog diatas tadi, sangat menyentuh akan kerinduan seorang hamba kepada Tuhannya, kita dulu di alam rahim sangat dekat dengan Allah, Allah selalu setia bersama kita, sampai tiba waktunya kita nanti akan dilahirkan ke dunia. Dan sekarang, bagaimana hubungan kita sahabat dengan Allah Swt? Apakah kita semua masih menjalin hubungan baik dengan Allah Swt? Atau malah jarang berkomunikasi dengan Allah? Padahal banyak cara untuk berbicara dengan Allah, dan Allah tidak pernah meninggalkan kita sahabat, walau dalam jurang sepi dalam akan kegelapan, walaupun kita berbajukan samudera dosa dan bersepatukan kemunkaran, bahkan berminyak wangikan kesombongan, Allah akan tetap ada bagi hamba-Nya, subhaanallah! Tidak hanya dalam keadaan sepi saja untuk mengingat Allah, akan tetapi disaat ramai pun kita bisa mengingat Allah sang Khaliq. Bahkan kita dahulu dalam alam rahim sangat takut jauh dari Allah, kita semua takut tidak bisa melihat Allah lagi, dan ingin kembali kepada surga karena rasa cinta kepada Allah Swt, inilah cinta pertama kita sahabat.
Sedangkan menurut keilmuan biologi, jawaban untuk pertanyaan mengapa setiap bayi yang dilahirkan ke dunia selalu menangis adalah karena untuk memfungsikan pernafasannya yaitu paru-paru, juga bayi tersebut kaget karena berada di alam yang berbeda, tadinya berada di alam rahim yan hidup dari ibunya dan sekarang berada di alam dunia yang fana dan harus dapat hidup sendiri. Yang biasanya kita berada di amnion, sekarang berpisah dengan ibu kita dan harus bernafas sendiri memfungsikan paru-paru kita sahabat. Ya Allah, nama-Mu adalah nama yang terindah yang pernah ku dengar, nama-Mu yang selalu ada didalam hati ini, ya hati kecil ini ya Allah, hati yang sangat merindukan pemiliknya.  Jari ini tidak akan mudah lelah untuk merangkai kata cinta untuk-Mu ya Rabbi! Ampuni hamba, jika hamba selalu lupa untuk mengucapkan kata syukur pada-Mu. Engkaulah Ya Lathifu ya Khabir...Engkau ajarkan semua yang  tidak mungkin bagiku, Engkau jelaskan padaku dengan kasih sayang-Mu yang indah padaku. Kedipan mata ini takan mampu menghitung banyak nikmat-Mu untukku, bahkan ditambah dengan helaan nafas yang berhembus periring nama-Mu. Terimakasih ya Allah, terimakasih untuk semua nikmat yang telah Engkau berikan kepada hamba, sungguh engkaulah Yang Maha Pemberi Rezeki. Saat kita berada di kandungan ibu, dalam usia 4 bulan, disaat itulah Allah memberi kita ruh pada si jabang bayi, juga menentukkan umur si bayi itu, jodoh si bayi itu, nikmat si bayi itu, dan musibah untuk si bayi itu. Untuk itulah, mengapa adat di daerah kita berlaku upacara adat 4 bulanan, yaitu bertujuan untuk mengucapkan syukur kepada Allah Swt, juga untuk berdo’a semoga apa yang ditetapkan oleh Allah Swt adalah yang terbaik untuk bayi, orang tuanya, dan semua orang. Do’a adalah harapan, harapan adalah impian, impian adalah keinginan, untuk itu teruslah berdo’a kepada Allah Swt.
Dalam suatu riwayat, suatu trik atau pun suatu cara agar kita semua dapat melangkah menjalani hidup lebih baik setiap harinya adalah selalu mengingat kematian kita sahabat! Lihatlah Qs. Al-Anbiya ayat 34-35. Hal tersebut dapat secara sukses menyita semua aset pikiran kita yang gila akan urusan dunia yang semu, dapat membangunkan jiwa yang tidur akan ghirah akan tegaknya keimanan dan ketaqwaan. Apakah kita semua lupa, kita itu hidup akan mati, lalu akan dibangkitkan untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatan kita selama kita hidup didunia ini. Coba mari kita tafakuri bersama sahabat, apabila datangnya kematian itu kepada kita secara mendadak dan sangat menyakitkan! Ingatkah kita semua sahabat pada perjuangan Rasulullah Saw saat menghadapi sakaratul maut? Sahabat, Rasulullah Saw meninggal tepat pada waktu Rasul dilahirkan ke dunia! Pada hari Senin, 12 Rabiul Awal waktu shubuh. Rasulullah meninggal pada usia 63 tahun, dikarenakan sakit demam yang sudah sangat parah. Dalam usia tersebut Rasulullah Saw sudah memiliki suatu tanda bahwa Rasul akan segera menghadap pada Allah Yang maha Tinggi, karena semua tugas yang telah diamanahkan kepada baginda Rasulullah Saw sudah selesai. Rasulullah, sangat senang dan bersyukur karena pada akhirnya Ad-Dinul Islam berdiri tegak di bawah ridha Allah Swt. Tibalah saatnya Rasulullah Saw harus dicabut nyawanya oleh malaikat Ijrail,  bagaimana pun jua Rasul adalah manusia yang akan merasakan mati. Disaat baginda Rasul merasakan sakaratul maut, disampingnya ada sahabat Rasul yakni malaikat Jibril namun malaikat Jibril tidak mau menoleh melihat baginda Rasulullah Saw. “Wahai malaikat Ijrail, mengapa engkau tidak mau menoleh padaku? Apa aku sekarang terlalu menjijikkan bagi engkau, sehingga engkau begitu enggan melihatku disini?” tanya Rasul. Ternyata malaikat Jibril tertunduk sedih “Tidak ya Rasulullah! Aku tidak sanggup melihat kekasih Allah akan dicabut nyawanya dalam sakaratul maut, aku tidak sanggup!”. “Ya Allah, ternyata begini rasanya sakaratul maut itu, aku ikhlas ya Allah aku berpasrah diri pada-Mu! Ya Allah tambahkanlah lagi rasa sakit ini ya Allah, aku tidak ingin semua umatku merasakan sakit yang luar biasa seperti ini, aku ingin Engkau membebankan semua rasa sakit sakaratul maut umatku kepadaku ya Allah!”. Suasana ini takan pernah bisa kita bayangkan secara gamblang sahabat, dalam riwayat bahwa sesakit apa pun sekarang umat Rasulullah Saw merasakan sakaratul maut, tidak akan pernah sebanding dengan rasa sakit Rasulullah Saw. Sesakit apa pun, itu hanya 1/8 dari sakit yang dirasakan oleh Rasulullah. Itu perjuangan Rasulullah saat menghadapi kematiannya, dalam keadaan seperti itu pun Rasul tetap ingat dan berkorban untuk kita umatnya, bahkan ingin meminta kepada Allah untuk menambahkan rasa sakit yang akan diberikan kepada umatnya.
Rasulullah Saw selalu membuat diri ini kagum dan sangat kerdil darinya, dan rasa malu, sedih, tangis, selalu bercampur aduk dalam hati ini. Walau hati ini tak sebersih hatimu ya Rasulullah Saw, namun aku akan selalu berusaha memperbaiki kerusakan hati ini dan senantiasa membersihkannya. Engkau tidak hanya dikagumi oleh para umat islam saja, namun ternyat banyak para ilmuwan dan budayawan luar yang mengagumimu ya Rasulullah Saw. Engkau mampu merubah bumi ini yang sangat keras dan berliku menjadi lunak dan lurus hanya dalam dua dekade.
Rasulullah Saw adalah sosok manusia yang mendekati kata sempurna, beliau menunjukkan jalan kebenaran dan keselamatan bukan dengan telunjuknya, namun dengan berbalik kepada kita dan tersenyum dengan mata kejujuran, beliaulah Al-Amin! Kita pasti sering melihat film-film hollywood yang khususnya film tokoh besar dunia. Contohnya adalah film Troy, Alexander The Great dan banyak cerita pahlawan dunia lainnya. Diantara semua tokoh yang ada, apabila kita kagum kepada kisah besar mereka, prestasi dan kemampuan luar biasa yang dimiliki mereka.
Apalagi kalau kita mengetahui bagaimana dahsyatnya kecerdasan dan kemampuan yang diamanahkan Allah kepada Rasulullah Saw. Marilah kita berkenalan sedikit menenai baginda Rasul, karena kemasyhuran dan keagungan namanya begitu dikenal makhluk langit dan makhluk bumi. Bahkan rasa cinta dan pujinya makhluk langit kepada baginda Rasul lebih besar dan dahsyat daripada makhluk bumi, apalagi kebanyakan manusia adalah kafir, murtad dan fasik.










Sebelumnya, mari sahabat kita berkenalan dahulu dengan sang penjaga kematian yakni malaikat Ijrail, malaikat yang diamanahkan oleh Allah Swt untuk mencabut setiap nyawa ciptaan Allah yang di kehendaki-Nya. Menurut satu riwayat bahwa malaikat Ijrail adalah malaikat yang diciptakan oleh Allah Swt terakhir dari malaikat yang lainnya, malaikat Ijrail adalah malaikat kematian, jadi apa menurut sahabat? Dari penampilan mungkin benar menurut beberapa film bahwa penampilannya sangat menyeramkan, sangat menakutkan, sehingga tubuh ini takan mampu untuk bertahan! Saat semua malaikat sudah berkumpul, dan Allah memanggil malaikat Ijrail untuk datang seketika itu pun para malaikat pingsan menyaksikan kedatangan malaikat Ijrail. Kita semua tidak dapat membayangkan bagaimana rupa asli yang sebenarnya, apalagi kita manusia biasa, para malaikat saja sampai pingsan melihatnya, jadi ini patut untuk dijadikan ibrah agar kita semua sangat takut untuk bertemu kematian (malaikat Ijrail), dan meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah Swt. Kematian itu sungguh mendebarkan jiwaku semuanya bagaikan hembusan angin yang menabrak wajahku denan tetesan air hujan yang membasahi pipiku, semuanya sangat tak mudah aku percaya! Baru saja orang yang kita sayang ada disini, ya disini di tempat kita selalu bersama. Kita menjalani hari bersama, sampai menghabiskan waktu selalu selami suka dan duka, pahit manis kehidupan, menemukan nilai kehidupan yang tersembunyi didalam sebuah keputus asaan! Waktu begitu cepat berlalu, sampai-sampai aku tak sanggup menyadari betapa tua jiwaku ini akan kehidupan! Perlahan-perlahan aku mulai kehilangan seseorang yang sangat aku sayangi, mereka yang selalu ada menemaniku, bahkan mereka yang mewarnai kehidupanku. Dan ketika mereka pergi, selalu saja aku tak ada disamping mereka, saat mereka membutuhkanku, saat terakhir mereka yang ingin sampaikan sejuta pesan dan ingin memberikan hujan kesan yang dapat memberikan kenangan indah selama mereka ada.
Kematian adalah suatu takdir Allah Swt yang tidak dapat dielakkan (Qs. Ali Imran ayat 145 dan Al-Baqarah ayat 155), baik waktu dan siapa yang akan menghadap kehadirat Allah Tuhan Yang Maha Esa. Kita semua pasti mempunyai pengalaman masing-masing ketika kita ditinggal pergi selama-lamanya oleh orang yang sangat kita sayangi. Rasanya sangat berat, menjalani hari tanpa kehadiran mereka kembali dalam keseharian hidup kita. Kita tidak akan melihat senyuman manis yang melukiskan pelangi di duka kita, tidak akan mendengar suara cinta yang dapat menghipnotis pikiran akan kerdilnya diri ini, jua tidak akan merasakan hangatnya kasih sayang yang dia berikan setiap harinya, yang tanpa lelah selalu memberi dan memberi seperti akar yang bekerja tanpa pamrih utuk menghidupi batang, daun demi menghasilkan bunga indah yang dapat menarik senyuman dan kebahagiaan. Tidak ada yang tahu kan ajal kita masing-masing  sahabat? Apakah kita akan meninggal dalam keadaan khusnul khatimah, atau dalam keadaan su’ul khatimah, memang kita tidak akan tahu jawaban yang akan datang, namun jawaban itu adalah pada diri sendiri, sejauh mana diri ini berbakti akan beribadah kepada Allah Swt. Jangan sampai sediakan ruangan kosong untuk si penyesalan di kemudian hari, jadikan motto Rasulullah Saw dalam kehidupan kita semua sahabat, hari ini harus lebih baik dari hari yang kemarin dan katakan itu pada setiap harinya, agar setiap harinya akan selalu ada perbaikkan yang  akan mendatangkan senyuman syukur dan tangis taubat untuk sang pemilik cinta yang agung.
Dalam setiap harimu jadikan semua orang adalah gurumu, orang yang sangat kamu sayangi, dan berbuatlah baiklah kepada mereka seakan bertemu untuk yang terakhir kalinya, jadi dengan demikian akan tumbuh jiwa yang khusyuk, tawadhu, dan ingat akan hakikat penciptaan diri sendiri, ya bacalah diri sendiri! Kita akan malu sebagai ciptaan Allah yang terlalu sombong untuk bersujud kepada Allah Swt, kita akan takut dengan semua dosa yang dapat menjauhkan kita kepada Allah Swt! Janganlah risau sahabat, memang orang yang beriman yang hidup di dunia itu dalam sebuah kitab, ibarat orang yang hidup ditahanan! Semuanya serba diatur, harus ini, gak boleh ini, jangan ini, mesti ini! Terimalah, kita ini manusia sahabat! Kita memiliki Allah sebagai Tuhan kita semuanya, dan Al-Qur’an sebagai sumber hukum Islam yang pertama dan utama. Sepandai-panadai orang yang membuat sebuah peraturan di dunia ini, lama-kelamaan pasti akan tiba kehancurannya bila tidak searah dan sejalan dengan hukum Islam.
 Dalam sepi aku termenung, saat tiba nanti waktu kematianku, apakah aku akan dikenang? Dan sebagai apa aku akan dikenang oleh orang lain? Apa jasaku selama hidup di dunia ini untuk ikut andil dalam perjuangan Islam? Aku sungguh bukan apa-apa, aku bukan siapa-siapa! Aku hanya seorang gadis yang hidup di abad ke-21 ini, aku bukanlah para ilmuan besar yang menorehkan banyak karya untuk agama Islam, apalagi orang yang berjihad di jalan Allah Swt, zaman sekarang orang baik itu diejek! Aku yakin, ini bukanlah yang diinginkan oleh Rasulullah Saw, semua perjuangan beliau tidak boleh berhenti hanya sampai di titik ini, hanya titik merah yang tersingkap debu hitam. Rasulullah selalu termenung sendiri, melamunkan umatnya nanti yang bila ditinggal oleh Rasulullah! Rasul takut jika umatnya meninggalkan shalat, melakukan semua perbuatan jahiliyah yang sudah ditumpas oleh Rasulullah, dan mengabaikan semua yang diperintahkan Allah Swt.
Tahukah engkau wahai sahabat? Dalam sebuah riwayat, bahwasanya saat hari berbangkit nanti Allah memerintahkan kepada malaikat Jibril untuk menemukan jasad Rasulullah Saw di bumi yang sudah hancur lebur sebagai orang yang pertama kali dibangkitkan oleh Allah Swt! Ketika malaikat Jibril bertanya kepada bumi, bumi hanya menjawab “Maaf malaikat Jibril, seperti yang telah kau lihat aku sudah hancur lebur! Aku tidak tahu dimana jasad Rasulullah berada!”, seketikaitupun langsung keluar cahaya yang memancar ke atas dari bumi yang menembus mangangkasa. Tak heran malaikat Jibril pun langsung mendekati cahaya itu, dan ternyata benar dugaan malaikat Jibril bahwa cahaya tersebut adalah dari makamnya Rasulullah Saw. Saai itu pun Rasul langsung bangkit dan membersihkan pakaiannya dari tanah dan debu dan bertanya “Wahai Jibril, dimana para umatku berada? Dan dimana para sahabatku, juga semua keluargaku?”, subhaanallah Rasul mendahulukan kita semua sahabat, Rasul sangat menyayangi kita umatnya, sedangkan kita apa, ingat saja tidak, mengenal pun sedikit bila hanya ada ceramah pada acara mauludan atau isra mi’raj saja! Dan pada suatu hari nanti, kita semua akan merasakan semua yang telah dirasakan oleh Rasulullah Saw, perjuangannya, kepedihannya, pengorbanannya.
 Dan semua hal yang beliau lakukan demi tegaknya agama Islam yang diridhai oleh Allah Ta’ala. Wahai sahabat, kita hidup di dunia ini hanyalah sebentar, benar-benar sebentar! Bagaikan tetesan air yang bermuara di samudera yang sangat luas, nah itu lah perbandingannya, kita semua yang bernyawa pasti akan merasakan mati, yang tadinya tidak ada menjadi ada, dan kembali menjadi tiada dalam lingkup teoritisnya. Jangan biarkan paham sekulerisme membuat kita terperosok beberapa kali dalam lubang bahkan jurang yang sama, semua itu hanyalah permainan otak saja, kita semua harus bangkit! Bangkit untuk berubah jadi yang lebih baik lagi, dan semakin baik, kalau kata guru saya jangan pernah bosen jadi orang yang baik, orang yang baik itu udah biasa dijahatin! Marilah sahabatku semuanya, berikan yang terbaik untuk semuanya, berubahlah untuk hidup yang lebih baik, sekarang kita semua sudah mumayiz bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah! Kita semua sudah dewasa, jangan bersikap bodoh lagi! Setidaknya lihatlah orang tua kita, kita harus berjihad untuk menegakkan agam Islam yang tengah menunduk!!!
Aku yakin ya Allah! Tidak lama lagi sebuah khilafah besar akan segera berdiri di bumi Allah ini! Akan ada seorang khalifah yang sengaja Allah turunkan untuk menyelamatkan umat Nabi Muhammad Saw yang tersesat, terdzalimi, tertipu, dan terlalu batasnya. Happy ending tidak hanya ada didalam cerita saja, bahkan didalam mega panggung super duper akbar ini pun akan mempunyai akhir cerita yang baik dan sebuah mimpi indah dan mimpi buruk bagi dua golongan yang Allah takdirkan. Semoga ghirah dakwah ini terus berkibar sampai tangan ini tak kuasa bergerak, dan tangan ini akan menjadi saksi jihad seorang hamba yang mencintai agama-Nya.
Marilah sahabat kita ikut andil dalam syi’ar agama Allah ini, seperti yangtelah dilakukan oleh orang-orang sebelum kita! Orang-orang yang terabadikan didalam sejarah Islam dan terlukis didalam wahyu Allah. Mereka yang Allah janjikan akan mendapat rahmat dan ampunan Allah Swt, menjadi hamba Allah yang berhasil kembali pada-Nya dengan selamat karena mati dengan jihad fii sabilillah.
Jihad pada zaman modern ini memang tidak mudah, sangat tidak mudah. Ternyata dengan adanya tekhnologi yang lebih mempermudah melakukan pekerjaan sehari-hari dan melakukan yang sulit atau bahkan mustahil dilakukan oleh manusia malah membuat kita semua keenakan dan terbuai dengan  santainya! Bahkan kita tidak lebih baik ibadahnya dari orang-orang sebelumnya. Dan khususnya bagi kaum hawa, untuk berjihad dengan menjadi seorang muslimah yang sebenarnya sangatlah hebat ujiannya. Karena negara kita bukanlah negara kerajaan Islam, tapi negara ita ini adalah negara demokkratis yang meyediakan tempat bagi siapa saja yang bersedia menjadi masyarakatnya. Dalam hal agama pun demikian, memang tidak salah namun bagi umat muslim khususnya kaum  hawa yang lingkungan dan keluarganya tidak kental dan kuat menta’ati ajaran Islam maka celakalah!   
Entah berapa lama anggapan ini menjadi mendarah daging dan disetujui oleh wanita yang beragama Islam bahwa mereka boleh mengumbar aurat mereka kepada yang bukan muhrim mereka. Bahkan mungkin kata cantik harus terhubung dengan kata seksi bagi sebagian orang, apalagi bagi para remaja muslim di ibukota! Pergaulan memang sangat berpengaruh pada pembentukkan pribadi, untuk itu bergaulah dengan orang-orang yang shaleh dan shelehah dalam medan dakwah ini.
Jadilah mujahid wa mujahidah dalam pena, atau dalam bidang apa pun kita kuasai. Jihad sangat indah bila kita tahu ilmunya, maka sebagai orang yangberilmu, kita harus membela agama kita dengan mengamalkan ilmu kita dan membaginya dengan sesama. Kita harus berguna bagi agama, karena ketika kita berguna dalamagama, maka seluruh aspek yang lainnya pun bisa terpenuhi dengan baik. Marilah kita get the new you in ISLAM, because it’s our way of our life forever ...